Anindya Bakrie: Bali Sumbang Hampir 60 Persen Pendapatan Pariwisata Nasional

0
125
Foto: Ketua Umum KADIN Bali, Anindya Bakrie dan Gubernur Wayan Koster saat Pengukuhan dan Pelantikan Dewan Kehormatan, Dewan Pertimbangan, Dewan Penasehat, Kepala Badan dan Dewan Pengurus KADIN Bali 2025-2030, (25/4).

DENPASAR, KEN-KEN – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia resmi mengukuhkan jajaran pengurus Kadin Provinsi Bali masa bakti 2025–2030 dalam seremoni di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center, Denpasar, Sabtu (25/4/2026). Pengukuhan ini menjadi puncak dari rangkaian proses organisasi yang telah dimulai sejak Musyawarah Provinsi Kadin Bali pada 12 Desember 2025.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, dalam sambutannya menyoroti capaian luar biasa sektor pariwisata Bali yang dinilai memberi kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Menurutnya, pada tahun sebelumnya Bali menerima sekitar 7,5 juta wisatawan dengan kontribusi pendapatan pariwisata mencapai sekitar Rp170 triliun, atau hampir 60 persen dari total pendapatan pariwisata nasional.

“Bali ini hanya sekitar 0,1 persen dari luas wilayah Indonesia, tapi mampu menyumbang hampir 60 persen pendapatan pariwisata nasional. Ini luar biasa,” ujarnya.

Baca Juga:  Gubernur Koster Ajak Civitas Akademika Unwar Batasi Plastik Sekali Pakai dan Kelola Sampah Berbasis Sumber

Menurut Anindya, potensi besar tersebut harus diimbangi dengan dukungan anggaran yang lebih memadai, termasuk untuk pembangunan infrastruktur penyeberangan dan berbagai sektor pendukung lainnya. Ia menegaskan pentingnya peningkatan alokasi anggaran agar dunia usaha di Bali, khususnya UMKM dan industri kecil menengah (IKM), dapat tumbuh lebih optimal.

Selain itu, Anindya juga mengingatkan pentingnya menjaga citra Bali di ruang publik, khususnya dalam pemberitaan media dan media sosial. Menurutnya, isu kecil dapat dengan cepat membesar dan memengaruhi persepsi wisatawan terhadap keamanan dan kenyamanan Bali sebagai destinasi unggulan.

“Kami di Kadin Indonesia akan ikut menyuarakan pentingnya menjaga pemberitaan, baik di dalam maupun luar negeri, karena ini sangat berpengaruh terhadap sektor pariwisata,” katanya.

Di tengah tantangan global, termasuk dampak konflik internasional dan fluktuasi nilai tukar rupiah, Kadin Indonesia menilai sektor pariwisata Bali sebagai bentuk “ekspor tanpa batas” yang harus terus diperkuat. Meski kunjungan wisatawan mancanegara pada 2026 relatif stabil, penurunan justru terjadi pada wisatawan domestik, yang diduga dipengaruhi oleh kenaikan harga tiket pesawat akibat biaya avtur.

Baca Juga:  Dari Pra Rakerkomwil IV Ke-21 APEKSI, Wali Kota Jaya Negara Ajak Perkuat Kolaborasi Hadapi Berbagai Tantangan

Ke depan, Bali juga didorong untuk tidak hanya bergantung pada sektor pariwisata. Diversifikasi ekonomi melalui sektor agrikultur dan digital dinilai penting untuk diperkuat, sejalan dengan visi menjadikan Bali sebagai Net Zero Island dan Green Island berbasis energi bersih serta transportasi ramah lingkungan.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi atas dukungan Kadin Indonesia, sekaligus menitipkan aspirasi terkait percepatan pembangunan infrastruktur di Bali.

“Kami berharap dukungan dari Kadin Indonesia, termasuk dalam menjembatani komunikasi dengan pemerintah pusat dan DPR, agar pembangunan infrastruktur di Bali bisa dipercepat,” ujar Koster.

Baca Juga:  Koster Temui Tiga Menteri, Pastikan Infrastruktur Bali Segera Dibangun

Koster juga mengakui adanya penurunan kunjungan wisatawan domestik pada Maret 2026, meski secara akumulatif hingga April 2026 masih menunjukkan tren positif sekitar 20 persen. Terkait mahalnya tiket pesawat, Koster menyebut solusi persoalan tersebut berada pada mekanisme perhitungan antara BUMN dan pihak swasta di sektor aviasi.

Pengukuhan pengurus Kadin Bali masa bakti 2025–2030 ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara dunia usaha dan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang lebih berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing. (aw)

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here