
Tandai Penyineban Karya Agung di Pura Dang Kahyangan Payogan Agung dan Taman Beji Segara Rupek
BULELENG, KEN-KEN – Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri Penyineban Karya Memungkah, Ngenteg Linggih, Tawur Tabuh Gentuh, Mapadudusan Agung Menawa Ratna di Pura Dang Kahyangan Payogan Agung dan Taman Beji Segara Rupek, Minggu (28/6).
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Jaya Negara selaku Pangrajeg Karya mengikuti prosesi Nuek Bagia Pulakerti.
Diiringi suara gamelan dan kidung, rangkaian upacara penyineban berlangsung khidmat.
Prosesi diawali dengan ngias Ida Bhatara Sesuhunan, dilanjutkan persembahyangan bersama penyineban karya, dan diakhiri dengan sesolahan Topeng Dalem Sidakarya serta Nuek Bagia Pulakerti.
Klian Desa Adat Sumberklampok, I Putu Artana, selaku pengempon pura mengatakan, pujawali di Pura Payogan Agung dan Pura Beji Segara Rupek dilaksanakan setiap tahun sekali bertepatan dengan Tilem Sadha.
Pada tahun ini, pujawali dirangkaikan dengan Karya Memungkah, Ngenteg Linggih, Tawur Tabuh Gentuh, dan Mapadudusan Agung Menawa Ratna di kedua pura tersebut.
Artana menjelaskan, rangkaian karya telah berlangsung sejak 1 Mei lalu yang diawali dengan matur piuning karya.
Selanjutnya, pada 12 Juni dilaksanakan upacara Tawur, kemudian dilanjutkan upacara Melasti pada 13 Juni.
Puncak karya telah berlangsung pada Tilem Sasih Sadha, Minggu (14/6), kemudian dilanjutkan dengan Bhakti Penganyar hingga prosesi penyineban.
Sehari setelah penyineban, yakni Senin (29/6), akan dilaksanakan Upacara Nyegara Gunung.
Sebagai pamuput karya, akan dilaksanakan Bulan Pitung Dina Karya pada 26 Juli mendatang.
“Semoga dengan pelaksanaan Karya Memungkah, Ngenteg Linggih, Tawur Tabuh Gentuh, Mapadudusan Agung Menawa Ratna di Pura Dang Kahyangan Payogan Agung dan Taman Beji Segara Rupek ini dapat memberikan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia serta semua umat dalam lindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, selaku Pangrajeg Karya mengatakan bahwa rangkaian pujawali ini merupakan momentum bagi seluruh masyarakat untuk selalu eling dan meningkatkan sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Menurutnya, pujawali juga menjadi momentum penting untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai implementasi ajaran Tri Hita Karana.
Jaya Negara mengaku bersyukur karena seluruh rangkaian karya dapat berjalan lancar.
Ia menilai kelancaran tersebut tidak terlepas dari semangat gotong royong, ngayah, serta ketulusan seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung pelaksanaan karya.
Dengan semangat tersebut, Jaya Negara berharap seluruh rangkaian karya hingga nutug Bulan Pitung Dina dapat berjalan lancar dan memberikan kerahayuan bagi umat.
“Dengan pelaksanaan karya agung ini, mari kita tingkatkan rasa sradha bhakti sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai implementasi Tri Hita Karana,” ujar Jaya Negara.
Pelaksanaan penyineban karya ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian utama Karya Agung di Pura Dang Kahyangan Payogan Agung dan Taman Beji Segara Rupek.
Selain sebagai wujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, karya ini juga menjadi momentum memperkuat persaudaraan, gotong royong, dan kesadaran umat dalam menjaga keseimbangan sekala dan niskala.
Editor: Ken


