Hari Kopi Sedunia di Petang, Bupati Adi Arnawa Siapkan Anggaran Pertanian Hulu-Hilir 2027

0
1052
Foto: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti dan pemangku kepentingan menghadiri peringatan Hari Kopi Sedunia 2026 di Badung Agro Techno Park, Desa Belok Sidan, Petang, Jumat (30/10/2026).

BADUNG, KEN-KENKHABARE – Pemerintah Kabupaten Badung bersama DPRD Kabupaten Badung berkomitmen memperkuat sektor pertanian melalui rencana alokasi anggaran sebesar 5 persen dari belanja mandatory APBD untuk pembangunan pertanian dari hulu hingga hilir pada anggaran perubahan tahun 2027. Kebijakan ini diarahkan untuk memperkuat Badung Utara sebagai kawasan penyangga pangan sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat dan industri pariwisata.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti dalam peringatan Hari Kopi Sedunia 2026 di kawasan Badung Agro Techno Park, Banjar Belok, Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang, Jumat (30/10/2026).

Melalui rencana tersebut, pemerintah daerah ingin membangun ekosistem pertanian yang terintegrasi, mulai dari penguatan sumber daya manusia, infrastruktur dan ketersediaan air, hingga pengolahan hasil serta pemasaran produk pertanian.

Bupati Adi Arnawa menjelaskan, Badung Utara memiliki peran strategis sebagai kawasan penyangga pangan bagi Badung Selatan yang berkembang pesat sebagai pusat akomodasi dan aktivitas pariwisata. Karena itu, pembangunan pertanian perlu dirancang agar mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga keberlanjutan lahan pertanian.

“Rencananya, dari sisi hulu kita akan melakukan revitalisasi SMK Pertanian di Petang untuk mencetak petani-petani muda yang mampu mengelola lahan pertanian. Termasuk menyediakan fasilitas atau lahan laboratorium pengolahan hasil pertanian bagi siswa jurusan pertanian, sehingga mereka tidak hanya belajar, tetapi juga bisa memperoleh penghasilan langsung dari hasil olahan pertanian,” ujarnya.

Selain pengembangan sumber daya manusia, Adi Arnawa menekankan pentingnya ketersediaan air untuk mendukung produktivitas pertanian. Pemkab Badung akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk menerjemahkan rencana alokasi anggaran tersebut ke dalam master plan pembangunan infrastruktur pertanian yang konkret.

Baca Juga:  HUT ke-77 RRT, Koster Dorong Investasi Tiongkok untuk PLTS hingga 1.500 MWp di Bali

Dari sisi hilir, pemerintah daerah berencana mengoptimalkan peran Perumda Pasar dan Pangan Giri Mangu Sedana sebagai off-taker atau pembeli siaga bagi komoditas unggulan Badung Utara.

Skema tersebut diharapkan membantu petani memperoleh kepastian pasar, menjaga stabilitas harga, serta meningkatkan nilai tambah hasil pertanian. Dalam jangka panjang, penguatan rantai pasok pertanian juga diharapkan dapat mendukung upaya menekan alih fungsi lahan.

Rencana pembangunan pertanian hulu-hilir ini menempatkan sektor pertanian tidak hanya sebagai penghasil bahan pangan mentah, tetapi juga sebagai sumber kegiatan ekonomi melalui pengolahan dan pemasaran produk lokal.

Dalam rangkaian peringatan Hari Kopi Sedunia tersebut, Pemkab Badung juga memperkenalkan produk olahan cokelat lokal bertajuk “Maclone Kakao Badung”.

Produk ini dikembangkan dari biji kakao berkualitas yang dibudidayakan di kebun demplot binaan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung. Biji kakao tersebut kemudian diuji coba melalui proses macloning dengan menggunakan biji kakao hasil fermentasi Ubud Raw Chocolate and Cacao.

Baca Juga:  Koster Beri Tenggat April 2027, Papan Nama di Bali Wajib Sesuaikan Aksara Bali

Pengembangan produk ini menjadi salah satu upaya untuk mendorong pengolahan hasil pertanian lokal agar memiliki nilai tambah dan daya saing. Potensi kopi dan kakao diharapkan dapat dikembangkan melalui kolaborasi antara petani, pelaku usaha, akademisi, pemerintah, dan industri pariwisata.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Nikmati Kopinya, Rasakan Buahnya, Banggakan Produk Lokal”. Selain mempromosikan kopi spesialti Badung, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan bagi berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem pengembangan produk lokal secara berkelanjutan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, Anak Agung Ngurah Raka Sukadana, mengatakan peringatan Hari Kopi Sedunia dilaksanakan sebagai respons terhadap perkembangan tren kopi global.

Ia menyampaikan bahwa berdasarkan data International Coffee Organization (ICO), Indonesia merupakan salah satu produsen kopi utama dunia. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah berharap produktivitas dan kualitas kopi lokal Badung semakin meningkat serta cita rasanya semakin dikenal masyarakat luas.

Peringatan ini turut dihadiri Ketua Komisi II DPRD Badung I Made Sada, anggota DPRD Badung I Gusti Lanang Umbara dan I Nyoman Artawa, Sekretaris Daerah Badung I.B. Surya Suamba, jajaran Forkopimda Badung, Ketua TP PKK Badung Rasniathi Adi Arnawa, Ketua DWP Badung Oliviana Surya Suamba, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali I Made Rai Yasa, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat se-Badung, serta perwakilan asosiasi industri pariwisata.

Melalui penguatan pertanian dari hulu hingga hilir, Pemkab Badung berharap kawasan Badung Utara semakin berperan sebagai pusat produksi pangan dan komoditas unggulan. Dengan dukungan infrastruktur, pengolahan hasil, serta kepastian pasar, sektor pertanian diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani sekaligus menopang keberlanjutan pariwisata Badung.

Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: 
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here