DENPASAR, KEN-KEN – Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, bersama Sekretaris I Tim Pembina Posyandu, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, mengikuti kegiatan Bina Posyandu Angkatan IV Tahun 2026 yang diselenggarakan Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali.
Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, 5–7 Mei 2026, bertempat di UPTD Bapelkesmas Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dan secara resmi dibuka oleh Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, Selasa (5/5).
Dalam arahannya, Ny. Putri Koster menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menyamakan pemahaman seluruh Tim Pembina Posyandu terkait peran dan fungsi posyandu ke depan, seiring transformasi layanan berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Menurutnya, berdasarkan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, posyandu tidak lagi hanya berfokus pada layanan kesehatan, melainkan telah berkembang melayani enam bidang, yakni kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial. Transformasi ini sekaligus menegaskan posisi posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa/Kelurahan (LKD).
Ia juga menekankan pentingnya peran kader sebagai ujung tombak pembangunan di tingkat masyarakat. Para kader diharapkan mampu menyerap aspirasi masyarakat di tingkat banjar maupun desa untuk kemudian disampaikan kepada pemerintah desa agar dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.
“Jika kader bergerak cepat dan terkoordinasi dengan baik, maka kebutuhan masyarakat juga akan lebih cepat terpenuhi,” tegasnya.
Lebih lanjut, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kompetensi Ketua TP Posyandu, pengarah, serta pengurus di tingkat kota/kabupaten, kecamatan hingga desa/kelurahan dalam melakukan pembinaan kepada kader posyandu.
Sementara itu, Ketua TP Posyandu Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai pembinaan ini sangat penting dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam memahami regulasi baru terkait transformasi posyandu.
“Melalui kegiatan ini, kami semakin memahami pentingnya penguatan kelembagaan, koordinasi lintas sektor, serta pemanfaatan anggaran yang tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa optimalisasi peran posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa menjadi kunci dalam mendukung pembangunan berbasis masyarakat. Dalam kegiatan ini, Kota Denpasar mengirimkan sebanyak 44 peserta.
Ketua Panitia, Ni Komang Sriani, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 112 peserta yang berasal dari Kota Denpasar dan Kabupaten Buleleng.
Adapun narasumber berasal dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, antara lain Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Bali. Kegiatan ini juga menghadirkan Putu Anom Agustina sebagai pengarah.
Materi yang diberikan meliputi transformasi posyandu berbasis enam bidang SPM, isu strategis dan kebijakan, percepatan implementasi program, hingga materi teknis di masing-masing bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, sosial, ketenteraman dan ketertiban umum, hingga pekerjaan umum dan perumahan rakyat.
Kegiatan ini juga dilengkapi dengan penyusunan Rencana Kerja dan Tindak Lanjut (RKTL) sebagai bentuk implementasi konkret di daerah masing-masing.
Editor: Ken



