Gubernur Koster Tinjau Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali di Karangasem, Akhir Juli 2026 Ditargetkan Selesai

0
56
Foto: Peninjauan progres pembangunan dan penerimaan siswa baru Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bal.

KARANGASEM, KEN-KEN – Gubernur Bali, Wayan Koster, meninjau progres pembangunan sekaligus proses penerimaan siswa baru Tahun Ajaran 2026/2027 di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Senin (Soma Umanis Pujut), 13 Juli 2026.

Sekolah Rakyat di Kabupaten Karangasem ini merupakan salah satu program strategis Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Sekolah tersebut berdiri di atas lahan milik Pemerintah Provinsi Bali seluas 5,6 hektare, dengan tujuan memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui perluasan akses pendidikan yang merata.

Program sosial pendidikan ini dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mendapatkan pendidikan layak, fasilitas asrama, serta dukungan kebutuhan dasar selama mengikuti proses pembelajaran.

Dalam kunjungannya, Gubernur Koster menyempatkan diri menyapa siswa-siswi jenjang SD, SMP, dan SMA yang sedang mengikuti proses pendaftaran. Ia juga meninjau ruang kelas belajar siswa SD yang telah dilengkapi meja dan kursi siswa maupun guru, lemari, papan tulis, serta infrastruktur pendukung seperti pencahayaan, kipas angin, dan ventilasi.

Sejumlah fasilitas pendukung juga menjadi perhatian Gubernur Koster, mulai dari fasilitas ibadah seperti pura, kantin, toilet, asrama siswa, fasilitas air bersih, tempat mencuci pakaian, hingga jaringan listrik. Ia turut menanyakan kesiapan beberapa infrastruktur strategis, seperti air, listrik, makanan, progres pembangunan, prasarana pendidikan, serta ketersediaan guru.

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur Koster didampingi Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Ni Nengah Satriyani; Direktur Pemberdayaan Sosial Komunitas Adat Terpencil Kementerian Sosial, Ketut Supena; Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Provinsi Bali; Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Provinsi Bali; serta Kepala Sekolah Rakyat, Putu Jaya Negara.

Baca Juga:  Jadi Narasumber MPLS SMK PGRI 4 Denpasar, Sekda Eddy Mulya Ajak Siswa Bangun Integritas dan Prestasi

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Ni Nengah Satriyani, melaporkan bahwa progres pembangunan Sekolah Rakyat telah mencapai 95 persen dan ditargetkan selesai pada 30 Juli 2026.

Ia menjelaskan, pada 31 Juli 2026 sebanyak 74 siswa dijadwalkan mulai belajar secara permanen di Sekolah Rakyat tersebut.

“Kami mohon waktu untuk perbaikan dan pembersihan di lapangan. Kami berkomitmen menyelesaikan pekerjaan ini lengkap dengan fasilitas lainnya,” ujarnya.

Satriyani juga menjelaskan bahwa bangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Karangasem menerapkan konsep bangunan hijau. Seluruh ruang kelas dan fasilitas lainnya tidak menggunakan pendingin ruangan atau AC, tetapi dirancang dengan sirkulasi udara yang memadai.

Terkait kebutuhan air, sumber air Sekolah Rakyat berasal dari dua titik sumur bor yang izinnya telah terbit. Sumur tersebut memiliki kedalaman sekitar 60 meter dengan volume 1,8 liter per detik. Selain itu, pihaknya juga memanfaatkan saluran air bersih dari PDAM.

“Untuk jangka panjang, sumber air Sekolah Rakyat secara permanen akan dibangun pada tahun 2027 oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU dengan memanfaatkan sumber air di Sungai Telaga Waja,” jelasnya.

Untuk kebutuhan listrik, Satriyani menyebutkan bahwa daya listrik di Sekolah Rakyat sudah cukup aman karena diambil langsung dari gardu PLN berkekuatan 345.000 VA atau setara 345 kVA. Sebagai pendukung, telah disiapkan mesin genset sebagai cadangan sumber daya listrik.

Secara umum, bangunan Sekolah Rakyat yang telah dikerjakan meliputi gedung SD sebanyak 18 kelas dengan kapasitas 540 siswa, gedung SMP dan gedung SMA masing-masing 9 kelas dengan kapasitas 270 siswa.

Selain itu, terdapat asrama SD sebanyak 4 bangunan dengan 8 kamar berkapasitas 136 siswa, asrama SMP dan SMA masing-masing 2 bangunan dengan 8 kamar berkapasitas 136 siswa, rusun guru sebanyak 2 bangunan dengan 24 ruang berkapasitas 52 guru, serta gedung serbaguna berkapasitas 750 siswa.

Fasilitas lain yang tersedia meliputi lapangan sepak bola, lapangan basket, serta tempat ibadah.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Sosial Komunitas Adat Terpencil Kementerian Sosial, Ketut Supena, melaporkan kesiapan prasarana pendidikan dan pemenuhan kebutuhan makanan bagi siswa. Ia menjelaskan, para siswa akan memperoleh prasarana pendidikan secara gratis, mulai dari pakaian sekolah, buku, laptop, hingga makanan bergizi sebanyak tiga kali sehari.

Sebelum proses belajar dimulai, siswa Sekolah Rakyat juga akan mendapatkan cek kesehatan gratis, tes kebugaran, serta tes DNA. Tes tersebut bertujuan mengetahui potensi, kekurangan, serta bakat dan minat masing-masing siswa agar pembinaan dapat dilakukan secara lebih tepat.

Terkait jumlah siswa dan kesiapan tenaga pendidik, Kepala Dinsos P3A Provinsi Bali, Kepala Disdikpora Provinsi Bali, dan Kepala Sekolah Rakyat, Putu Jaya Negara, melaporkan bahwa jumlah siswa yang telah mendaftar terdiri atas 19 siswa jenjang SD, serta masing-masing 90 siswa untuk jenjang SMP dan SMA.

Untuk tenaga pendidik, sementara ini guru SD melibatkan tenaga non-ASN yang telah memiliki kompetensi dan akan bertugas selama tiga bulan. Guru SMP berjumlah 11 orang yang didatangkan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Karangasem, sedangkan guru SMA masih berstatus guru tamu dari Dinas Pendidikan Provinsi Bali.

Sebagai langkah jangka panjang, kebutuhan guru di Sekolah Rakyat sedang direkrut oleh pemerintah pusat.

Mendengar laporan tersebut, Gubernur Koster meminta Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Ni Nengah Satriyani, mempersiapkan dengan baik tahap akhir pengerjaan, mulai dari asrama, dapur, kamar mandi, hingga ruang kelas belajar, agar seluruh fasilitas selesai pada akhir Juli 2026.

“Jadi titiang terus pantau perkembangan pembangunan gedung Sekolah Rakyat ini, berkoordinasi dengan PUPR dan Cipta Karya. Kunjungan hari ini titiang ingin mendapat laporan detail, dan hasil kunjungan ini akan saya koordinasikan ke Bapak Menteri Sosial, supaya program strategis Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, berjalan sesuai harapan dan niat baik Bapak Presiden,” jelas Koster.

Gubernur Koster menambahkan, karena target penerimaan siswa baru telah berproses sejak Juni dan kegiatan pembelajaran mulai berjalan pada Juli, Pemerintah Provinsi Bali akan kembali meninjau Sekolah Rakyat pada 31 Juli hingga 1 Agustus 2026.

Peninjauan lanjutan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh persiapan berjalan baik, mulai dari kesiapan infrastruktur, tenaga pendidik, fasilitas asrama, hingga kebutuhan dasar siswa, sehingga Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali di Karangasem dapat beroperasi optimal sesuai tujuan program.

Editing: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here