Wahana Tukar Inovasi dan Strategi Pembiayaan Pembangunan Daerah Lewat KPBU
DENPASAR, KEN-KEN – Pemerintah Kota Denpasar menerima kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Magelang di Ruang Praja Utama Kantor Wali Kota Denpasar, Kamis (25/6).
Rombongan Pemerintah Kabupaten Magelang dipimpin Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, David Rudiyanto, bersama Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Sakir.
Kunjungan tersebut diterima langsung Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, bersama jajaran terkait.
Kegiatan ini bertujuan mempelajari penerapan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha atau KPBU yang tengah dikembangkan Pemerintah Kota Denpasar.
Skema tersebut menjadi salah satu alternatif pembiayaan dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan publik.
Plh. Sekda Kabupaten Magelang, David Rudiyanto, mengatakan pihaknya ingin memperoleh gambaran mengenai pertimbangan Pemerintah Kota Denpasar dalam memilih skema KPBU dibandingkan alternatif pembiayaan lainnya, seperti pinjaman daerah.
Selain itu, Pemkab Magelang juga ingin mengetahui berbagai tantangan yang dihadapi, strategi mitigasi yang dilakukan, serta pola koordinasi antarperangkat daerah dalam pelaksanaan KPBU.
“Dari kunjungan ini kami ingin belajar agar nantinya dapat diterapkan di Kabupaten Magelang,” ujarnya.
Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, menjelaskan bahwa pemilihan skema KPBU didasarkan pada sejumlah parameter.
Di antaranya, ketika suatu proyek membutuhkan investasi besar yang tidak dapat dibiayai sekaligus melalui APBD.
Selain itu, KPBU juga dipertimbangkan untuk proyek yang memerlukan pengelolaan jangka panjang, memiliki risiko yang lebih efisien ditanggung badan usaha, serta berpotensi menghasilkan pendapatan atau pembayaran layanan secara berkelanjutan.
Menurut Eddy Mulya, KPBU dipilih apabila berdasarkan perhitungan biaya sepanjang siklus proyek atau life cycle cost dinilai lebih efisien dibandingkan skema pembiayaan lainnya.
“Saat ini Pemerintah Kota Denpasar sedang menyiapkan dua proyek strategis yang direncanakan menggunakan skema KPBU, yakni Proyek Pengembangan Alat Penerangan Jalan atau APJ dan Pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya,” jelasnya.
Lebih lanjut dijelaskan, penggunaan pinjaman daerah dinilai lebih sesuai untuk proyek-proyek yang sederhana dan dapat sepenuhnya dikelola pemerintah daerah.
Sementara itu, proyek yang membutuhkan investasi besar, teknologi, standar layanan tertentu, pengelolaan jangka panjang, serta pembagian risiko dengan badan usaha lebih tepat menggunakan skema KPBU.
Dalam kesempatan tersebut, Eddy Mulya juga menjelaskan bahwa simpul KPBU Kota Denpasar berada di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah atau Bappeda Kota Denpasar.
Simpul KPBU tersebut dipimpin oleh Kepala Bappeda Kota Denpasar.
Keterlibatan dan koordinasi antar-OPD dalam kelompok kerja KPBU sejauh ini berjalan aktif dan sinergis.
Eddy Mulya berharap kunjungan kerja ini dapat memperkuat kerja sama antardaerah, khususnya dalam berbagi pengalaman dan inovasi pembiayaan pembangunan.
Melalui pertukaran informasi ini, pemerintah daerah diharapkan dapat semakin optimal dalam merancang pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik yang berkelanjutan.
Kunjungan kerja Pemkab Magelang ke Kota Denpasar ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antarpemerintah daerah dalam mencari solusi pembiayaan pembangunan yang efektif, efisien, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Editor: Ken



