Wali Kota Jaya Negara Hadiri Nodia Upacara Melaspas Alit Pura Dalem Desa Adat Oongan

0
56
Foto: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Nodia Upacara Melaspas Alit Pura Dalem Desa Adat Oongan, Minggu (31/5). Pada kesempatan itu, Walikota Jaya Negara juga sekaligus melaksanakan mendem pedagingan dan ngaturang punia, ((31/5).

DENPASAR, KEN-KEN – Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri Nodia Upacara Melaspas Alit Pura Dalem Desa Adat Oongan, Minggu (31/5).

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Jaya Negara juga turut melaksanakan prosesi mendem pedagingan serta ngaturang punia sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian adat, budaya, dan kehidupan keagamaan masyarakat.

Di sela pelaksanaan upacara, Jaya Negara menjelaskan bahwa upacara keagamaan di Pura Dalem Desa Adat Oongan merupakan salah satu bentuk peningkatan sradha bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

“Apalagi di komunitas masyarakat seperti pengempon pura dan desa adat, kegiatan adat seperti ini perlu diapresiasi. Hal ini sekaligus menjadi upaya kita membangun sradha bhakti masyarakat melalui upakara yang dilaksanakan,” ujarnya.

Baca Juga:  Jaya Negara Saksikan Padiksan Ida Pedanda Gede Ngurah Dwaja Nata di Griya Kanginan, Sanur

Jaya Negara mengatakan, Pemerintah Kota Denpasar terus mengedepankan pemberdayaan masyarakat, termasuk dalam sektor keagamaan, adat, dan budaya. Menurutnya, pelaksanaan upacara seperti ini tidak hanya menjadi bagian dari tradisi spiritual, tetapi juga memperkuat kemandirian masyarakat dalam menyelenggarakan yadnya.

Ia juga mengapresiasi semangat krama Desa Adat Oongan yang mampu melaksanakan upakara secara mandiri dan penuh kebersamaan. Hal tersebut dinilai mencerminkan pelaksanaan yadnya yang memberikan manfaat luas, baik secara spiritual maupun sosial, yang dikenal dengan nilai Tri Guna Karya serta Satwika Karya.

Jaya Negara berharap, setelah dilaksanakannya Nodia Upacara Melaspas Alit Pura Dalem Desa Adat Oongan, seluruh umat, khususnya warga banjar dan pengempon pura, dapat terus meningkatkan rasa persaudaraan, persatuan, dan kebersamaan.

“Tentu pelaksanaan yadnya ini sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Kami berharap ke depan upacara yadnya ini dapat memberikan energi positif yang dapat memancarkan hal positif bagi umat serta menetralisir hal-hal negatif di lingkungan desa setempat,” katanya.

Baca Juga:  Turah Joko Pimpin Kodrat Bali, Eddy Mulya Dorong Kolaborasi Wujudkan Prestasi Olahraga

Sementara itu, Bendesa Adat Oongan, I Made Agus Uinbara Jaya, mengatakan pembangunan Pura Dalem Oongan merupakan tindak lanjut dari keputusan besar yang diambil dalam Paruman Desa pada 16 Februari 2022.

Dalam keputusan paruman tersebut disepakati bahwa Desa Adat Oongan berdiri sendiri dan memisahkan diri dari pemaksan dalem sebelumnya. Sebagai desa adat yang mandiri, krama memiliki kewajiban untuk melengkapi struktur Kahyangan Desa, yang meliputi Pura Puseh dan Pura Dalem.

Ia menjelaskan, rangkaian Upacara Melaspas Alit berlangsung khidmat dengan sejumlah prosesi utama. Di antaranya Upacara Pecaruan Panca Morsika, Upacara Pemakuh, serta Mendem Pedagingan.

“Pada kesempatan ini, Wali Kota Denpasar juga turut menyaksikan dan mengesahkan secara simbolis jalannya prosesi serta mendem pedagingan sebagai bentuk dukungan penuh pemerintah kota terhadap kelestarian adat dan budaya,” ungkapnya.

I Made Agus Uinbara Jaya juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Pemerintah Kota Denpasar dalam pelaksanaan upacara tersebut. Pihaknya berharap keberadaan Pura Dalem Desa Adat Oongan dapat semakin memperkuat kehidupan spiritual krama, sekaligus menjadi pusat pemersatu masyarakat adat.

Melalui pelaksanaan Nodia Upacara Melaspas Alit ini, krama Desa Adat Oongan berharap seluruh rangkaian pembangunan dan upacara dapat membawa kerahayuan secara sekala dan niskala, serta memperkuat keharmonisan kehidupan adat, agama, dan sosial kemasyarakatan di wilayah setempat.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here