Jaya Negara Hadiri Karya Mamungkah Ngenteg Linggih Pura Segara Serangan

0
1055
Foto: Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri rangkaian Karya Mamungkah Ngenteg Linggih, Caru Manca Kelud, Nyatur Rebah, lan Mupuk Pedagingan di Pura Segara, Desa Adat Serangan, Senin (19/10/2026).

DENPASAR, KEN-KENKHABARE – Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri rangkaian Karya Mamungkah Ngenteg Linggih, Caru Manca Kelud, Nyatur Rebah, lan Mupuk Pedagingan di Pura Segara, Desa Adat Serangan, Senin (19/10/2026). Kehadiran tersebut menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kota Denpasar terhadap pelestarian adat, agama, tradisi, dan budaya Bali.

Prosesi yang berlangsung khidmat itu diawali dengan persembahan Tari Pendet oleh para ibu dari Desa Adat Serangan. Sejak pagi, alunan tetabuhan mengiringi rangkaian kegiatan keagamaan yang dihadiri anggota DPRD Kota Denpasar, jajaran Kecamatan Denpasar Selatan, jajaran Kelurahan Serangan, prajuru desa adat, serta krama pengempon pura.

Karya yadnya ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperkuat sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa sekaligus menjaga keberlanjutan tradisi keagamaan yang diwariskan secara turun-temurun.

Wali Kota Jaya Negara menyampaikan bahwa pelaksanaan karya yadnya tidak hanya menjadi wujud bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan dan memperkuat nilai spiritual dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, pelestarian tradisi keagamaan membutuhkan keterlibatan bersama agar nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Baca Juga:  Dekranasda Bali Fashion Day “Wastra Hitakara”, ASN Peduli Endek Gerakkan IKM Bali Bangkit

“Karya seperti ini merupakan warisan luhur yang harus terus dijaga bersama. Selain meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, pelaksanaan karya juga menjadi sarana mempererat rasa persaudaraan, gotong royong, serta menjaga keharmonisan kehidupan sesuai ajaran Tri Hita Karana,” ujar Jaya Negara.

Ia berharap seluruh rangkaian karya dapat berlangsung lancar hingga prosesi penyineban. Selain itu, pelaksanaan yadnya tersebut diharapkan membawa kerahayuan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi krama pengempon Pura Segara serta masyarakat Kota Denpasar secara luas.

Dukungan terhadap kegiatan adat dan keagamaan, lanjutnya, merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan kehidupan masyarakat Bali yang berlandaskan nilai-nilai spiritual, kebersamaan, dan keharmonisan.

Sementara itu, Bendesa Adat Serangan I Nyoman Gede Pariatha menjelaskan bahwa puncak karya akan dilaksanakan bertepatan dengan Rahina Purnama Kapat, Redite Kliwon, Minggu (25/10/2026).

Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wali Kota Denpasar beserta jajaran pemerintah kota yang dinilai menunjukkan perhatian terhadap pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan di Desa Adat Serangan.

“Kami atas nama seluruh masyarakat Desa Adat Serangan, mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota dan seluruh jajaran, atas perhatian kepada kami di Desa Adat Serangan ini,” katanya.

Baca Juga:  Turnamen Tenis Meja Hari Pajak Resmi Ditutup, Desa Tegal Kertha dan Desa Sumerta Kaja Jadi Juara

Menurut Pariatha, perhatian pemerintah menjadi penyemangat bagi krama untuk terus menjaga kelestarian adat, tradisi, dan budaya Bali. Dukungan tersebut diharapkan memperkuat semangat masyarakat dalam melaksanakan kewajiban adat dan keagamaan sekaligus meneruskan warisan budaya kepada generasi muda.

Pelaksanaan Karya Mamungkah Ngenteg Linggih di Pura Segara Serangan pun menjadi bagian dari upaya masyarakat menjaga kesinambungan tradisi keagamaan serta memperkuat hubungan sosial di lingkungan desa adat.

Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: Humaspemkotdps
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here