Wujudkan Bali Mandiri Energi, Pemprov Bali Dukung Proyek Percontohan Energi Arus Laut di Nusa Penida

0
44
Foto: Pemerintah Provinsi Bali mendukung penuh pengembangan energi bersih dan terbarukan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Bali Mandiri Energi. Dukungan tersebut disampaikan dalam Sosialisasi Pre-Feasibility Study Proyek Percontohan Energi Laut Terbarukan di Nusa Penida yang digelar di Four Star by Trans Hotel, Denpasar, Selasa (30/6).

DENPASAR, KEN-KEN – Sejalan dengan implementasi Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih, Pemerintah Provinsi Bali mendukung penuh penggunaan energi bersih dan terbarukan. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi Bali Mandiri Energi.

Hal itu mengemuka dalam Sosialisasi Pre-Feasibility Study Proyek Percontohan Energi Laut Terbarukan di Nusa Penida yang digelar di Four Star by Trans Hotel, Denpasar, Selasa (30/6).

Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menyampaikan bahwa proyek Energi Baru Terbarukan atau EBT laut dapat menjadi salah satu sumber energi alternatif bagi Bali.

Menurutnya, pengembangan energi laut sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Bali dalam memperkuat kemandirian energi berbasis sumber daya bersih dan berkelanjutan.

“Di sisi energi, salah satu kebijakan strategis pemerintah adalah Bali Mandiri Energi. Bahkan, Bapak Gubernur selalu mendukung penggunaan EBT, termasuk penggunaan kendaraan listrik dan pemanfaatan PLTS atap untuk instansi pemerintah, swasta, dan usaha pariwisata,” jelasnya.

Dewa Made Indra menegaskan, kajian energi laut terbarukan ini perlu dilakukan secara cermat dan menyeluruh.

Selain aspek teknis dan kelayakan energi, studi tersebut juga harus mempertimbangkan berbagai sektor lain yang berhubungan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Aspek yang perlu diperhatikan antara lain lingkungan, pariwisata, pelayaran, dan perikanan.

Karena itu, masukan dari masyarakat, tokoh adat, dan pelaku pariwisata dinilai penting sebelum proyek tersebut dijalankan.

“Kehadiran masyarakat Nusa Penida diharapkan dapat memberikan masukan terhadap pra-studi ini, mengenai hal-hal yang perlu dipertimbangkan agar tidak mengganggu sektor lain sehingga masyarakat setempat dapat memperoleh manfaat maksimal,” ungkapnya.

Sementara itu, Senior Research Scientist University of Maryland, Prof. R. Dwi Susanto, menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan energi arus laut.

Berdasarkan studi USAID-SINAR dan EBTKE-ESDM, terdapat 32 selat di Indonesia yang berpotensi dikembangkan sebagai lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut atau PLTAL.

Salah satu kawasan yang memiliki potensi tersebut adalah Selat Nusa Penida.

“Selat-selat di Indonesia sangat ideal untuk pengembangan EBT arus laut. Teknologinya juga telah terbukti andal dan layak secara komersial. Selain itu, tidak mengganggu estetika, aktivitas nelayan, pelayaran, maupun pariwisata,” ungkapnya.

Pre-Feasibility Study di Nusa Penida diharapkan menjadi proyek percontohan yang mampu membuktikan kelayakan komersial pemanfaatan energi arus laut.

Kajian ini juga diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan energi laut terbarukan di Bali pada masa mendatang.

Sosialisasi pra-studi kelayakan tersebut menjadi ruang untuk menyerap masukan dari berbagai pihak.

Masukan tersebut berasal dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta pelaku pariwisata terkait rencana pengembangan EBT arus laut di Selat Nusa Penida.

Melalui proyek percontohan ini, Pemprov Bali berharap pemanfaatan energi laut terbarukan dapat mendukung transisi energi bersih, mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, serta memperkuat kemandirian energi daerah.

Pengembangan energi arus laut di Nusa Penida juga diharapkan mampu berjalan selaras dengan pelestarian lingkungan, pariwisata berkelanjutan, dan kesejahteraan masyarakat lokal.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here