Megawati Bersama Pimpinan Bali dan Badung Tinjau Abrasi Pantai Kuta

0
1040
Foto: Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri bersama Gubernur Bali Wayan Koster, Wakil Gubernur I Nyoman Giri Prasta, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, dan Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta saat meninjau penanganan abrasi Pantai Kuta, Minggu (11/10/2026).

BADUNG, KEN-KENKHABARE — Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Megawati Soekarnoputri, meninjau penanganan abrasi Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Minggu (11/10/2026). Kunjungan ini menegaskan pentingnya sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga kawasan pesisir Bali yang menjadi salah satu pusat pariwisata internasional.

Dalam peninjauan tersebut, Megawati didampingi Gubernur Bali Wayan Koster, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, dan Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta.

Megawati menegaskan, penanganan abrasi dan pembangunan infrastruktur pengaman pantai harus dilakukan secara terpadu, tidak parsial, serta didukung kajian ilmiah agar solusi yang diterapkan sesuai dengan karakteristik kawasan pesisir.

“Penanganan infrastruktur, khususnya mitigasi abrasi pantai seperti di Pantai Kuta ini, tidak boleh dikerjakan secara sepotong-sepotong atau setengah-setengah,” tegas Megawati.

Ia mengingatkan bahwa kelestarian pesisir Bali berkaitan erat dengan keselamatan masyarakat, keberlanjutan lingkungan, dan masa depan Indonesia sebagai negara kepulauan.

“Kita harus ingat dan sampaikan kepada generasi muda: jika kita tidak merawat dan menjaga alam kita, Bali ini bisa hilang,” tambahnya.

Megawati juga mendorong keterlibatan BRIN dan para pakar untuk memperkuat kajian ilmiah sebagai dasar penyusunan kebijakan penanganan abrasi.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengawal ketahanan pesisir demi menjaga lingkungan sekaligus keberlanjutan ekonomi masyarakat.

Baca Juga:  Jineng dan Entil Resmi Dapat HAKI, Sanjaya Tegaskan Ini Jati Diri dan Kekuatan Ekonomi Tabanan

Menurutnya, Pantai Kuta memiliki nilai strategis sebagai destinasi yang dikenal wisatawan mancanegara. Karena itu, upaya penanganan abrasi dan penataan kawasan pantai perlu dilakukan untuk menjaga daya tarik serta kenyamanan pengunjung.

“Pantai Kuta memiliki nilai strategis yang harus dijaga sebagai ikon pariwisata internasional. Karena Pantai Kuta sudah terkenal di seluruh dunia, kita berusaha semaksimal mungkin untuk mengembalikannya sebagai ikon dan menjaga marwah Pantai Kuta,” ujar Adi Arnawa.

Ia menambahkan, proyek pedestrian dan restorasi pantai di koridor Kuta–Legian–Seminyak terus berjalan dengan fokus pada keamanan dan kenyamanan wisatawan.

Penanganan tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik kawasan pesisir, tetapi juga menjaga keberlangsungan aktivitas pariwisata dan perekonomian masyarakat setempat.

Dalam peninjauan tersebut, Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum Bidang Hubungan Antarlembaga, Triono Juno Asmoro, memaparkan data teknis mengenai kondisi garis pantai Bali.

Berdasarkan data yang disampaikan, total panjang garis pantai Bali mencapai 633 kilometer, dengan sekitar 215 kilometer terdampak abrasi.

Pemerintah telah menginvestasikan sekitar Rp1,2 triliun selama periode 2007–2025 untuk penanganan sekitar 130 kilometer pantai. Sementara itu, penanganan terhadap sisa 85 kilometer garis pantai yang masih kritis diperkirakan membutuhkan anggaran hingga Rp4 triliun.

Baca Juga:  Gempa M6,4 Guncang Simalungun, BNPB Pantau Dampak dan Imbau Warga Waspada

Besarnya kebutuhan tersebut menunjukkan bahwa penanganan abrasi memerlukan perencanaan jangka panjang, dukungan anggaran, serta koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Kementerian Pekerjaan Umum juga mengusulkan kajian bersama BRIN untuk mengidentifikasi dinamika iklim, kenaikan muka air laut, dan perubahan pola gelombang secara berkala. Kajian tersebut diharapkan menjadi dasar dalam menentukan metode penanganan yang sesuai dengan kondisi setiap kawasan pesisir.

Peninjauan Pantai Kuta turut dihadiri Ketua Komisi V DPR RI Lasarus, Wakil Kepala BRIN Laksdya TNI (Purn.) Amarulla Octavian, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kuswara, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak periode 2019–2024 I Gusti Ayu Bintang Darmawati.

Melalui peninjauan tersebut, penanganan abrasi Pantai Kuta diharapkan semakin terarah melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah, dukungan riset, serta pembangunan infrastruktur pengaman pantai yang berkelanjutan.

Upaya ini menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian pesisir Bali sekaligus mempertahankan keberlanjutan kawasan pariwisata yang menopang kehidupan masyarakat.

Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: ProkopimBadung
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here