Besakih Tanpa Sampah Plastik, Koster Tegaskan Disiplin Total demi Kesucian Karya IBTK 2026 Larangan Plastik Sekali Pakai Diperketat, Pengawasan dan Sanksi Tegas Disiapkan

0
89
Foto: Pemerintah Provinsi Bali menegaskan komitmen kuat menjaga kesucian kawasan suci Pura Agung Besakih melalui kebijakan tegas pengendalian sampah, khususnya larangan total plastik sekali pakai, (31/3) lalu.

KARANGASEM, KEN-KEN – Menjelang puncak pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali menegaskan komitmen kuat untuk menjaga kesucian kawasan suci Pura Agung Besakih melalui kebijakan tegas pengendalian sampah, khususnya larangan total penggunaan plastik sekali pakai.

Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat persiapan akhir yang digelar di Ruang Rapat Gedung Wyata Graha, Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih, Karangasem, Selasa (31/3/2026).

Rapat itu dihadiri berbagai unsur strategis, di antaranya Danrem 163/Wirasatya, perwakilan Polda Bali, perwakilan Pemerintah Kabupaten Karangasem, sejumlah pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemprov Bali, Kepala Badan Pengelola Kawasan Besakih, serta prajuru Pura Agung Besakih.

Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa seluruh aktivitas di kawasan parahyangan wajib bebas dari sampah plastik.

“Yang ke parahyangan itu semuanya nonplastik. Tidak boleh ada tas kresek, botol plastik, gelas plastik. Semua harus bersih, ini soal kesucian,” tegas Koster.

Ia menekankan, seluruh pemedek yang masuk ke kawasan suci akan diperiksa. Apabila masih membawa plastik sekali pakai, maka tidak diperkenankan masuk sebelum barang tersebut diganti.

Tak hanya itu, prinsip “bawa masuk–bawa pulang” juga diberlakukan secara ketat selama pelaksanaan karya.

“Apa yang dibawa masuk harus dibawa pulang. Jangan buang di jalan, jangan di kawasan suci. Ini harus terus diumumkan, disampaikan, dan disebarluaskan agar seluruh masyarakat tahu,” ujar Koster.

Untuk mendukung kesucian Pura Agung Besakih sekaligus menjaga kebersihan alam sekitar, panitia dan pemerintah akan menggencarkan edukasi serta sosialisasi secara masif. Langkah penguatan yang telah disiapkan meliputi pemasangan sekitar 200 spanduk imbauan kebersihan, edukasi langsung di lapangan, pengumuman berulang melalui pengeras suara, hingga kampanye melalui media sosial.

Baca Juga:  Jineng dan Entil Resmi Dapat HAKI, Sanjaya Tegaskan Ini Jati Diri dan Kekuatan Ekonomi Tabanan

Selain itu, pengawasan di lapangan juga diperketat melalui penempatan petugas di sejumlah titik rawan, pemantauan melalui CCTV, serta penindakan terhadap setiap bentuk pelanggaran.

Sejumlah titik yang menjadi perhatian khusus antara lain area Parkir Kedundung, kawasan pedagang di Bencingah, jalur pergerakan pemedek, hingga beberapa area yang kerap dimanfaatkan untuk beristirahat.

Baca Juga:  Dampingi Presiden ke-5 RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali dan Perlindungan Martabat Budaya Pulau Dewata

Selain persoalan sampah, kebersihan pedagang dan keamanan pangan juga menjadi perhatian serius panitia. Bersama BPOM, Dinas Kesehatan, dan Puskesmas, panitia akan melakukan edukasi kepada pedagang, pengambilan sampel makanan, serta pemeriksaan rutin setiap hari.

Gubernur Koster menegaskan, sanksi tegas akan diterapkan apabila ditemukan pelanggaran, terutama yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat dan mencoreng pelaksanaan karya.

“Kalau masih bandel, kita tutup dan blacklist. Ini menyangkut kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Penyelenggaraan IBTK 2026 juga didukung gerakan kolektif berbagai unsur masyarakat. Mulai dari sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA, komunitas relawan, para pedagang, hingga desa adat di sekitar Besakih dilibatkan untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kesucian kawasan suci tersebut.

Gerakan ini menjadi simbol gotong royong dalam menjaga Pura Agung Besakih tetap suci, bersih, dan tertib di tengah kehadiran ribuan pemedek selama 21 hari pelaksanaan karya.

Di akhir arahannya, Koster menegaskan bahwa disiplin seluruh pihak menjadi kunci utama keberhasilan pelaksanaan karya.

“Ini bukan hanya soal acara besar, ini tentang menjaga kesucian Pura Agung Besakih, kesucian upacara yang digelar. Kalau kita disiplin, Besakih tetap suci dan bersih,” pungkas Gubernur Wayan Koster.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here