
TABANAN, KEN-KEN – Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., bersama Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, S.Sos., memimpin persembahyangan bersama dalam rangka Rahina Purnama Sasih Karo, Rabu (29/7/2026).
Persembahyangan dilaksanakan di Padmasana Kantor Bupati Tabanan dan dilanjutkan di Pura Luhur Batukaru, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel. Momentum tersebut dimaknai sebagai sarana memperkuat sradha bhakti, introspeksi diri, serta komitmen jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Turut mengikuti persembahyangan Sekretaris I TP PKK Kabupaten Tabanan Ny. Budiasih Dirga, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, para asisten Setda, pimpinan perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal, serta aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa dan persembahyangan bersama di Padmasana Kantor Bupati Tabanan yang dipuput oleh Jero Mangku Pura Pusat Kota Tabanan.
Rombongan selanjutnya menuju Beji Pura Luhur Batukaru untuk melaksanakan prosesi penyucian diri sebelum menghaturkan sembah bhakti bersama di utama mandala Pura Luhur Batukaru.
Seluruh rangkaian persembahyangan berlangsung khidmat sebagai wujud rasa syukur serta sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Di sela-sela kegiatan, Bupati Sanjaya mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan agar tidak memaknai persembahyangan Purnama sebagai kegiatan seremonial semata.
Menurutnya, momentum suci tersebut harus menjadi sarana introspeksi bagi setiap aparatur dalam menjalankan amanah pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat.
“Hari ini kita bersama-sama menghaturkan bhakti di Pura Luhur Batukaru sebagaimana rutin dilaksanakan setiap Rahina Purnama. Saya mengajak seluruh jajaran agar momentum persembahyangan ini tidak dimaknai sekadar sebagai rutinitas seremonial, melainkan sebagai penguatan sradha dan bhakti,” ujar Sanjaya.
Ia mengatakan, nilai-nilai spiritual harus menjadi fondasi moral dalam setiap pelaksanaan tugas pemerintahan. Dengan landasan tersebut, kebijakan dan program pembangunan diharapkan dapat dilaksanakan secara tulus, bertanggung jawab, berintegritas, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Persembahyangan bersama juga menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam menjaga nilai-nilai agama, adat, budaya, dan kearifan lokal Bali.
“Persembahyangan ini juga menjadi wujud komitmen kita dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal serta memohon keselamatan, kerahayuan, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Tabanan,” katanya.
Bupati Sanjaya menegaskan bahwa Rahina Purnama Sasih Karo menjadi pengingat bagi seluruh jajaran pemerintah untuk senantiasa menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan alam sesuai dengan nilai-nilai Tri Hita Karana.
Keseimbangan tersebut dinilai penting untuk membangun tata kelola pemerintahan yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki kepekaan moral dan sosial dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Semangat spiritual yang diperoleh melalui persembahyangan diharapkan dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat kebersamaan antaraparat pemerintah.
Sanjaya berharap seluruh ASN mampu menjadikan nilai ketulusan, kedisiplinan, kejujuran, dan tanggung jawab sebagai bagian dari budaya kerja Pemerintah Kabupaten Tabanan.
Dengan semangat kebersamaan serta pengabdian yang dilandasi nilai spiritual, Pemerintah Kabupaten Tabanan berkomitmen melanjutkan pembangunan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani atau AUM.
Persembahyangan Purnama Sasih Karo tersebut sekaligus menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada program fisik dan ekonomi, tetapi juga membutuhkan aparatur yang berkarakter, berintegritas, serta memiliki komitmen kuat dalam melayani masyarakat.
Pewarta/Editor: I Nyoman Arta Wirawan


