DENPASAR, KEN-KEN – Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, menjadi pembicara pada hari kedua Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP PGRI 2 Denpasar, Selasa (14/7).
Dalam kesempatan tersebut, Eddy Mulya yang juga Ketua Kelompok Kerja Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Kota Denpasar, memberikan pemaparan kepada lebih dari 300 siswa baru terkait pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, toleran, dan bebas dari perundungan.
Di hadapan para siswa, Sekda Eddy Mulya menekankan bahwa budaya sekolah aman dan nyaman harus dibangun sejak awal peserta didik memasuki lingkungan sekolah. Menurutnya, sekolah tidak hanya menjadi tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang tumbuh bagi siswa untuk membentuk karakter, mengembangkan potensi, serta belajar hidup dalam keberagaman.
Ia mengajak seluruh siswa baru untuk saling menghargai perbedaan, menjaga toleransi, membangun sikap saling peduli, serta berani melapor apabila melihat atau mengalami tindakan kekerasan, intimidasi, diskriminasi, maupun perundungan di lingkungan sekolah.
“Adik-adik semua, Budaya Sekolah Aman dan Nyaman bukan sekadar program, melainkan komitmen kita semua untuk menciptakan rasa aman dan nyaman di sekolah. Selain tempat belajar, sekolah juga adalah rumah kedua bagi kalian untuk tumbuh, berkreasi, dan mengembangkan potensi tanpa rasa takut terhadap kekerasan, intimidasi, maupun diskriminasi,” kata Eddy Mulya.
Lebih lanjut, Sekda Eddy Mulya juga menegaskan kepada seluruh guru dan perangkat sekolah bahwa upaya menciptakan lingkungan belajar yang positif akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pembelajaran serta pembentukan karakter peserta didik.
Menurutnya, pendidikan karakter tidak dapat tumbuh dengan baik apabila lingkungan sekolah masih diwarnai rasa takut, tekanan, atau tindakan kekerasan. Karena itu, seluruh pihak harus memiliki komitmen yang sama dalam menjaga sekolah sebagai ruang yang sehat, inklusif, dan menyenangkan bagi siswa.
“Kami mengajak seluruh kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, dan orang tua untuk bersama-sama membangun budaya saling menghormati, saling peduli, serta menciptakan lingkungan belajar yang sehat. Pendidikan karakter hanya dapat tumbuh dalam suasana yang aman dan nyaman,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SMP PGRI 2 Denpasar, Ayu Sri Wahyuni, menyambut baik kehadiran Sekda Eddy Mulya dalam kegiatan MPLS tersebut. Ia menilai materi yang disampaikan sangat relevan untuk membentuk karakter siswa sejak awal tahun ajaran baru.
Menurutnya, pengenalan budaya sekolah aman dan nyaman sejak MPLS menjadi langkah penting agar siswa memahami nilai-nilai positif yang harus dijaga bersama selama berada di lingkungan sekolah.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Bapak Sekda. Ini menjadi penyemangat bagi guru dan siswa untuk bersama-sama mewujudkan budaya sekolah yang aman. Ke depan kami akan membentuk tim khusus dan memasang kotak pengaduan agar siswa berani melapor,” kata Ayu Sri Wahyuni.
Melalui kegiatan MPLS ini, SMP PGRI 2 Denpasar berharap seluruh siswa baru dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara positif, mengenal tata tertib, membangun persahabatan yang sehat, serta turut menjadi bagian dalam menciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas perundungan.
Editor: Ken



