Seluruh Kepala Sekolah se-Denpasar Berkomitmen Wujudkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

0
49
Foto: Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya selaku Ketua Pokja BSAN Kota Denpasar saat memimpin pelaksanaan sosialisasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) bagi kepala sekolah TK/PAUD, SD, dan SMP se-Kota Denpasar di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Bali, Senin (27/7).

Pemkot Denpasar Intensifkan Implementasi BSAN untuk Menciptakan Lingkungan Pendidikan yang Inklusif, Berintegritas, dan Berpihak pada Anak

DENPASAR, KEN-KEN – Pemerintah Kota Denpasar melalui Kelompok Kerja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman mulai mengintensifkan implementasi program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman atau BSAN di seluruh satuan pendidikan.

Penguatan program tersebut dilaksanakan melalui sosialisasi yang diikuti seluruh kepala sekolah jenjang TK/PAUD, SD, dan SMP se-Kota Denpasar di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Bali, Senin (27/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, sehat, inklusif, berintegritas, serta berpihak pada kepentingan terbaik anak.

Sosialisasi dipimpin Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, selaku Ketua Pokja BSAN Kota Denpasar.

Turut hadir Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Bali I Wayan Surata, Kepala Inspektorat Kota Denpasar Ketut Dewi Ratih Purnamasari, Kelompok Ahli Pembangunan Kota Denpasar Putu Naning Djayaningsih, perwakilan BPMP Provinsi Bali, jajaran organisasi perangkat daerah yang tergabung dalam Pokja BSAN, serta para kepala sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, seluruh kepala sekolah menyatakan kesiapan dan komitmennya untuk menerapkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di satuan pendidikan masing-masing.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan deklarasi bersama sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

Sosialisasi menghadirkan dua materi utama. Materi mengenai implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman disampaikan Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, sedangkan materi Survei Penilaian Integritas disampaikan Kepala Inspektorat Kota Denpasar Ketut Dewi Ratih Purnamasari.

Kedua materi tersebut diharapkan dapat memperkuat tata kelola pendidikan yang berintegritas sekaligus membangun sistem perlindungan menyeluruh bagi seluruh warga sekolah.

Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengatakan, implementasi Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga memberikan perlindungan fisik, psikologis, sosial, spiritual, dan digital kepada peserta didik.

“Melalui implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi ruang yang mampu menjamin perlindungan fisik, mendukung kesejahteraan psikologis dan sosial budaya peserta didik, memberikan kebebasan menjalankan kebutuhan spiritual sesuai keyakinannya, sekaligus membangun kecakapan dan keamanan di ruang digital,” ujar Eddy Mulya.

Ia menjelaskan, kebijakan BSAN mengedepankan pendekatan promotif, preventif, dan kolaboratif. Dengan pendekatan tersebut, sekolah tidak hanya bertindak setelah terjadi persoalan, tetapi lebih mengutamakan upaya pencegahan melalui penguatan karakter, tata kelola yang baik, serta sistem perlindungan yang menyeluruh.

Penanganan terhadap berbagai bentuk pelanggaran juga didorong menggunakan pendekatan rehabilitatif dan kolaboratif. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memberikan perlindungan kepada korban sekaligus pembinaan yang tepat kepada seluruh pihak yang terlibat.

“Keberhasilan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman tidak dapat diwujudkan oleh sekolah saja. Dibutuhkan sinergi Catur Pusat Pendidikan, yakni sekolah, orang tua, masyarakat, dan media,” tegasnya.

Eddy Mulya optimistis, kolaborasi seluruh unsur tersebut dapat mewujudkan satuan pendidikan yang benar-benar aman, nyaman, sehat, inklusif, serta mampu melahirkan generasi Denpasar yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kota Denpasar Ni Made Ayu Agustini menjelaskan, Budaya Sekolah Aman dan Nyaman merupakan salah satu program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

Program tersebut lahir dari semangat Asta Cita Presiden Republik Indonesia untuk mewujudkan pendidikan berkualitas dan berkeadilan bagi seluruh anak bangsa.

Menurutnya, program BSAN diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 serta diperkuat dengan Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 17 Tahun 2026 sebagai pedoman teknis pelaksanaannya.

Kebijakan tersebut merupakan penyempurnaan dari regulasi sebelumnya dengan pendekatan yang lebih holistik, kolaboratif, dan berpihak kepada seluruh warga sekolah.

“Program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman selaras dengan visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Denpasar dalam mewujudkan Kota Kreatif Berbasis Budaya menuju Denpasar Maju yang berlandaskan semangat Vasudhaiva Kutumbakam,” ujar Ayu Agustini.

Baca Juga:  Rare Angon International Kite Festival 2026 Resmi Dibuka, Langit Sanur Dihiasi Pelayang dari 23 Negara

Pihaknya mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari sekolah, orang tua, masyarakat, dunia usaha, hingga media massa untuk bersama-sama mengawal implementasi program BSAN.

Melalui komitmen bersama tersebut, Pemerintah Kota Denpasar berharap setiap sekolah dapat menjadi ruang belajar yang bebas dari kekerasan, perundungan, diskriminasi, intoleransi, serta berbagai risiko di ruang digital.

Implementasi BSAN juga diharapkan mampu memperkuat budaya integritas, kepedulian, penghormatan terhadap keberagaman, serta perlindungan terhadap hak-hak seluruh peserta didik di Kota Denpasar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here