Wali Kota Jaya Negara Hadiri Bhakti Pujawali di Pura Sakenan

0
40
Foto: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa dalam kesempatan menghadiri Bhakti Pujawali di Pura Sakenan Desa Adat Serangan, Denpasar, Sabtu (27/6).

DENPASAR, KEN-KEN – Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama jajaran Pemerintah Kota Denpasar menghadiri rangkaian Bhakti Pujawali di Pura Sakenan, Desa Adat Serangan, Denpasar, Sabtu (27/6).

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa; Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, I Made Oka Cahyadi Wiguna; Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya; Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara; serta pimpinan perangkat daerah.

Turut hadir pula tokoh masyarakat dan ribuan umat yang tangkil untuk melaksanakan persembahyangan.

Berdasarkan Dudonan Piodalan yang diterbitkan Puri Agung Kesiman selaku pengempon Pura Sakenan, rangkaian piodalan diawali pada Kamis (25/6).

Rangkaian awal tersebut meliputi kegiatan mareresik, mamenjor, ngiyas pelinggih, serta ngunggahang lamak yang melibatkan pemangku, pengemong, panitia, mahasiswa, siswa, dan masyarakat.

Selanjutnya, pada Jumat (26/6), dilaksanakan prosesi Ngelungsur Ida Bhatara ke Pura Pesamuhan Agung.

Puncak Pujawali berlangsung pada Sabtu (27/6), ditandai dengan persembahyangan bersama.

Suasana sakral semakin terasa dengan pementasan Tari Rejang Wali, Tari Topeng Wali, dan Wayang Lemah sebagai bagian dari rangkaian upacara.

Rangkaian persembahyangan akan dilanjutkan dengan Bhakti Penganyar pada Minggu (28/6), Senin (29/6), dan Selasa (30/6).

Baca Juga:  Sekda Eddy Mulya Terima Kunker Pemkab Magelang

Pada hari terakhir juga akan dilaksanakan upacara Penyineban sebagai penutup seluruh rangkaian piodalan, dengan prosesi Ida Bhatara kembali ke payogan.

Usai mengikuti persembahyangan, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengatakan pelaksanaan Bhakti Pujawali merupakan momentum untuk memperkuat sradha dan bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Selain itu, pujawali juga menjadi sarana memohon keselamatan, kedamaian, serta kerahayuan jagat.

“Melalui pelaksanaan Pujawali ini, semoga seluruh umat senantiasa diberikan tuntunan untuk menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan sebagai implementasi ajaran Tri Hita Karana,” ujar Jaya Negara.

Di sela-sela kegiatan, Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka, menjelaskan bahwa berdasarkan tuntunan sastra suci Hindu seperti Lontar Sundarigama, Lontar Jaya Kusuma, dan Usana Bali, Hari Suci Kuningan merupakan momentum puncak kemenangan Dharma melawan Adharma.

Momentum tersebut dirayakan umat Hindu dengan penuh rasa syukur dan ketulusan.

I Made Arka menambahkan, perayaan Kuningan juga sarat makna filosofis melalui berbagai sarana upakara, seperti nasi kuning, tamiang, serta endong.

Menurutnya, Pura Sakenan sebagai salah satu Pura Dang Kahyangan yang disucikan memiliki kedudukan penting sebagai pilar spiritual di Kota Denpasar.

Baca Juga:  Perisai Diri Tainsiat Cup III Siap Digelar Juli Mendatang

Karena itu, setiap rangkaian pujawali di Pura Sakenan senantiasa dipadati umat dari berbagai daerah.

“Sebagai salah satu Pura Dang Kahyangan yang disucikan dan menjadi pilar spiritual di Kota Denpasar, Pura Sakenan senantiasa dipadati umat dari berbagai daerah. Kehadiran PHDI Kota Denpasar, majelis agama, perangkat desa adat, serta seluruh pemedek mencerminkan semangat kebersamaan dalam memohon anugerah kesehatan, kedamaian, dan kesejahteraan dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” ujar I Made Arka.

Melalui Bhakti Pujawali di Pura Sakenan, umat diharapkan semakin memperkuat nilai sradha bhakti, menjaga keharmonisan hidup, serta melestarikan tradisi keagamaan yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Rangkaian pujawali ini juga menjadi momentum memperkokoh semangat kebersamaan, menyama braya, dan rasa syukur dalam menjaga keseimbangan sekala dan niskala di Kota Denpasar.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here