
DENPASAR, KEN-KENKHABARE – Babak baru dunia otomotif Bali dimulai, setelah I Ketut Budiyana atau Usrox resmi dipercaya memimpin Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bali periode 2026–2030 setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) IMI Bali 2026 di Nexx Cafe, Jalan Diponegoro, Denpasar, Sabtu (26/9/2026).
Usrox menggantikan I Gusti Ngurah Anom atau Ajik Krisna yang sebelumnya memimpin IMI Bali. Pergantian kepemimpinan tersebut sekaligus membawa sejumlah agenda besar bagi organisasi, mulai dari pembinaan atlet, peningkatan prestasi, pengembangan sport tourism hingga kebutuhan fasilitas sirkuit yang representatif di Bali.
Musprov IMI Bali 2026 dibuka Ketua Umum IMI Moreno Soeprapto, didampingi Wakil Ketua Umum Organisasi PP IMI John Lubis.
Mengusung tema “Bersama Membangun Prestasi, Sinergi dan Masa Depan Otomotif Bali”, Musprov menjadi momentum konsolidasi sekaligus penetapan arah baru organisasi otomotif Bali hingga 2030.
Setelah proses persidangan Musprov selesai, Ketua Sidang sekaligus Ketua Panitia Musprov I Made Arka menyerahkan panji-panji IMI Bali kepada Usrox. Penyerahan tersebut menandai dimulainya periode kepemimpinan baru IMI Bali.
Usrox menegaskan kepengurusan baru tidak akan memulai semuanya dari nol. Berbagai program positif pada periode sebelumnya akan dilanjutkan, sembari memperkuat pembinaan atlet, prestasi dan pengembangan kegiatan otomotif yang dapat terhubung dengan sektor pariwisata.
“Kami akan bekerja keras membawa otomotif Bali semakin maju dan berkembang. Program-program yang sudah berjalan akan kami lanjutkan, sekaligus kami dorong agar pembinaan atlet, prestasi dan potensi sport tourism semakin berkembang,” ujar Usrox.
Sebelum Musprov berlangsung, Usrox telah membawa visi menjadikan IMI Bali sebagai rumah yang solid, transparan dan berprestasi serta memajukan dunia olahraga dan pariwisata berstandar nasional maupun internasional.
Di tengah perkembangan komunitas dan olahraga otomotif Bali, keberadaan fasilitas sirkuit menjadi salah satu kebutuhan yang mengemuka.
Sirkuit dinilai tidak hanya dibutuhkan untuk menyelenggarakan kompetisi, tetapi juga sebagai tempat latihan, pembinaan atlet dan regenerasi pembalap muda Bali.
Kebutuhan tersebut semakin strategis karena Bali memiliki potensi mengembangkan kegiatan otomotif sebagai bagian dari sport tourism, dengan menggabungkan kompetisi olahraga, komunitas otomotif dan kekuatan sektor pariwisata.
Ketua Umum IMI Moreno Soeprapto turut menyoroti pentingnya keberadaan fasilitas yang dapat menunjang pembinaan atlet.
Menurutnya, semakin banyak ruang yang tersedia untuk berlatih dan bertanding, semakin besar pula peluang melahirkan pembalap baru sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan event otomotif.
Salah satu peluang yang kembali mencuat adalah pembangunan sirkuit balap motor atau road race di Buleleng.
Moreno menilai keberadaan sirkuit representatif dapat memberikan manfaat yang lebih luas dibandingkan sekadar menjadi arena balap.
“Bali membutuhkan fasilitas sirkuit yang representatif. Ini bukan hanya untuk kegiatan balap, tetapi juga untuk pembinaan atlet sejak usia dini, menciptakan event berkualitas dan mengembangkan sport tourism. Kalau ada peluang pembangunan sirkuit baru di Buleleng, tentu ini harus dikaji dan diperjuangkan bersama,” kata Moreno.
Gagasan tersebut melanjutkan pembicaraan mengenai pembangunan sirkuit di wilayah Buleleng yang sebelumnya juga didorong pada masa kepemimpinan Ajik Krisna.
Salah satu lokasi yang pernah mengemuka berada di Lumbanan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, dengan lahan sekitar enam hektare milik Pemerintah Provinsi Bali yang dinilai berpotensi dikembangkan untuk fasilitas olahraga otomotif.
Ajik Krisna sebelumnya juga menyatakan komitmennya mendukung upaya menghadirkan sirkuit tersebut, termasuk untuk menyediakan tempat latihan bagi pembalap Bali dalam menghadapi berbagai kompetisi. Kebutuhan fasilitas balap juga berkaitan dengan agenda olahraga Bali ke depan.
Porprov Bali 2027 yang akan berlangsung di Buleleng menjadi salah satu momentum penting bagi cabang olahraga otomotif. Keberadaan venue yang memadai akan mendukung pelaksanaan kompetisi sekaligus memberikan ruang latihan berkelanjutan bagi atlet.
Dalam jangka lebih panjang, fasilitas tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mempersiapkan pembalap Bali menghadapi berbagai kejuaraan dan tahapan menuju kompetisi tingkat nasional.
Dengan demikian, pembangunan sirkuit tidak hanya dapat dilihat sebagai proyek fasilitas olahraga, tetapi juga berpotensi menjadi bagian dari ekosistem pembinaan atlet dan pengembangan event otomotif.
Selain pembinaan prestasi, kepengurusan IMI Bali periode 2026–2030 menghadapi peluang untuk mempertemukan dunia otomotif dengan kekuatan utama ekonomi Bali, yakni pariwisata.
Event otomotif nasional maupun internasional berpotensi mendatangkan peserta, komunitas dan penonton sekaligus menciptakan pergerakan ekonomi bagi hotel, restoran, transportasi hingga UMKM.
Konsep tersebut menjadi bagian dari pengembangan sport tourism, di mana kegiatan olahraga tidak berhenti pada kompetisi, tetapi juga menciptakan aktivitas ekonomi dan daya tarik wisata.
Moreno sebelumnya juga mendorong IMI Bali untuk membangun kolaborasi yang lebih luas, termasuk membuka ruang bagi investasi dan penyelenggaraan event berkualitas agar Bali semakin diperhitungkan sebagai destinasi kegiatan otomotif.
Bagi kepengurusan baru, tantangannya adalah menerjemahkan potensi tersebut menjadi program konkret yang tetap menempatkan pembinaan atlet, keselamatan, tata kelola organisasi dan prestasi sebagai fondasi utama.
Terpilihnya Usrox secara aklamasi akhirnya tidak hanya menandai pergantian pucuk pimpinan IMI Bali. Musprov 2026 sekaligus membuka agenda baru tentang bagaimana olahraga otomotif Bali dikembangkan dalam empat tahun ke depan dari pembinaan pembalap muda, kebutuhan sirkuit hingga menjadikan event otomotif sebagai bagian dari daya tarik pariwisata Bali.
Reporter: Tim Redaksi
Editor: I Nyoman Arta Wirawan


