Pemkot Denpasar Kumpulkan Kaling dan Kadus Denbar-Densel Bahas Percepatan Pengngolahan Sampah Berbasis Sumber hingga Sosialisasi Pengangkutan Sampah Berbasis Teknologi

0
70
Foto: Wali Kota I Gusti Ngurah Jaya Negara, didampingi Wakil Wali Kota I Kadek Agus Arya Wibawa serta Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya saat memimpin Rapat Koordinasi percepatan pengelolaan sampah berbasis sumber di Ruang Mahottama Gedung Sewaka Dharma (GSD) Denpasar, Jumat (27/3).

DENPASAR, KEN-KEN – Pemerintah Kota Denpasar terus menggencarkan percepatan pengelolaan sampah berbasis sumber, sekaligus menyosialisasikan sistem pengangkutan sampah berbasis teknologi. Upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lanjutan yang melibatkan para kepala lingkungan (kaling) dan kepala dusun (kadus) dari Kecamatan Denpasar Barat dan Denpasar Selatan, yang digelar di Ruang Mahottama, Gedung Sewaka Dharma (GSD) Denpasar, Jumat (27/3/2026).

Rakor dipimpin langsung oleh Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, didampingi Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, serta Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya. Turut hadir Camat Denpasar Selatan I.B. Made Purwanasara, Camat Denpasar Barat I Wayan Yusswara, jajaran OPD, serta perwakilan instansi terkait.

Dalam arahannya, Wali Kota Jaya Negara menegaskan bahwa pelibatan kaling dan kadus sangat penting karena memiliki kewenangan langsung di wilayah masing-masing dan berperan sebagai ujung tombak edukasi kepada masyarakat.

“Pengelolaan sampah berbasis sumber membutuhkan dukungan kaling dan kadus, baik dalam sosialisasi kepada masyarakat maupun dalam distribusi sarana seperti bag komposter. Tanpa dukungan di tingkat akar rumput, program ini tidak akan berjalan maksimal,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, Pemkot Denpasar telah menyampaikan berbagai program strategis pengelolaan sampah kepada kaling dan kadus untuk diteruskan kepada masyarakat. Hal ini meliputi data timbulan dan komposisi sampah, regulasi pengelolaan sampah, hingga langkah-langkah operasional di lapangan, termasuk sosialisasi pengangkutan sampah berbasis teknologi melalui laman dps.denpasarkota.go.id.

Baca Juga:  Pemkot Denpasar Libatkan Kaling dan Kadus Percepat Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Jaya Negara juga mengingatkan bahwa mulai 1 April 2026, sampah organik tidak lagi dibuang ke TPA Suwung. Karena itu, selain sosialisasi pemilahan sampah dan pembagian bag komposter, kaling dan kadus juga diharapkan dapat membantu warga yang memiliki sampah upakara untuk menghubungi DLHK Denpasar melalui nomor telepon (0361) 413930.

Pemerintah Kota Denpasar juga mengantisipasi kemungkinan terjadinya penumpukan dan pembuangan sampah liar yang memerlukan koordinasi cepat untuk penanganan. Oleh sebab itu, dalam rakor ini turut dijelaskan berbagai langkah antisipasi dan program penanggulangan penumpukan sampah.

Adapun salah satu upaya yang telah dijalankan yakni penerapan tata kelola sampah melalui sistem pelaporan permasalahan sampah terpadu satu pintu dalam aplikasi Lapor Sampah yang tersedia di website dps.denpasarkota.go.id.

Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat mengetahui lokasi terdekat bank sampah maupun TPS3R, sehingga memudahkan penyaluran dan pengelolaan sampah secara lebih terarah. Sistem ini juga mendukung pengurangan timbulan sampah dari sumber, menampilkan sebaran lokasi laporan sampah secara transparan dan berbasis peta, serta memungkinkan masyarakat melaporkan titik permasalahan sampah secara langsung untuk segera ditindaklanjuti petugas.

Baca Juga:  Buka Porsenijar Denpasar 2026 Wawali Arya Wibawa Tekankan Sportivitas dan Gerakan Zero Waste

“Misalkan ada sampah upakara seperti ngaben atau nganten, kita siapkan telepon khusus untuk sampah. Nanti kaling atau kadus bisa menghubungi nomor (0361) 413930 dan akan diambil oleh DLHK. Selain itu, untuk penumpukan sampah juga bisa dilaporkan melalui aplikasi di website dps.denpasarkota.go.id,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, mengajak seluruh kaling dan kadus untuk terus memperkuat koordinasi, kolaborasi, dan sinergi dalam menanggulangi permasalahan sampah.

“Kami berharap, melalui sinergi antara pemerintah dan perangkat wilayah, pengelolaan sampah berbasis sumber dapat berjalan optimal serta mampu mengurangi timbulan sampah secara signifikan di Kota Denpasar,” ujarnya.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here