Pemkot Denpasar Gelar Dharma Shanti Nyepi 2026, Jaya Negara Tekankan Harmoni dan Persaudaraan

0
64
Foto: Pelaksanaan Dharma Santhi Nyepi yang dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar, Minggu (29/3)di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung yang dihadiri Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, dan Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, serta tamu undangan lainnya.

DENPASAR, KEN-KEN – Pemerintah Kota Denpasar menggelar Dharma Shanti sebagai rangkaian Rahina Suci Nyepi 2026 di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, Minggu (29/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat persaudaraan, kedamaian, dan nilai harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.

Acara berlangsung khidmat, diawali dengan pemujaan Dharma Shanti yang dipuput Ida Pedanda Gde Oka Bajing dari Griya Bajing Kesiman. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pagelaran seni bertajuk Ritus Tri Bhuwana.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Ketua Komisi II DPRD Denpasar I Wayan Sutama, unsur Forkopimda Kota Denpasar, Ketua PHDI Kota Denpasar I Made Arka, Ketua MDA Kota Denpasar I Ketut Wisna, Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Gusti Ayu Putu Swandewi Eddy Mulya, serta undangan lainnya.

Mengusung tema “Vasudhaiva Kutumbakam, Nusantara Harmoni, Indonesia Maju”, Dharma Shanti ini menegaskan nilai bahwa seluruh umat manusia adalah satu keluarga besar yang harus hidup rukun, saling menghormati, dan menjaga kebersamaan.

Di sela kegiatan, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menegaskan bahwa Dharma Shanti bukan sekadar ajang silaturahmi pasca-Nyepi, tetapi juga ruang refleksi untuk menumbuhkan kedamaian, toleransi, dan persatuan di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.

“Melalui Dharma Shanti ini, kita diajak untuk memperkuat rasa menyama braya, saling menghargai, serta menjaga keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan. Inilah fondasi penting dalam membangun Denpasar yang harmonis dan Indonesia yang maju,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Ketua Sabha Upadesa Kota Denpasar, Wayan Butuantara, dalam dharma wacananya mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Denpasar terhadap pelaksanaan kegiatan spiritual keagamaan. Ia menjelaskan bahwa Hari Suci Nyepi merupakan momentum peralihan waktu dalam penanggalan Saka yang sarat makna filosofis tentang keheningan dan penyucian diri.

Menurutnya, rangkaian Nyepi seperti Melasti menjadi simbol penyucian diri dan alam yang dilaksanakan di sumber-sumber air suci seperti laut, sungai, dan beji. Hal tersebut mengandung pesan agar umat senantiasa menjaga kesucian alam, khususnya air, sebagai sumber kehidupan.

Ia juga menekankan nilai Catur Brata Penyepian yang dimaknai melalui konsep ning, neng, nung, nang sebagai bentuk pengendalian diri untuk melebur sifat negatif, seperti kesombongan, iri hati, dan keinginan berlebihan.

“Ketulusan, kesucian, dan pengendalian diri menjadi kunci dalam menjalankan dharma atau kebenaran dalam kehidupan,” jelasnya.

Ketua Panitia Dharma Shanti, Cokorda Wisnu Wardana, mengatakan tema kegiatan ini sejalan dengan Dharma Shanti Nasional. Semangat menyama braya sebagai pengejawantahan bahwa seluruh ciptaan adalah bersaudara menjadi landasan dalam mendukung visi pembangunan Kota Denpasar yang berlandaskan budaya.

“Melalui semangat Sewaka Dharma atau pelayanan, kegiatan Dharma Shanti ini diharapkan mampu membangun kesadaran bersama untuk terus bergerak menuju masyarakat Denpasar yang harmonis dan Indonesia yang maju,” ujarnya.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here