Ketua Yayasan Sri Kesari Warmadewa: Wisuda Bukan Akhir, Tetapi Awal Perjuangan di Dunia Nyata

0
159
Foto: Ketua Yayasan Sri Kesari Warmadewa, Prof. Dr. Drs. Anak Agung Gede Oka Wisnumurti, M.S., saat memberikan sambutan pada Wisuda ke-80 Universitas Warmadewa, di The Meru Hotel & Resort Sanur, (2/5./2026).

DENPASAR, KEN-KEN – Ketua Yayasan Sri Kesari Warmadewa menyampaikan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjuangan akademik, melainkan awal bagi para lulusan untuk memasuki kehidupan nyata, dunia kerja, serta pengabdian di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya pada prosesi Wisuda ke-80 Universitas Warmadewa yang berlangsung penuh khidmat dan kebahagiaan. Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Yayasan Sri Kesari Warmadewa, Rektor Universitas Warmadewa, senat universitas, para dekan, dosen, tenaga kependidikan, orang tua dan wali wisudawan, serta para wisudawan dan wisudawati.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Sri Kesari Warmadewa, Prof. Dr. Drs. Anak Agung Gede Oka Wisnumurti, M.S., menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Universitas Warmadewa atas berbagai capaian yang telah diraih, baik di tingkat institusi, fakultas, program studi, maupun mahasiswa. Ia menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa Universitas Warmadewa terus bergerak maju dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Ia juga menegaskan, status Universitas Warmadewa yang telah meraih akreditasi unggul merupakan wujud nyata penerapan nilai Sapta Bayu, khususnya nilai keempat, yaitu unggul dalam kinerja.

Baca Juga:  Tekankan Kinerja dan Inovasi Bermutu, Bupati Sanjaya Lantik 21 Pejabat di Lingkungan Pemkab Tabanan

“Warmadewa telah terakreditasi unggul. Itu menjadi bukti bahwa nilai Sapta Bayu telah diterapkan, terutama Sapta Bayu yang keempat, yaitu unggul dalam kinerja,” ujar Wisnumurti.

Momentum wisuda kali ini juga disebut memiliki makna khusus karena bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional. Menurutnya, pendidikan memiliki peran penting dalam membangun peradaban, membebaskan manusia dari kebodohan, kemiskinan, serta berbagai keterbatasan.

Ia menyampaikan bahwa semangat pendidikan yang diwariskan Ki Hadjar Dewantara tetap relevan hingga saat ini. Pendidikan tidak hanya dimaknai sebagai proses memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai jalan untuk membentuk manusia yang mampu memberi teladan, membangun kolaborasi, hidup bersama, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pendidikan adalah jalan untuk membebaskan manusia dari kebodohan, kemiskinan, dan berbagai keterbatasan. Inilah semangat pendidikan yang sejalan dengan visi Universitas Warmadewa, yakni Welfare for All, kesejahteraan untuk semua,” katanya.

Wisnumurti juga mengingatkan bahwa perubahan zaman saat ini berlangsung sangat cepat dan berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat. Karena itu, para lulusan harus mampu beradaptasi, memahami perkembangan zaman, serta siap menghadapi berbagai tantangan baru.

Baca Juga:  May Day 2026, Pemkot Denpasar Perkuat Kolaborasi Demi Kesejahteraan Pekerja

Menurutnya, perubahan yang terjadi di masyarakat juga harus diikuti dengan penyesuaian dalam berbagai bidang, termasuk regulasi dan kebijakan. Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, lembaga legislatif memiliki peran penting dalam memastikan aturan hukum tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Perubahan saat ini terjadi begitu cepat dan membawa dampak bagi masyarakat. Karena itu, regulasi juga harus mampu mengikuti perkembangan zaman agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, undang-undang tidak boleh bersifat statis. Regulasi harus dapat dievaluasi dan diperbarui sesuai perkembangan sosial, ekonomi, teknologi, budaya, serta kebutuhan masyarakat luas.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Yayasan Sri Kesari Warmadewa juga menyampaikan terima kasih kepada para orang tua dan wali wisudawan yang telah mempercayakan putra-putrinya untuk menempuh pendidikan di Universitas Warmadewa.

Ia mengatakan, selama menempuh pendidikan di kampus, para mahasiswa bukan hanya menjadi bagian dari proses akademik, tetapi juga menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Warmadewa. Karena itu, momentum wisuda menjadi saat untuk menyerahkan kembali para lulusan kepada keluarga dan masyarakat.

Baca Juga:  Universitas Warmadewa Gelar Visiting Lecture Internasional, Bahas Arsitektur Vernakular Bali di Tengah Ekonomi Pariwisata

“Kami mengucapkan terima kasih kepada para orang tua yang telah memberikan kepercayaan kepada Universitas Warmadewa untuk mendidik, mengarahkan, membimbing, dan mengajak putra-putri Bapak/Ibu berkolaborasi selama menempuh pendidikan di kampus tercinta ini,” ungkapnya.

Kepada para wisudawan dan wisudawati, ia menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan mengenakan toga merupakan hasil dari perjuangan panjang, kerja keras, serta dukungan keluarga.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa wisuda bukan akhir dari perjalanan. Justru setelah wisuda, para lulusan akan memasuki kehidupan yang sesungguhnya, baik dalam dunia kerja, kehidupan sosial, maupun pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Wisuda hari ini bukan akhir dari perjuangan. Justru wisuda hari ini adalah titik awal bagi saudara-saudara untuk melangkah menuju kehidupan yang sesungguhnya, berjuang meraih cita-cita, dan menghadapi dunia nyata,” pesannya.

Ia juga meminta para lulusan untuk tidak hanya menyimpan ilmu dan teori yang diperoleh selama kuliah, tetapi juga mampu mengaktualisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu yang didapatkan di bangku kuliah harus menjadi bekal untuk berkarya, berkolaborasi, dan berkontribusi bagi masyarakat.

“Jadikanlah apa yang telah didapatkan hari ini sebagai motivasi dan bekal untuk berjuang serta melangkah dalam kehidupan nyata, baik dalam dunia kerja, kehidupan bermasyarakat, membangun bangsa, maupun berkolaborasi di tengah-tengah masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, Wisnumurti juga mengingatkan para wisudawan agar selalu bersyukur kepada orang tua. Menurutnya, capaian yang diraih para lulusan tidak terlepas dari doa, kerja keras, dukungan, serta pengorbanan orang tua yang sering kali tidak terlihat secara langsung.

Baca Juga:  Gde Sumarjaya Linggih Dorong Pemerataan Pembangunan Bali, Ingatkan Pertumbuhan Ekonomi Tinggi Bisa Picu Inflasi

“Bersyukurlah kepada orang tua kalian. Apa yang kalian capai hari ini tidak lepas dari perjuangan mereka. Maka hormatilah dan bahagiakanlah orang tua kalian dengan cara-cara yang baik dan tepat,” tuturnya.

Di akhir sambutannya, Ketua Yayasan Sri Kesari Warmadewa berharap para lulusan mampu menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, dan almamater. Para alumni Universitas Warmadewa juga diharapkan mampu menjadi insan yang unggul, berkarakter, berintegritas, serta siap berkontribusi dalam pembangunan masyarakat, bangsa, dan negara.

“Selamat berjuang. Semoga apa yang kita cita-citakan dan perjuangkan bersama senantiasa mendapat tuntunan Tuhan Yang Maha Esa,” pungkasnya. (aw)

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here