
DENPASAR, KEN-KEN – Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, membuka secara resmi Turnamen Tenis Meja Perbekel Cup IV Desa Padangsambian Kelod yang diselenggarakan di Banjar Padangsumbu Kaja, Minggu (7/6).
Selain sebagai kegiatan rutin tahunan, turnamen ini juga ditujukan untuk mencari bibit-bibit muda yang memiliki bakat di cabang olahraga tenis meja.
Sesaat setelah seremoni pembukaan kejuaraan dimulai, Wawali Arya Wibawa langsung mengawali pertandingan melawan beberapa peserta, termasuk peserta remaja.
Usai menyelesaikan satu babak pertandingan, Arya Wibawa mengaku melihat potensi besar dari para peserta muda yang ikut dalam turnamen tersebut.
“Saya melihat talenta luar biasa yang dimiliki oleh adik-adik ini. Mudah-mudahan turnamen seperti ini dapat menyaring atlet muda berbakat yang nantinya berprestasi untuk mewakili Kota Denpasar,” ungkap Arya Wibawa.
Lebih lanjut, Arya Wibawa mengatakan kegiatan turnamen di tingkat desa seperti ini menjadi angin segar bagi perkembangan olahraga tenis meja di Kota Denpasar.
Menurutnya, selain sebagai ajang pembinaan prestasi, turnamen juga menjadi wahana untuk meningkatkan kebugaran, imunitas, serta mempererat tali persaudaraan sesama penghobi olahraga tenis meja.
“Saya ucapkan selamat bertanding untuk para peserta, tetap jaga sportivitas dan jadilah yang terbaik,” pesan Arya Wibawa.
Sementara itu, Perbekel Desa Padangsambian Kelod, I Gede Wijaya Saputra, mengatakan Turnamen Tenis Meja Perbekel Cup ini merupakan pelaksanaan yang keempat kalinya setelah sebelumnya digelar secara rutin pada tahun-tahun sebelumnya.
Adapun hadiah yang diperebutkan dalam turnamen ini yakni Piala Bergilir Perbekel Cup dan sejumlah hadiah lainnya.
Gede Wijaya menjelaskan, jumlah peserta yang mengikuti turnamen terdiri atas 26 tim single dan 26 tim double yang merupakan perwakilan dari 13 dusun di Desa Padangsambian Kelod.
“Nantinya tim yang bertanding ini akan memperebutkan Piala Bergilir Perbekel Cup,” jelas Gede Wijaya.
Melalui pelaksanaan Turnamen Tenis Meja Perbekel Cup IV ini, diharapkan semakin banyak talenta muda tenis meja yang dapat terpantau dan dibina secara berkelanjutan.
Kegiatan ini juga menjadi ruang positif bagi masyarakat untuk memperkuat kebersamaan, menjaga kesehatan, serta menumbuhkan budaya olahraga di lingkungan desa.
Editor: Ken


