DENPASAR, KEN-KEN – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Baladika Bali yang mengambil tema, “Merawat Pertiwi dan Peduli Lingkungan”, menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi, menyatukan visi perjuangan, serta menegaskan komitmen aksi nyata bagi masyarakat Bali, (5/5) di Puslat Bakti Negara, Sading, Badung.
Hal tersebut mengemuka dalam puncak perayaan HUT ke-22 Baladika Bali yang dihadiri jajaran pengurus, tokoh organisasi, dan elemen masyarakat. Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, Anggota DPR RI, I Wayan Sudirtha, S.H., PMI Badung, Lurah, Kepala Desa, dan Kepala Lingkungan setempat. Ketua Umum DPP Laskar Bali Jro Jali, Ketua Umum Aliansi Bali Angunggah Santi, Ajik Sumerta, serta jajaran pengurus kedua organisasi.
Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP Baladika Bali Bagus Alit Sucipta menegaskan bahwa peringatan ulang tahun organisasi tidak semata-mata menjadi seremoni, melainkan momentum penting untuk melakukan evaluasi terhadap program-program yang telah berjalan sekaligus merumuskan langkah menghadapi isu-isu strategis di masa mendatang.
“Ini bukan sekadar perayaan hari jadi, tetapi momentum untuk konsolidasi, evaluasi, dan memperkuat langkah perjuangan organisasi ke depan,” tegasnya.
Pada peringatan HUT ke-22 Baladika Bali bersama seluruh pengurus telah melaksanakan berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Kegiatan tersebut meliputi aksi bersih-bersih lingkungan, penanaman pohon, hingga bantuan sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.
Selain itu, semangat menjaga bumi dan lingkungan juga menjadi salah satu pesan utama yang disuarakan dalam kegiatan tersebut. Hal ini dinilai sejalan dengan kebutuhan Bali saat ini, terutama dalam menghadapi persoalan lingkungan seperti sampah.
Bagus Alit Sucipta yang juga Wakil Bupati Badung menyampaikan bahwa salah satu bentuk dukungan nyata kepada masyarakat dengan memberikan bantuan tong komposter dan bio komposter. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendorong percepatan penanganan sampah dari sumbernya di tingkat masyarakat.
“Meskipun kecil, tetapi inilah salah satu bentuk yang kita berikan untuk masyarakat yang kita cintai,” ujar Wakil Bupati Badung.
Lebih jauh, momentum ulang tahun ini juga menegaskan pentingnya sinergi antara organisasi kemasyarakatan dalam satu semangat besar, yakni menjaga Bali tetap harmonis, aman, dan nyaman. Kehadiran Aliansi Bali Angunggah Santi disebut sebagai bagian dari upaya menyatukan kekuatan organisasi dalam kerja-kerja sosial dan kemasyarakatan.
Dalam suasana penuh semangat persaudaraan, para peserta juga diajak untuk terus berpikir positif, berbuat positif, dan menghadirkan energi positif di tengah masyarakat. Organisasi masyarakat, menurut mereka, harus mampu menunjukkan kontribusi nyata dan tidak sekadar hadir dalam wacana.
“Yang dikenang masyarakat adalah perilaku dan perbuatan, wacana itu nomor dua,” tegasnya.
Peringatan HUT ke-22 Baladika Bali pun berlangsung dalam suasana kebersamaan dan solidaritas yang kuat. Kekompakan antaranggota disebut menjadi modal penting untuk terus menjaga eksistensi organisasi sebagai bagian dari masyarakat Bali.
“Kita bukan berbeda, kita adalah saudara. Kita berada di payung besar bersama,” ungkapnya.
Melalui momentum ini, Baladika Bali diharapkan semakin solid, semakin matang dalam organisasi, dan semakin nyata kontribusinya bagi masyarakat Bali. (aw)
Editor: Ken



