
1.300 Peserta Meriahkan Denpasar Kite Festival ke-10, Kreativitas dan Sportivitas Jadi Warna Festival
DENPASAR, KEN-KEN KHABARE – Tradisi layang-layang terus mendapat ruang untuk tumbuh di Kota Denpasar. Memasuki satu dekade penyelenggaraan, Denpasar Kite Festival ke-10 kembali digelar di Kawasan Pantai Merta Sari, Sanur, Denpasar, dengan melibatkan sekitar 1.300 peserta.
Festival yang mengusung tema “Dasavarse Patanga Vaibhavam” tersebut secara resmi dibuka Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Minggu (30/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 29–30 Agustus 2026, ini menjadi momentum penting perjalanan Denpasar Kite Festival sekaligus ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas, menjaga tradisi, dan memperkuat kebersamaan melalui permainan layang-layang.
Ketua Umum Pelangi Denpasar I Wayan Mariana Wandhira mengatakan, tema “Dasavarse Patanga Vaibhavam” dipilih sebagai penanda perjalanan Denpasar Kite Festival yang telah memasuki tahun ke-10.
Menurutnya, antusiasme peserta dan masyarakat terhadap festival layang-layang tersebut terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun.
“Pelangi Denpasar telah melaksanakan kegiatan ini untuk yang ke-10 kalinya. Peserta terus meningkat setiap tahun. Tahun ini jumlah peserta mencapai sekitar 1.300 peserta,” ujar Wayan Mariana Wandhira.
Wandhira yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar menambahkan, peningkatan jumlah peserta diikuti dengan upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan.
Denpasar Kite Festival tidak hanya diarahkan sebagai hiburan dan ajang kreativitas, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun sportivitas serta menjunjung prinsip fair play dalam setiap perlombaan.
“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas kegiatan. Sportivitas dan fair play menjadi hal penting yang harus dijunjung oleh seluruh peserta,” imbuhnya dalam rilis yang diterima redaksi.
Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara memberikan apresiasi terhadap konsistensi Pelangi Denpasar dalam mempertahankan penyelenggaraan festival hingga memasuki satu dekade.
Menurut Jaya Negara, keberlanjutan kegiatan tersebut menunjukkan adanya komitmen untuk menjaga permainan tradisional layang-layang agar tetap hidup, berkembang, dan diminati masyarakat.
“Sepuluh tahun bukan waktu yang singkat. Ini menunjukkan konsistensi dan semangat untuk menjaga serta mengembangkan tradisi layang-layang. Pemerintah Kota Denpasar tentu memberikan apresiasi dan dukungan terhadap kegiatan positif seperti ini,” ujar Jaya Negara.
Ia menilai Denpasar Kite Festival memiliki nilai penting dalam mengembangkan kreativitas masyarakat. Selain menjadi ruang rekreasi dan kompetisi, festival tersebut turut memperkuat pelestarian permainan tradisional sebagai bagian dari kekayaan budaya Bali.
Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa turut memberikan apresiasi kepada Pelangi Denpasar, panitia, peserta, serta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan Denpasar Kite Festival ke-10.
Arya Wibawa berharap festival tersebut dapat terus berkembang, baik dari sisi jumlah peserta maupun kualitas penyelenggaraan.
“Semoga Denpasar Kite Festival terus berkembang, baik dari sisi jumlah peserta maupun kualitas penyelenggaraan. Yang tidak kalah penting, semangat sportivitas, kreativitas, dan kebersamaan tetap menjadi bagian utama dari kegiatan ini,” ujarnya.
Dengan keterlibatan sekitar 1.300 peserta, Denpasar Kite Festival ke-10 menjadi penanda satu dekade perjalanan sebuah festival yang tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga menjadi ruang pelestarian tradisi dan pengembangan kreativitas masyarakat.
Bagi Kota Denpasar, keberlanjutan festival ini menjadi bagian dari upaya menjaga permainan tradisional agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman, sekaligus memperkuat identitas budaya dan kebersamaan masyarakat.
Editor: I N Arta W


