Pimpin Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, Gubernur Koster Ajak Generasi Muda Pegang Teguh Ideologi Bangsa

0
57
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster memimpin peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Lapangan Niti Mandala Renon, (1/6).

DENPASAR, KEN-KEN – Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Senin (1/6/2026), berlangsung lancar dan khidmat.

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, upacara tersebut dihadiri Forkopimda Provinsi Bali, perangkat daerah Pemerintah Provinsi Bali, instansi vertikal, serta organisasi dan kelembagaan lainnya di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali.

Gubernur Bali, Wayan Koster, memimpin langsung jalannya upacara. Gubernur dua periode ini menyampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan momentum refleksi untuk menguatkan kembali nilai-nilai luhur Pancasila sebagai pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Pancasila sebagai ideologi merupakan alat pemersatu bangsa yang sangat penting untuk menjaga kondusivitas dan eksistensi bangsa Indonesia,” jelas Koster.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Koster juga berpesan kepada generasi muda Bali agar senantiasa mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, Pancasila harus dijadikan landasan dalam membangun sikap, karakter, serta kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca Juga:  Peringatan Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno VIII, Pemkab Tabanan Tegaskan Semangat Persatuan dan Nasionalisme

“Untuk generasi penerus, generasi muda kita harus memegang teguh Pancasila sebagai ideologi bangsa dan memahami nilai-nilainya dengan baik. Menjadikan itu sebagai landasan kita dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara,” imbuhnya.

Salah satu momen utama dalam upacara tersebut adalah pengibaran Sang Saka Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka. Para petugas merupakan Paskibraka terbaik perwakilan kabupaten/kota se-Bali.

Semarak peringatan Hari Lahir Pancasila kemudian ditutup dengan yel-yel dari anggota Paskibraka Provinsi Bali. Mereka membentuk barisan mengelilingi Gubernur Bali dan pimpinan daerah lainnya sembari melantunkan lagu penyemangat. Suasana nasionalisme tampak terasa kuat dalam momentum tersebut.

Dalam upacara itu, Gubernur Wayan Koster juga membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila atau BPIP Republik Indonesia.

Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia.

Tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” menjadi pernyataan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia yang abadi.

Pancasila disebut sebagai bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas ribuan pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan.

Selain itu, Pancasila juga menjadi jangkar moral dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik.

Foto: Gubernur Bali Wayan Koster dan Forkopimda dan pengibar bendera Peringatan Hari Lahir Pancasila dalam sesi foto bersama usai acara.
Baca Juga:  Pemkab Tabanan Lepas Kontingen Pelajar ke Porjar Provinsi Bali 2026

Dalam amanat BPIP juga disampaikan bahwa Indonesia bukan hanya penonton dalam kancah dunia. Sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Pancasila menjadi fondasi kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang dianut bangsa Indonesia dinilai sebagai instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik.

Sebagai bangsa besar, Indonesia terus menunjukkan kepemimpinan nyata melalui kontribusi pasukan perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa, peran dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah. Hal tersebut merupakan pengejawantahan sila kedua Pancasila, yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

“Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia,” demikian petikan amanat yang dibacakan.

Dalam amanat itu juga ditegaskan bahwa Indonesia Raya bukanlah mimpi kosong. Namun, kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral dapat menyesatkan. Karena itu, seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, diajak menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup atau living ideology.

Nilai-nilai Pancasila diharapkan tidak hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah, melainkan benar-benar hidup dalam kebijakan publik, perilaku sosial, dan kehidupan masyarakat.

Kepada para menteri dan kepala daerah, BPIP juga menitipkan pesan agar setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat kecil, serta tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan.

Selain itu, seluruh elemen bangsa juga diajak untuk terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmoni kebangsaan.

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 ini, Gubernur Koster mengajak seluruh masyarakat Bali, khususnya generasi muda, untuk terus memegang teguh Pancasila sebagai ideologi bangsa. Pancasila diharapkan senantiasa hidup dalam setiap denyut kehidupan masyarakat sebagai dasar persatuan, perdamaian, dan kemajuan bangsa.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here