HUT ke-20 SMKN 1 Petang, Wagub Giri Prasta Dorong Lahirnya Petani Muda Unggul di Bali

0
75
Foto: Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 SMKN 1 Petang yang dirangkaikan dengan pelepasan siswa kelas XII, Selasa (28/4).

BADUNG, KEN-KEN – SMK Negeri 1 Petang dinilai memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang unggul di sektor pertanian. Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 SMKN 1 Petang yang dirangkaikan dengan pelepasan siswa kelas XII, Selasa (28/4).

Dalam kesempatan tersebut, Giri Prasta menegaskan bahwa lulusan SMKN 1 Petang memiliki peluang besar untuk menjadi pelaku utama dalam pengembangan pertanian Bali ke depan. Menurutnya, sekolah kejuruan berbasis pertanian harus mampu melahirkan petani muda yang tidak hanya terampil, tetapi juga mampu berinovasi.

“Kedepannya, siswa lulusan SMKN 1 Petang dapat diarahkan menjadi petani muda yang unggul atau melanjutkan ke jenjang sarjana di jurusan pertanian, seperti di Universitas Udayana,” ujar Giri Prasta.

Sebelum memberikan arahan, Wagub Giri Prasta berkeliling mengunjungi stan bazar yang diselenggarakan para siswa SMKN 1 Petang. Dalam suasana penuh keakraban, ia terlihat membeli berbagai produk yang ditawarkan siswa, bahkan memborong dan membagikannya kepada peserta yang hadir.

Baca Juga:  Universitas Warmadewa Gelar Visiting Lecture Internasional, Bahas Arsitektur Vernakular Bali di Tengah Ekonomi Pariwisata

Giri Prasta menegaskan bahwa profesi petani merupakan profesi mulia dan memiliki masa depan yang menjanjikan. Ia menyebut, saat ini banyak anak muda Bali yang telah sukses di bidang pertanian, mampu menciptakan lapangan kerja, sekaligus ikut membangun desa.

Menurutnya, salah satu program strategis Pemerintah Provinsi Bali adalah penguatan sistem pertanian organik. Program tersebut menjadi peluang besar bagi masyarakat, termasuk siswa SMK pertanian, untuk mengembangkan potensi wilayah masing-masing.

“Salah satu program strategis Pemerintah Provinsi Bali adalah sistem pertanian organik. Ini menjadi potensi bagi masyarakat, termasuk siswa SMK Pertanian, untuk mengembangkan sistem pertanian organik, khususnya di Desa Plaga,” jelasnya.

Ia menambahkan, sektor pertanian memiliki hubungan erat dengan sektor pariwisata di Bali. Produk pertanian lokal, kata dia, harus mampu menjadi bagian dari rantai pasok industri pariwisata, baik hotel, restoran, maupun sektor ekonomi kreatif lainnya.

Giri Prasta menilai Desa Plaga dan kawasan Badung Utara memiliki potensi pertanian yang sangat besar. Sebagai wilayah dataran tinggi dan kawasan konservasi, Badung Utara tidak diarahkan untuk pembangunan hotel secara masif, melainkan harus diperkuat sebagai sentra pertanian produktif.

Baca Juga:  Ingatkan Generasi Muda akan Bahaya Narkotika, Pemkot Denpasar Gelar Sosialisasi ke SMP di Denpasar

“Badung Utara tidak mungkin dibangun hotel karena merupakan daerah konservasi. Jadi, harapan kita bagaimana agar hasil pertanian dari daerah Badung Utara dapat diserap dengan baik oleh industri pariwisata di Bali,” ungkap politikus asal Desa Plaga tersebut.

Dalam arahannya, Giri Prasta juga menyoroti tiga jurusan yang ada di SMKN 1 Petang, yakni Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, Pengolahan Hasil Pertanian, serta Pariwisata. Ia menilai ketiga jurusan tersebut saling mendukung, namun tetap perlu menjadikan pertanian sebagai core utama pengembangan sekolah.

Menurutnya, sinergi antara pertanian, pengolahan hasil, dan pariwisata dapat melahirkan ekosistem pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan Bali. Siswa tidak hanya diajarkan memproduksi hasil pertanian, tetapi juga mengolah, mengemas, memasarkan, dan menghubungkannya dengan sektor pariwisata.

“Bapak, Ibu, dan para siswa, saya ingin mengajak untuk melawan praktik tengkulak, pengepul, dan pengijon, serta memberikan kepastian harga demi kesejahteraan petani,” imbuhnya.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa kesejahteraan petani tidak hanya ditentukan oleh kemampuan produksi, tetapi juga oleh tata niaga yang adil. Giri Prasta mendorong agar generasi muda pertanian berani membangun sistem pemasaran yang lebih modern, transparan, dan berpihak kepada petani.

Di akhir sambutannya, Giri Prasta menyampaikan selamat Hari Ulang Tahun ke-20 kepada keluarga besar SMKN 1 Petang. Ia juga memberikan ucapan selamat kepada siswa kelas XII yang telah menyelesaikan pendidikan.

Ia berharap para lulusan SMKN 1 Petang dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, mengembangkan keterampilan, serta menjadi generasi muda Bali yang mampu menjaga sektor pertanian sebagai kekuatan utama pembangunan daerah.

“Selamat HUT ke-20 SMKN 1 Petang dan selamat kepada siswa kelas XII. Semoga dapat melanjutkan pendidikan, mencapai cita-cita, dan menjadi generasi muda yang berguna bagi Bali,” pungkasnya.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here