Pengrajeg Karya Agung Pura Dang Kahyangan Payogan Agung Segara Rupek, Wali Kota Jaya Negara Dampingi Gubernur Koster Ikuti Prosesi Tawur Tabuh Gentuh

0
66
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Ekonomi Digital Prananda Prabowo didampingi Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dan para bupati/wakil bupati se-Bali, (12/6).

BULELENG, KEN-KEN – Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, selaku Penglingsir Puri Penatih, Ketua Umum Paiketan Warga Arya Wang Bang Pinatih sekaligus Pengrajeg Karya, mendampingi Gubernur Bali, Wayan Koster, menghadiri Upacara Tawur sebagai rangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Tawur Tabuh Gentuh, Mapadudusan Agung, dan Manawa Ratna.

Upacara tersebut dilaksanakan di Pura Dang Kahyangan Payogan Agung Segara Rupek dan Pura Taman Beji Segara Rupek, Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Jumat (12/6).

Upacara dipuput oleh Ida Pedanda Gede Sukawati Manuaba, Ida Pedanda Gede Badjra Sikara Yoga, Ida Rsi Bhujangga Hari Dantam, serta Ida Pedanda Gede Putra Shidanta Manuaba.

Turut hadir Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa; para bupati dan wakil bupati se-Bali; Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti; serta Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya.

Tampak hadir pula Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Ekonomi Digital, Prananda Prabowo; Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara; Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa; Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. I Gusti Ayu Putu Suwandewi Eddy Mulya; serta sejumlah tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

Puncak Karya Padudusan Agung Manawa Ratna akan dilaksanakan pada Redite Paing Dungulan, Minggu (14/6), bertepatan dengan Tilem Sasih Sadha.

Upacara puncak karya akan dipuput oleh Ida Pedanda Gede Sukawati Manuaba selaku Wiku Yajamana, Ida Pedanda Bhoda Griya Gede Tegal Jadi Tabanan, Ida Rsi Bhujangga Hari Dantam, Ida Pedanda Rsi Agung Pinatih Kusuma Yoga, dan Ida Rsi Agung Sidemen Sumurdha.

Rangkaian puncak karya turut diisi prosesi peselang, pengubengan, dan pedanan yang diiringi kesenian wali seperti Topeng Wali, Wayang Lemah, Tari Rejang, dan Tari Baris Gede.

Kesenian wali tersebut dipersembahkan oleh para pengayah Jero Bendesa Adat se-Kota Denpasar.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, dalam kapasitasnya sebagai Penglingsir Puri Penatih, Ketua Umum Paiketan Warga Arya Wang Bang Pinatih sekaligus Pengrajeg Karya, menjelaskan bahwa pelaksanaan karya ini dilaksanakan setelah rampungnya pembangunan Pura Dang Kahyangan Payogan Agung Segara Rupek.

Pembangunan tersebut mendapat dukungan hibah dari Pemerintah Provinsi Bali.

Menurut Jaya Negara, lima tahun lalu telah dilaksanakan Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Mendem Pedagingan, dan Melaspas Alit.

Dengan rampungnya tahapan tersebut, tahun ini dapat kembali dilaksanakan Karya Mapadudusan Agung Manawa Ratna.

Jaya Negara mengatakan, seluruh rangkaian pujawali dilaksanakan dengan Wiku Yajamana Ida Pedanda Gede Sukawati Manuaba dan Tapini Karya Ida Pedanda Istri Anom.

Karya agung ini diharapkan mampu menghadirkan vibrasi kebaikan bagi umat, masyarakat, dan alam semesta.

Baca Juga:  D’Youth Fest 6.0 Kembali Hadir Jadi Ruang Kreativitas Anak Muda Kreatif Denpasar

Selain sebagai wujud rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, pelaksanaan yadnya juga menjadi sarana memperkuat nilai kebersamaan, persaudaraan, dan semangat ngayah di tengah kehidupan masyarakat Bali.

“Pelaksanaan karya ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus upaya bersama menjaga kesucian pura sebagai pusat spiritual umat. Semangat ngayah dan gotong royong yang ditunjukkan masyarakat patut dijaga dan diwariskan kepada generasi muda,” ujar Jaya Negara.

Jaya Negara juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Bali, para kepala daerah se-Bali, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan karya.

Menurutnya, nilai-nilai Tri Hita Karana yang diwujudkan dalam karya ini tetap relevan sebagai landasan menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.

Rangkaian yadnya telah dimulai sejak awal Mei 2026 melalui prosesi Matur Piuning, dilanjutkan Nuasen Karya, Melaspas Pelinggih, hingga berbagai tahapan penyucian lainnya.

Setelah puncak karya, rangkaian penganyaran akan berlangsung hingga 25 Juni 2026.

Selanjutnya, Upacara Nyineb akan dilaksanakan pada 28 Juni dan Nyegara Gunung pada 29 Juni 2026.

Seluruh rangkaian kemudian ditutup dengan Upacara Bulan Pitung Dina pada akhir Juli mendatang.

Baca Juga:  Wawali Arya Wibawa Hadiri Upacara Melaspas Pura Banjar Ratu Begawan Penyarikan di Banjar Dukuh Pesirahan, Pedungan

Pelaksanaan Upacara Tawur juga diakhiri dengan persembahyangan bersama, penandatanganan prasasti, serta penyerahan punia sebagai simbol dukungan dan kebersamaan dalam menyukseskan karya agung tersebut.

Melalui pelaksanaan Karya Agung di Pura Dang Kahyangan Payogan Agung Segara Rupek dan Pura Taman Beji Segara Rupek, diharapkan sradha bhakti umat semakin kuat, kesucian pura senantiasa terjaga, serta nilai-nilai ngayah, gotong royong, dan menyama braya terus hidup di tengah masyarakat Bali.

Karya ini juga menjadi momentum memperkuat harmoni sekala dan niskala sebagai fondasi kehidupan masyarakat Bali yang berbudaya, religius, dan berlandaskan Tri Hita Karana.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here