Bagikan Bag Komposter, TP PKK Denpasar Ajak Warga Kelola Sampah dari Rumah

0
103
Foto: Sekretaris I Tim Penggerak (TP) PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa kembali melaksanakan sosialisasi sekaligus pembagian bag komposter kepada masyarakat, (25/3).

DENPASAR, KEN-KEN – Upaya mengurangi sampah di Kota Denpasar terus digencarkan. Tim Penggerak (TP) PKK Kota Denpasar kembali turun langsung ke masyarakat dengan membagikan bag komposter di Banjar Peken, Kelurahan Renon, Selasa (24/3) malam.

Kegiatan ini dipimpin Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, yang sekaligus mengajak masyarakat mulai memilah dan mengelola sampah dari rumah. Menurutnya, langkah ini penting dilakukan, apalagi ke depan TPA Suwung tidak lagi menerima sampah organik mulai 1 April 2026 dan akan ditutup permanen pada 1 Juni 2026.

“Kalau dari rumah sudah mulai memilah dan mengolah sampah, kita bisa mengurangi beban sampah di kota. Peran ibu-ibu sangat penting di sini,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keluarga memiliki peran besar dalam perubahan ini, terutama ibu rumah tangga yang sehari-hari bersentuhan langsung dengan pengelolaan sampah rumah tangga.

Baca Juga:  Wawali Arya Wibawa Hadiri Karya Mamungkah di Pura Taman Sari Padangsambian Klod

Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan Denpasar Selatan, Ny. Ida Ayu Alit Maharatni Purwanasara, menjelaskan bahwa bag komposter bisa dimanfaatkan untuk mengolah sampah organik seperti sisa makanan, sayur, kulit buah, hingga canang. Namun, masyarakat diingatkan untuk tidak memasukkan tulang, minyak, dan susu agar tidak menimbulkan bau tidak sedap.

“Kalau digunakan dengan benar, kompos sudah bisa dipanen dalam waktu sekitar satu bulan. Ini solusi sederhana yang bisa dilakukan dari rumah,” jelasnya.

Lurah Renon, I Gede Suweca, mengatakan bahwa distribusi bag komposter saat ini baru menjangkau 525 kepala keluarga dari total 3.003 KK di wilayahnya. Pihaknya menargetkan seluruh warga sudah mendapatkan fasilitas tersebut sebelum 1 April.

Baca Juga:  Dugaan Penyimpangan Program MBG di Tabanan Disorot, Muncul Isu Konflik Kepentingan

“Kami ingin masyarakat siap menghadapi perubahan ini, sehingga pengelolaan sampah bisa langsung berjalan dari sumber,” ujarnya.

Dengan langkah ini, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat dalam mengelola sampah secara mandiri. Dukungan aktif warga menjadi kunci agar volume sampah dapat ditekan dan lingkungan tetap bersih serta berkelanjutan.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here