Tim Pengabdi Universitas Warmadewa Gelar Pelatihan Penguatan Kapasitas Manajerial BUM Desa Semedi Karya

0
86
Foto: Tim Pengabdi Universitas Warmadewa menggelar pelatihan penguatan kapasitas manajerial BUM Desa Semedi Karya di Desa Senganan, Tabanan, (4/6) lalu.

Dorong Optimalisasi Unit Usaha BUMDes di Desa Senganan, Penebel, Tabanan

TABANAN, KEN-KEN – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat atau PKM Universitas Warmadewa melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di BUM Desa Semedi Karya, Desa Senganan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Kamis (4/6/2026) lalu.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat atau PBM bertajuk “Penguatan Kapasitas Manajerial dan Optimalisasi Unit Usaha BUM Desa Semedi Karya, Desa Senganan, Penebel, Tabanan.”

Kegiatan tersebut diketuai oleh Cokorda Krisna Yudha, S.E., S.H., M.Si., Ak., BKP., ACPA. Adapun anggota tim yakni Dr. I Wayan Kartika Jaya Utama, S.H., M.Kn., dan I Gusti Ngurah Sanjaya, S.E., M.Si., Ak., CA.

Baca Juga:  Gubernur Koster Hadiri Acara Utama London Climate Action Week 2026

Tim pengabdi juga didampingi tiga mahasiswa Universitas Warmadewa, yaitu Ketut Ariawan, I Gusti Ngurah Manik Mahayana Putra, dan Ni Ketut Caturini. Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdi memaparkan tiga materi utama kepada pengurus dan pengelola BUM Desa Semedi Karya. Materi pertama berkaitan dengan perpajakan bagi badan usaha desa.

Pembahasan meliputi kewajiban penyusunan Surat Pemberitahuan atau SPT Masa dan Tahunan, aturan Pajak Penghasilan atau PPh, serta tata cara pencatatan keuangan yang sesuai dengan standar perpajakan yang berlaku.

Materi kedua membahas strategi bisnis dan pemasaran. Dalam sesi ini, peserta mendapat pemahaman mengenai pentingnya perencanaan usaha berbasis potensi lokal, strategi marketing mix 7P, serta pemanfaatan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar BUMDes.

Sementara materi ketiga menyoroti aspek hukum yang relevan dengan pengelolaan dana BUMDes. Pembahasan mencakup regulasi tata kelola keuangan desa, akuntabilitas, serta pengelolaan kontrak bisnis yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Ketua Tim Pengabdi, Cokorda Krisna Yudha, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi masih adanya kesenjangan kapasitas sumber daya manusia pada BUM Desa Semedi Karya. Kesenjangan tersebut terutama terlihat dalam aspek perpajakan, strategi bisnis, dan pemahaman hukum.

“Kami berharap melalui pemaparan ini, pengurus BUMDes dapat meningkatkan profesionalisme pengelolaan usaha sehingga BUM Desa Semedi Karya mampu berkembang dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Desa Senganan,” ujarnya.

Baca Juga:  Wujudkan Bali Mandiri Energi, Pemprov Bali Dukung Proyek Percontohan Energi Arus Laut di Nusa Penida

Sementara itu, anggota tim dari bidang hukum, Dr. I Wayan Kartika Jaya Utama, S.H., M.Kn., menekankan pentingnya pemahaman regulasi hukum dalam pengelolaan dana desa.

Menurutnya, pemahaman hukum diperlukan untuk mewujudkan tata kelola yang transparan dan akuntabel. Selain itu, pemahaman regulasi juga penting untuk meminimalisasi risiko hukum yang dapat merugikan lembaga maupun masyarakat desa. Kegiatan berlangsung antusias.

Para peserta aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan seputar tantangan nyata yang dihadapi dalam operasional BUMDes sehari-hari. Dalam kesempatan tersebut, tim pengabdi juga memperkenalkan penggunaan aplikasi laporan keuangan dan kertas kerja PPh 21 berbasis Excel.

Instrumen teknologi sederhana ini diharapkan dapat langsung diterapkan oleh pengelola BUMDes untuk mendukung pencatatan dan pelaporan keuangan yang lebih tertib. Program PKM ini menjadi implementasi nyata komitmen Universitas Warmadewa dalam mendukung pembangunan ekonomi desa.

Melalui kolaborasi antara akademisi dan masyarakat, perguruan tinggi diharapkan dapat memberikan kontribusi langsung terhadap penguatan kelembagaan ekonomi desa.

Kegiatan ini juga selaras dengan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka atau MBKM serta pencapaian Indikator Kinerja Utama atau IKU perguruan tinggi. Ke depan, tim pengabdi Universitas Warmadewa berencana melanjutkan pendampingan secara berkala.

Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan pengetahuan yang telah diberikan dapat diimplementasikan secara nyata dalam operasional BUM Desa Semedi Karya. Dengan penguatan kapasitas manajerial, pemahaman perpajakan, strategi bisnis, serta aspek hukum, BUM Desa Semedi Karya diharapkan mampu berkembang lebih profesional dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Desa Senganan.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here