Kuta Utara Berkembang Jadi Pusat Wisata, Bupati Adi Arnawa Minta Data Penduduk Diperketat

0
34
Foto: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa membuka Bimtek Peningkatan Kapasitas Kaling dan Kelian Banjar Dinas se-Kecamatan Kuta Utara di Ruang Rapat Kantor Camat Kuta Utara, Selasa (18/8/2026).

DENPASAR, KEN-KENKHABARE — Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa meminta Kepala Lingkungan (Kaling) dan Kelian Banjar Dinas se-Kecamatan Kuta Utara memperketat pendataan penduduk, khususnya warga non-permanen yang tinggal di rumah kos. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga ketertiban administrasi, validitas data kependudukan, serta mendukung keamanan di tengah pesatnya perkembangan pariwisata di kawasan Kuta Utara.

Hal tersebut disampaikan Bupati Adi Arnawa saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas bagi Kaling dan Kelian Banjar Dinas se-Kecamatan Kuta Utara di Ruang Rapat Kantor Camat Kuta Utara, Selasa (18/8/2026).

Baca Juga:  Bupati Badung Sambut Kajari Baru, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum dan Pembangunan

Bimtek yang berlangsung selama tiga hari hingga Kamis (20/8) tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman aparatur mengenai tugas pokok dan fungsi sekaligus menyamakan persepsi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam arahannya, Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa Kuta Utara memiliki posisi strategis karena mencakup tiga kelurahan dan tiga desa serta berkembang pesat sebagai salah satu pusat destinasi pariwisata di Kabupaten Badung.

“Karena Kuta Utara merupakan daerah pariwisata yang terus berkembang, tentu tantangan ke depan juga semakin besar. Mulai dari kemacetan, kebersihan lingkungan hingga persoalan keamanan dan kriminalitas,” ujar Adi Arnawa.

Menurutnya, pertumbuhan sektor pariwisata harus diikuti peningkatan kualitas pelayanan publik serta penguatan daya dukung wilayah. Pariwisata yang berkembang dan berkualitas, kata dia, akan semakin menarik investasi, wisatawan maupun masyarakat yang datang untuk bekerja dan beraktivitas di kawasan tersebut.

“Kalau pariwisata kita berkembang dan berkualitas, tentu akan semakin banyak orang datang, berinteraksi maupun bekerja. Ibaratnya, kalau ada gula, semut akan datang,” ungkapnya.

Sebagai aparat pemerintahan yang berada paling dekat dengan masyarakat, Bupati Adi Arnawa meminta seluruh Kaling dan Kelian Banjar Dinas bekerja secara tulus, ikhlas dan transparan sesuai kewenangan masing-masing.

Baca Juga:  Metatah Massal Desa Dangin Puri Kaja Diikuti 42 Peserta, Wawali Arya Wibawa Apresiasi Semangat Gotong Royong

Salah satu perhatian utama adalah pendataan penduduk non-permanen, terutama mereka yang tinggal di rumah kos. Pendataan yang lebih ketat diperlukan untuk memastikan administrasi kependudukan berjalan tertib sekaligus mendukung deteksi dini terhadap berbagai persoalan keamanan dan sosial di lingkungan masyarakat.

Bupati juga meminta jajaran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) memberikan pelayanan administrasi kependudukan secara optimal dengan tetap berpedoman pada ketentuan peraturan yang berlaku.

“Yang paling penting adalah kita terbuka dan bersama-sama menyamakan persepsi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Selain aspek kependudukan dan pelayanan publik, Pemkab Badung juga terus mendorong pembangunan infrastruktur di kawasan Kuta Utara. Pembangunan dan peningkatan jaringan jalan diharapkan dapat membantu mengurai titik-titik kemacetan sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.

Bupati Adi Arnawa menilai pembangunan infrastruktur menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan kawasan pariwisata. Dengan daya dukung infrastruktur yang semakin baik, aktivitas ekonomi masyarakat diharapkan ikut bergerak dan memberikan manfaat lebih luas.

Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Kasi Pemerintahan Kecamatan Kuta Utara, Gede Bayu Pramana, mengatakan Bimtek tersebut dilaksanakan dengan mengacu pada sejumlah regulasi daerah serta ketentuan perundang-undangan bidang kependudukan.

Kegiatan diikuti 89 peserta, terdiri atas 46 Kepala Lingkungan dan 43 Kelian Banjar Dinas se-Kecamatan Kuta Utara.

Selama tiga hari, peserta mendapatkan berbagai materi yang berkaitan langsung dengan tugas dan tanggung jawab mereka di lapangan. Materi yang diberikan antara lain Administrasi Kependudukan, Peran Kaling/Kelian dalam pemerintahan, Sistem Pengolahan Sampah Terpadu, hingga penegakan Peraturan Daerah (Perda).

Selain itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai Bantuan Sosial (Bansos), Pendataan Wajib Pajak melalui SIOPD, perizinan bangunan dan usaha, serta skema penanganan Warga Negara Asing (WNA).

Kegiatan pembukaan turut dihadiri jajaran Forkopimcam Kuta Utara, narasumber dari sejumlah OPD Pemkab Badung, serta para Lurah dan Perbekel se-Kecamatan Kuta Utara.

Penulis/Editor: I Nyoman Arta W

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here