
TABANAN, KEN-KEN KHABARE – Derasnya arus informasi di era digital menuntut pengelolaan komunikasi publik yang semakin profesional, informatif, dan berintegritas. Hal tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan Penguatan Fungsi Kehumasan yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tabanan di Ruang Rapat Jayaning Singasana, Kantor Bupati Tabanan, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Kompetensi Kehumasan dalam Mewujudkan Komunikasi Publik yang Profesional, Informatif, dan Berintegritas” tersebut dibuka langsung Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya dan diikuti sekitar 50 peserta dari perangkat daerah serta instansi vertikal di Tabanan.
Bupati Sanjaya mengapresiasi kegiatan yang digagas PWI Tabanan bersama PWI Bali tersebut. Menurutnya, peningkatan kompetensi kehumasan menjadi bagian penting dalam memperkuat komunikasi pemerintah dengan masyarakat sekaligus mendukung kontribusi pers terhadap pembangunan daerah.
“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Tabanan, saya menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini. Inisiatif yang dilakukan oleh saudara-saudara kami, khususnya PWI Tabanan maupun PWI Bali, merupakan langkah yang sangat strategis dalam memperkuat kompetensi kehumasan untuk mewujudkan komunikasi publik yang profesional, informatif, dan berintegritas,” ujar Sanjaya.
Sanjaya menilai perkembangan teknologi telah membuat arus informasi berlangsung semakin cepat. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi insan pers maupun pengelola kehumasan untuk semakin memahami etika dalam menjalankan tugas.
“Karena tantangan PWI, Persatuan Wartawan Indonesia khususnya Tabanan, Bali, bahkan Indonesia, saat ini luar biasa tantangannya. Ternyata begitu dahsyat arus digitalisasi, arus informasi komunikasi begitu cepat,” ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya pemahaman terhadap kode etik agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap memiliki nilai edukatif dan tidak semata-mata mengejar perhatian publik.
Sanjaya juga mendorong insan pers dan humas menjadi agen perubahan yang mampu memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Kita mestinya menjadi agen perubahan, agen yang memberitakan, agen yang harus duluan mengerti kode etik daripada yang tidak mengerti kode etik. Ketika pemberita tahu kode etik jurnalistik kehumasan, juga nanti akhirnya bisa mengedukasi kepada anak-anak kita ke depan,” tegasnya.
Ia mengingatkan agar kebutuhan membuat informasi menjadi viral tidak mengesampingkan kesesuaian antara judul dan isi pemberitaan.
Selain penguatan kapasitas di lingkungan pemerintah daerah, Sanjaya berharap pemahaman kehumasan dapat diperluas hingga tingkat desa.
Menurutnya, aparatur desa juga perlu memiliki kemampuan yang memadai dalam mengelola informasi publik serta berkomunikasi ketika berhadapan dengan media.
Peningkatan kapasitas tersebut diharapkan dapat menjangkau 133 desa di Kabupaten Tabanan, sehingga pengelolaan komunikasi publik tidak hanya berjalan baik di tingkat kabupaten, tetapi juga sampai ke tingkat pemerintahan desa.
Sementara itu, Ketua PWI Provinsi Bali I Wayan Dira Arsana mengatakan, peran humas di era saat ini tidak lagi sebatas kemampuan menulis. Pengelola humas juga dituntut mampu melakukan manajemen informasi secara strategis.
“Humas sekarang tentu tidak hanya cakap menulis, tapi ke depan dituntut juga menjadi manajemen, mampu memetakan mana yang layak, mana yang pantas, mana yang perlu dijelaskan, mana yang perlu diklarifikasi, sehingga wajah pimpinan benar-benar terselamatkan dengan karya-karya humas,” jelasnya.
Menurut Dira Arsana, sinergi antara PWI, pemerintah, dan insan humas penting untuk membangun komunikasi publik yang profesional sekaligus menjaga kualitas informasi yang diterima masyarakat.
Ketua PWI Kabupaten Tabanan selaku panitia pelaksana, Dewi Puspawati, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen PWI Tabanan dalam mendukung peningkatan kapasitas dan profesionalisme tenaga kehumasan.
Pelatihan diarahkan untuk meningkatkan keterampilan dalam menyusun informasi yang informatif dan menarik sekaligus memperkuat kemitraan antara pers dan pemerintah.
“Semoga kerja sama yang terjalin dalam kegiatan yang diselenggarakan hari ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan kemajuan Kabupaten Tabanan, Bali, dan kemajuan Tabanan, kemajuan Bali, kemajuan Negara Republik Indonesia, bahkan kemajuan dunia,” imbuhnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Kehormatan Provinsi PWI Bali I G.M.B. Dwikora Putra, jajaran pengurus PWI Bali, Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati, S.I.K., M.H., unsur Forkopimda, Sekda dan kepala perangkat daerah, perwakilan Kantor Kementerian Agama, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI dan Lapas Tabanan, Ketua KPU, Ketua Bawaslu, Ketua KONI Tabanan, serta undangan lainnya.
Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: ProkopimTabanan


