
DENPASAR, KEN-KENKHABARE – Fakultas Pascasarjana Universitas Warmadewa (Unwar) memperkuat jejaring akademik internasional melalui seminar bertema “Transformasi Hukum Agraria dan Investasi Menuju Tata Kelola Ekowisata Berkelanjutan di Era Perubahan Iklim Global” di Ruang Sri Wijaya Mahadewi, Lantai IV Gedung Fakultas Pascasarjana Unwar, Kamis (24/9/2026).
Seminar yang dibuka Dekan Fakultas Pascasarjana Unwar, Prof. Dr. Ni Luh Made Mahendrawati, S.H., M.Hum., tersebut menghadirkan narasumber dari Timor Leste, Malaysia, Australia dan Indonesia. Kegiatan diikuti mahasiswa pascasarjana dan alumni serta merupakan kolaborasi Program Studi Magister Hukum, Magister Kenotariatan dan Program Doktor Hukum Unwar.
Menurut Prof. Mahendrawati, kehadiran akademisi dari sejumlah negara bukan sekadar untuk menghadirkan perspektif internasional, tetapi merupakan bagian dari implementasi kerja sama yang telah dibangun Fakultas Pascasarjana Unwar dengan berbagai perguruan tinggi dan institusi mitra.

“Kita menggunakan para narasumber dari luar negeri itu tujuannya bukan untuk memilih secara individu. Kita selalu bagaimana mitra, mitra kerja sama yang menjadi payung daripada pelaksanaan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” jelasnya.
Prof. Mahendrawati menegaskan, kerja sama internasional tidak boleh berhenti pada nota kesepahaman atau MoU. Setiap kerja sama harus memiliki implementasi konkret yang memberikan manfaat bagi kedua institusi.
“MoU yang dibuat tidak hanya sekadar MoU, tidak hanya sekadar kesepakatan bersama terkait Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi harus ada implementasinya. Salah satu implementasinya ini adalah sebagai narasumber dalam seminar internasional,” ungkapnya.
Kerja sama tersebut mencakup berbagai bentuk kegiatan, mulai dari proses pembelajaran, penelitian bersama hingga kolaborasi akademik lainnya.
Kehadiran narasumber dari Timor Leste, misalnya, merupakan bagian dari hubungan kemitraan dengan perguruan tinggi di negara tersebut. Hal serupa dilakukan melalui kerja sama dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia dan mitra dari Institute of Skills and Training Australia.
Perspektif Internasional untuk Perkaya Kajian Bali
Menurut Prof. Mahendrawati, latar belakang dan keahlian para narasumber memberikan ruang bagi Fakultas Pascasarjana Unwar untuk melihat persoalan hukum agraria, investasi, lingkungan dan ekowisata dari perspektif lintas negara.
Perspektif tersebut dinilai relevan dengan posisi Bali sebagai daerah tujuan wisata internasional. Pengembangan investasi pariwisata tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membutuhkan kepastian hukum, perlindungan masyarakat, pengelolaan tanah dan keberlanjutan lingkungan.
Karena itu, perspektif internasional ditempatkan sebagai bahan perbandingan dan pengayaan akademik untuk melihat bagaimana hukum dan kebijakan merespons perkembangan investasi dan pariwisata.
Studi komparatif antarnegara diharapkan dapat memperkaya pemikiran sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan kebijakan hukum di Indonesia, tanpa mengesampingkan konteks hukum nasional.
Internasionalisasi Harus Sejalan dengan Visi Keilmuan
Fakultas Pascasarjana Unwar juga menekankan bahwa kegiatan internasionalisasi harus tetap sejalan dengan visi Universitas Warmadewa, visi Fakultas Pascasarjana serta visi keilmuan masing-masing program studi.
“Jadi harus sejalan. Misi-misi dari Fakultas Pascasarjana yang diturunkan dari visi Universitas Warmadewa, visi Fakultas Pascasarjana, dan visi keilmuan daripada prodi yang ada di Fakultas Pascasarjana,” kata Prof. Mahendrawati.
Dengan demikian, internasionalisasi tidak ditempatkan semata sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi bagian dari pengembangan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Fakultas Pascasarjana Unwar juga terus mengembangkan jejaring akademik internasional melalui berbagai bentuk kegiatan. Sebelumnya, kerja sama dengan mitra dari California antara lain diimplementasikan melalui kegiatan kuliah umum.
Targetkan Kolaborasi Riset dan Rekomendasi Kebijakan
Seminar internasional tersebut diarahkan untuk mendorong kolaborasi penelitian hukum sekaligus memperkuat posisi Program Studi Magister Hukum Unwar sebagai pusat kajian hukum yang menghubungkan kearifan lokal dengan isu global.
Output kegiatan juga diarahkan pada penguatan jaringan kerja sama internasional serta penyusunan rekomendasi pembaruan kebijakan hukum, khususnya dalam membangun model tata kelola ekowisata berkelanjutan berbasis transformasi hukum agraria dan investasi.
“Seminar internasional ini dapat menjadi ruang untuk mempertemukan perspektif global dengan persoalan lokal Bali, sekaligus memastikan kerja sama internasional benar-benar menghasilkan implementasi konkret dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” pungkasnya.
Reporter: Tim Redaksi
Editor: I Nyoman Arta Wirawan


