Tanah Lot Art and Food Festival VII Angkat Budaya dan Ekonomi Kreatif Tabanan

0
1032
Foto: Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga membuka Tanah Lot Art and Food Festival VII Tahun 2026 di Wantilan DTW Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Jumat (28/8/2026). Festival mengangkat seni, budaya, kuliner, dan ekonomi kreatif sebagai bagian dari penguatan pariwisata Tabanan.

Wabup Dirga: Pariwisata Harus Beri Manfaat bagi Masyarakat Tanpa Tinggalkan Akar Budaya

TABANAN, KEN-KEN KHABARE – Semangat pelestarian seni dan budaya sekaligus penguatan pariwisata kembali digaungkan melalui Tanah Lot Art and Food Festival VII Tahun 2026 di Wantilan DTW Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Jumat (28/8/2026).

Mewakili Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga hadir sekaligus membuka festival yang mengusung tema “Samudra Sakti Raksanam Jagat Samyaya”.

Tema tersebut memiliki makna menjaga kekuatan samudra menuju keharmonisan dan keseimbangan alam semesta.

Turut hadir Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, Ketua dan anggota DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda Tabanan, Asisten Setda, kepala perangkat daerah terkait, Manajer DTW Tanah Lot, Ketua Forum Perbekel dan Perbekel Desa Beraban, Bendesa Adat Beraban, serta tokoh masyarakat setempat.

Tanah Lot Art and Food Festival menjadi salah satu momentum untuk memperkenalkan sekaligus mengangkat potensi seni, budaya, kuliner, dan pariwisata Kabupaten Tabanan.

Berpusat di kawasan DTW Tanah Lot yang merupakan salah satu destinasi wisata unggulan, festival tahunan ini diharapkan menjadi ruang pertemuan antara kreativitas masyarakat dengan wisatawan.

Menyampaikan arahan Bupati Tabanan, Wabup I Made Dirga memberikan apresiasi atas terselenggaranya Tanah Lot Art and Food Festival VII Tahun 2026.

Menurutnya, festival tidak semata-mata menjadi agenda hiburan maupun pariwisata, tetapi memiliki peran penting dalam menjaga keberadaan seni dan budaya lokal agar terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

“Festival seperti ini bukan hanya tentang hiburan, tetapi bagaimana kita bersama-sama menjaga seni, budaya dan tradisi yang kita miliki. Tanah Lot memiliki daya tarik yang luar biasa, sehingga keberadaan festival ini harus kita manfaatkan untuk memperkenalkan potensi Tabanan kepada masyarakat yang lebih luas,” ujar Dirga.

Dirga menegaskan pengembangan pariwisata di Tabanan harus berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan destinasi wisata tidak cukup hanya mendatangkan wisatawan, tetapi juga harus mampu membuka peluang bagi pelaku seni, UMKM, ekonomi kreatif, dan masyarakat lokal untuk ikut merasakan manfaat pertumbuhan pariwisata.

“Pariwisata harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Ketika wisatawan datang, tentu yang kita harapkan bukan hanya menikmati keindahan alam dan budaya, tetapi juga ada pergerakan ekonomi masyarakat, UMKM dan pelaku ekonomi kreatif. Ini yang harus terus kita dorong bersama,” imbuhnya.

Dengan konsep tersebut, festival diharapkan mampu menjadi ruang promosi sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar kawasan Tanah Lot.

Tanah Lot Art and Food Festival VII juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk menampilkan berbagai kreativitas dan potensi seni budaya yang dimiliki.

Pengemasan festival secara menarik diharapkan mampu memberikan pengalaman yang lebih berkesan bagi wisatawan sekaligus memperkuat citra Tanah Lot sebagai salah satu ikon pariwisata Kabupaten Tabanan.

Baca Juga:  Pemkot Denpasar Matangkan Implementasi SJUT-IPT, Kabel Telekomunikasi Sanur Segera Dipindahkan ke Bawah Tanah

Dirga berharap penyelenggaraan festival tersebut dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Saya berharap Tanah Lot Festival ini dapat terus berkembang dan menjadi agenda yang memberikan manfaat bagi semua,” katanya.

Namun, di tengah pengembangan pariwisata, Dirga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan, keamanan, kenyamanan, serta kesakralan kawasan Tanah Lot.

“Mari kita jaga bersama kebersihan, keamanan, kenyamanan dan tentunya kesakralan kawasan Tanah Lot. Dengan kebersamaan, kita bisa menjadikan pariwisata Tabanan semakin maju tanpa meninggalkan akar budaya yang kita miliki,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Tabanan, lanjut Dirga, akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan positif yang mampu memperkuat sektor pariwisata sekaligus menjaga identitas budaya daerah.

Baca Juga:  Abadikan Denpasar Lewat Karya Visual, Pemkot Gelar Lomba Foto, Video dan Pameran Kreatif 2026

Tanah Lot Art and Food Festival diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi berkembang menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, desa adat, masyarakat, pelaku seni, UMKM, dan sektor pariwisata.

Dengan menggabungkan potensi seni, budaya, kuliner, ekonomi kreatif, dan daya tarik alam Tanah Lot, festival tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Tabanan sebagai destinasi wisata yang berkembang dengan tetap berpijak pada akar budaya dan keberlanjutan lingkungan.

Editor: I N Arta W
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here