
BADUNG, KEN-KENKHABARE – Bunda Anti Narkoba Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, mengajak para pelajar SMP Negeri 4 Kuta Utara untuk berani menolak segala bentuk penyalahgunaan narkotika. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi pencegahan narkoba di lingkungan sekolah, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti ratusan siswa dan dihadiri perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Badung, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Badung, kepala sekolah serta jajaran guru.
Dalam arahannya, Rasniathi menekankan pentingnya membangun karakter dan kewaspadaan sejak usia remaja. Menurutnya, pelajar merupakan aset keluarga sekaligus generasi yang akan menentukan masa depan Kabupaten Badung.
Ia mengingatkan para siswa agar tidak menganggap narkoba sebagai sesuatu yang keren maupun sebagai jalan keluar dari persoalan yang dihadapi.
“Jangan pernah kira narkoba itu keren atau solusi pelarian. Narkoba adalah perusak masa depan yang nyata menghancurkan tubuh, merusak akal sehat, dan mematikan cita-cita yang sedang kalian bangun perlahan,” tegasnya.
Rasniathi juga meminta para pelajar tidak mudah terpengaruh ajakan lingkungan pertemanan maupun bujukan melalui media sosial.
“Tutup telinga rapat-rapat terhadap ajakan teman yang salah, godaan sekali coba, maupun rayuan terselubung di dunia media sosial,” ujarnya.
Selain memberikan pemahaman mengenai bahaya narkoba, para siswa dibekali langkah praktis untuk menghadapi berbagai bentuk penawaran zat adiktif. Mereka diminta berani berkata tidak, meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penawaran yang semakin beragam serta tidak menerima barang atau makanan dari orang yang tidak dikenal.
Pelajar Diajak Isi Masa Muda dengan Kegiatan Positif
Rasniathi mengajak para pelajar mengisi masa muda dengan kegiatan yang memberikan manfaat, seperti belajar, berkarya, berolahraga dan mengejar prestasi.
Sosialisasi juga dikemas melalui diskusi interaktif. Para siswa diajak memahami sejumlah faktor yang dapat mendorong seseorang terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika, termasuk stres, perundungan (bullying) dan tekanan lingkungan pertemanan.
Dalam diskusi tersebut, siswa juga mendapatkan pemahaman mengenai dampak zat adiktif terhadap kesehatan fisik dan mental, khususnya bagi remaja.
Kegiatan ini sekaligus menekankan pentingnya sinergi antara sekolah, pemerintah daerah dan keluarga dalam melakukan pencegahan. Lingkungan yang mampu memberikan pengawasan, pendampingan dan edukasi dinilai menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan diri pelajar terhadap penyalahgunaan narkoba.
Melalui sosialisasi berkelanjutan, Pemkab Badung mendorong terbentuknya lingkungan pendidikan yang mampu membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keberanian untuk menolak narkoba serta memilih kegiatan yang positif.
Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: ProkopimBadung


