Wawali Arya Wibawa Buka Abian Kapas Klodan Festival, Dorong Kreativitas Generasi Muda Lestarikan Budaya Bali

0
41
Foto: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dalam kesempatan menghadiri dan membuka secara resmi Abian Kapas Klodan Festival 2026 yang berlangsung di Balai Banjar Abian Kapas Kelod, Desa Sumerta, Denpasar Timur, Minggu (7/6)

DENPASAR, KEN-KEN – Abian Kapas Klodan Festival 2026 yang berlangsung di Balai Banjar Abian Kapas Kelod, Desa Sumerta, Denpasar Timur, Minggu (7/6), secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa.

Pembukaan festival ditandai dengan pemukulan gong oleh Wawali Arya Wibawa.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Kota Denpasar, I Made Mudra; Camat Denpasar Timur, Ketut Sri Karyawati; tokoh masyarakat; serta ratusan peserta dan undangan yang memadati lokasi acara.

Di sela-sela kegiatan, Wakil Wali Kota Arya Wibawa menyampaikan apresiasi kepada Sekaa Teruna-Teruni atau STT Satya Dharma Laksana Banjar Abian Kapas Kelod yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan festival tersebut.

Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah mempererat persatuan, memperkuat kreativitas, sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya Bali.

“Kami sangat mengapresiasi semangat dan kreativitas para pemuda yang telah mampu menghadirkan kegiatan positif seperti ini. Festival ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkarya, berkolaborasi, serta menjaga warisan budaya Bali agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman,” ujar Arya Wibawa.

Baca Juga:  Denpasar Fashion Street 2026 Bertabur Karya Desainer Lokal dan Usung Misi Lingkungan

Lebih lanjut, Arya Wibawa berharap Abian Kapas Klodan Festival dapat terus berkelanjutan dan menjadi agenda kreatif yang mampu menarik minat generasi muda untuk terlibat aktif dalam kegiatan seni dan budaya.

Selain itu, festival ini juga diharapkan menjadi sarana memperkuat rasa kebersamaan, solidaritas, dan persaudaraan antar pemuda di Bali.

Sementara itu, Ketua Panitia Abian Kapas Klodan Festival 2026, Wayan Gagas Pradita Putra, menjelaskan bahwa festival tersebut digelar sebagai wadah kreativitas generasi muda sekaligus bentuk komitmen STT Satya Dharma Laksana dalam melestarikan seni budaya Bali.

Menurutnya, seni ogoh-ogoh telah menjadi salah satu identitas budaya masyarakat Bali yang perlu terus dirawat dan dikembangkan oleh generasi muda.

Ia menjelaskan, terdapat empat kategori lomba yang dipertandingkan dalam festival ini, yakni Lomba Ogoh-Ogoh Mini Kategori Mesin, Lomba Ogoh-Ogoh Mini Kategori Non-Mesin, Lomba Tapel Ogoh-Ogoh, dan Lomba Sketsa Ogoh-Ogoh.

Sebanyak 110 peserta dari berbagai kabupaten dan kota se-Bali turut ambil bagian dalam kompetisi tersebut.

Baca Juga:  Wawali Arya Wibawa Lepas Peserta NCC Motorun 2026 di Sanur

“Melalui festival ini kami ingin memberikan ruang bagi para seniman muda untuk menunjukkan kreativitasnya sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya Bali. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” ujar Gagas.

Suasana pembukaan berlangsung meriah dengan antusiasme peserta dan masyarakat yang hadir. Beragam karya kreatif ogoh-ogoh dengan berbagai tema dan karakter turut dipamerkan dalam festival tersebut.

Penilaian lomba melibatkan tiga dewan juri, yakni Cenk Cenk Bero, Gusman Surya, dan Dwi Aga.

Melalui Abian Kapas Klodan Festival 2026, generasi muda diharapkan semakin aktif mengambil peran dalam pelestarian seni budaya Bali. Festival ini juga menjadi bukti bahwa kreativitas anak muda dapat menjadi kekuatan penting dalam menjaga tradisi, memperkuat identitas budaya, serta menghadirkan ruang ekspresi yang positif di tengah masyarakat.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here