BADUNG, KEN-KEN – Kehadiran tokoh masyarakat Badung, I Ketut Suiasa, dalam kegiatan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Badung mendapat sambutan hangat dari umat. Sosoknya dinilai tetap dekat dengan masyarakat, sederhana, dan konsisten menjaga kebersamaan serta kerukunan di tengah kehidupan sosial yang majemuk.
Dalam kegiatan tersebut, I Ketut Suiasa yang sebelumnya menjabat Wakil Bupati Badung periode 2016-2021 dan 2021-2025 tampak hadir dengan penuh kehangatan dan membaur bersama para peserta. Sikapnya yang tulus dan tanpa sekat kembali mengingatkan masyarakat pada figur pemimpin yang selama ini dikenal merakyat dan selalu menjaga hubungan baik dengan semua elemen umat.
Bagi umat Muslim di Kabupaten Badung, kehadiran I Ketut Suiasa bukan sekadar pertemuan biasa. Sosoknya masih dikenang sebagai figur yang menghargai kebersamaan, merawat keharmonisan, dan menghadirkan rasa teduh dalam kehidupan bermasyarakat.
Perwakilan MUI Badung menyampaikan apresiasi atas kehadiran I Ketut Suiasa dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran tokoh yang tetap menjalin hubungan baik dengan umat, bahkan setelah tidak lagi menjabat, merupakan teladan penting dalam memperkuat persaudaraan dan menjaga harmoni sosial.
“Kehadiran Bapak I Ketut Suiasa menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami. Beliau adalah sosok yang selama ini dikenal dekat dengan masyarakat, penuh perhatian, dan selalu menjaga semangat kebersamaan serta kerukunan antarumat,” ujar perwakilan MUI Badung.
Pihak MUI Badung juga menilai, ketulusan I Ketut Suiasa dalam menjalin kedekatan dengan umat menjadi nilai yang tetap hidup di tengah masyarakat. Kehadirannya tidak dipandang sebagai simbol formalitas, melainkan wujud nyata dari hubungan yang telah lama terbangun dengan baik.
“Yang paling kami rasakan adalah ketulusan beliau. Beliau hadir bukan semata karena jabatan, tetapi karena rasa kebersamaan yang memang sudah terjalin sejak lama. Hal inilah yang membuat beliau tetap dihormati dan dicintai oleh umat,” lanjutnya.
Kehadiran I Ketut Suiasa dalam kegiatan MUI Badung tersebut sekaligus menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak berhenti ketika masa jabatan berakhir. Nilai kepemimpinan justru tetap tumbuh melalui perhatian, kedekatan, dan kepedulian yang terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.
Di tengah keberagaman masyarakat Badung, sosok seperti I Ketut Suiasa dinilai penting sebagai teladan dalam merawat toleransi, membangun komunikasi yang sejuk, dan memperkuat persatuan antarwarga.
Masyarakat pun berharap semangat kebersamaan yang terus ditunjukkan I Ketut Suiasa dapat menjadi inspirasi bagi banyak pihak dalam menjaga keharmonisan sosial dan kebhinekaan di Kabupaten Badung.
Semoga I Ketut Suiasa senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam setiap langkah pengabdiannya kepada masyarakat.
Editor: Ken



