
DENPASAR, KEN-KEN – Kolaborasi spektakuler Ogoh-ogoh Gajah karya ST Yowana Saka Bhuwana, Banjar Taensiat, bersama Palawara Music Company dan Manubada Art bertajuk “Tumbuh Kembali di Tengah Reruntuhan Semesta” membuka malam puncak Denpasar Youth Festival atau D’Youth Fest 6.0 di kawasan Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Sabtu (11/7) malam.
Pertunjukan pembuka tersebut menjadi sajian utama yang memadukan kekuatan seni tradisi, kreativitas kontemporer, musik, tari kolosal, serta pesan pelestarian lingkungan.
Hadir langsung dalam kesempatan tersebut Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, jajaran DPRD Kota Denpasar, Forkopimda, serta undangan lainnya.
Mengusung tema besar “Feel The Growth”, pertunjukan pembuka D’Youth Fest 6.0 menjadi representasi semangat kebangkitan, kolaborasi, dan kepedulian terhadap lingkungan. Semangat tersebut selaras dengan tujuan D’Youth Fest sebagai ruang tumbuh kreativitas generasi muda Kota Denpasar.
Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara mengatakan D’Youth Fest 6.0 digelar untuk menciptakan ruang ekspresi dan kreativitas bagi anak muda di Kota Denpasar. Melalui kegiatan ini, ide-ide kreatif generasi muda diharapkan dapat tersalurkan sekaligus memberikan nilai tambah bagi pembangunan masyarakat yang berdaya saing.
“D’Youth Fest memberikan ruang kreativitas generasi muda untuk menciptakan aksi, memberikan reaksi, dan menghasilkan kreasi dalam pengembangan potensi. Hal ini juga menjadi momentum untuk memberikan ruang kreativitas guna merajut optimisme pemuda Kota Denpasar yang berdaya saing sesuai dengan tema utama kegiatan ini,” jelasnya.
Jaya Negara berharap D’Youth Fest menjadi puncak apresiasi terhadap beragam pengembangan kreativitas dan inovasi anak muda. Kegiatan ini juga mendukung keberadaan Dharma Negara Alaya (DNA) serta pengembangan Plaza Suci sebagai creative hub Kota Denpasar.
“Harapan kami, acara ini menjadi salah satu peluang anak muda berkreativitas dan momentum yang baik untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Intinya, melalui D’Youth Fest ini diharapkan mampu memberikan ruang bagi kreativitas apa pun yang ditekuni anak muda Denpasar,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Ni Luh Putu Riyastiti, didampingi Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif, A.A. Ngurah Mahendra Putra, mengatakan kolaborasi seni Ogoh-ogoh Gajah tersebut menjadi salah satu sajian utama yang menghadirkan perpaduan antara seni tradisi, kreativitas modern, dan pesan ekologis.
Menurut Riyastiti, karya tari kolosal “Tumbuh Kembali di Tengah Reruntuhan Semesta” mengangkat kisah perjalanan dari kehancuran menuju harapan. Berangkat dari tema Regrow, pertunjukan ini menggambarkan bagaimana keserakahan manusia merusak keseimbangan alam hingga menghadirkan kehancuran.
Di tengah kondisi tersebut, hadir sosok Sang Penjaga Agung sebagai simbol kebijaksanaan yang membangkitkan kesadaran bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama.
Riyastiti menjelaskan, pertunjukan tersebut dibagi dalam tiga babak. Babak pertama menggambarkan eksploitasi alam yang melahirkan kerusakan. Babak kedua menjadi titik balik ketika kesadaran mulai tumbuh dan alam kembali bernapas. Sementara babak ketiga menghadirkan harmoni baru ketika manusia, alam, dan nilai-nilai spiritual kembali menyatu.
“Melalui kolaborasi Ogoh-ogoh Gajah Taensiat dan tari kolosal Palawara, kami ingin menghadirkan sebuah pertunjukan yang tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam. Semangat Feel The Growth kami maknai sebagai ajakan untuk terus bertumbuh bersama melalui kreativitas, kolaborasi, dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Riyastiti.
Lebih lanjut dijelaskan, malam puncak D’Youth Fest 6.0 menghadirkan beragam atraksi unggulan yang memadukan seni budaya, kreativitas modern, ekonomi kreatif, hingga hiburan musik dari musisi lokal dan nasional.
Sederet penampil turut memeriahkan festival tersebut, di antaranya Ari Lesmana, Tika Pagraky, Bagus Wirata, Dialog Dini Hari, Ary Kencana, Harmonia, Leeyonk Sinatra, Skoozy, hingga Wet Project.
Selain itu, sedikitnya 20 pelaku UMKM kuliner dan lima unit food truck dilibatkan untuk memperkuat promosi produk lokal sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Rangkaian D’Youth Fest 6.0 telah berlangsung sejak pertengahan Juni hingga Juli 2026 melalui berbagai kegiatan kreatif. Di antaranya Operet This Week, Bimbingan Teknis Penyiaran, Heritage Ride, Glory of Youth, Earthsy Day, Bali Fashion Bike, Mural Exhibition, Area Creator, Makin Dekat Film Fest, Community Paradise, Bali Screen Printing Community, hingga malam puncak festival.
Seluruh rangkaian kegiatan melibatkan puluhan komunitas kreatif lintas sektor sebagai bentuk penguatan ekosistem ekonomi kreatif di Kota Denpasar.
Pada penyelenggaraan tahun ini, D’Youth Fest juga memperkuat komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui penerapan sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi selama festival berlangsung. Langkah tersebut menjadi bagian dari edukasi budaya sadar lingkungan kepada generasi muda, sekaligus mendukung penyelenggaraan festival yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Pemerintah Kota Denpasar berharap D’Youth Fest 6.0 mampu menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan kreativitas, budaya, inovasi, dan semangat kewirausahaan generasi muda. Dengan demikian, festival ini diharapkan dapat melahirkan karya-karya yang berdampak bagi pembangunan daerah.
“D’Youth Fest bukan sekadar festival hiburan, tetapi ruang bersama bagi generasi muda untuk berkarya, berkolaborasi, dan menunjukkan identitas kreatif Kota Denpasar. Kami berharap semangat yang lahir dari festival ini terus tumbuh menjadi energi positif dalam memperkuat ekonomi kreatif, melestarikan budaya, serta mewujudkan Denpasar sebagai kota kreatif yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing,” tutup Riyastiti.
Editor: Ken


