Utsawa Busana Adat Khas Kota Denpasar Tampil Apik di Panggung PKB XLVIII Tahun 2026

0
37
Foto: Utsawa Busana Adat Khas Kota Denpasar tampil apik di PKB XLVIII 2026

DENPASAR, KEN-KEN – Utsawa atau Parade Busana Adat Khas Kota Denpasar serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 tampil apik dan sukses memukau pengunjung yang memadati Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Minggu (21/6).

Parade ini menjadi salah satu ajang pelestarian budaya yang menampilkan kekayaan dan keragaman busana adat khas Kota Denpasar.

Setiap busana yang ditampilkan tidak hanya memiliki keindahan visual, tetapi juga sarat makna filosofis, nilai spiritual, dan pakem tradisi Bali yang diwariskan secara turun-temurun.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Sekretaris I Tim Penggerak PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Denpasar, Ny. Suwandewi Eddy Mulya.

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa mengatakan bahwa pelaksanaan parade busana adat ini merupakan upaya nyata dalam melestarikan busana adat Bali.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya melindungi keberadaan tekstil tradisional sebagai warisan budaya masyarakat Bali.

“Parade ini tidak hanya menjadi ajang pertunjukan budaya, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat tentang keragaman busana adat khas Kota Denpasar yang memiliki keunikan, ciri khas, serta berlandaskan pada pakem-pakem tradisi yang diwariskan secara turun-temurun,” ujarnya.

Ia menambahkan, parade tersebut juga menjadi wahana transformasi nilai-nilai kehidupan yang berkaitan dengan pelaksanaan Upacara Yadnya, Upacara Daha, maupun berbagai upacara adat yang dilaksanakan di Kota Denpasar.

Untuk memastikan keaslian dan nilai estetika setiap busana yang ditampilkan, pagelaran ini menggandeng perancang busana sekaligus budayawan Bali, Dr. A.A. Ngr. Anom Mayun KT, M.Si.

Kehadiran budayawan tersebut turut memperkuat upaya pengembangan dan pelestarian busana adat khas Kota Denpasar agar tetap sesuai pakem, namun mampu tampil menarik di ruang publik dan ajang budaya.

Dalam parade tersebut, ditampilkan delapan ragam busana adat khas Kota Denpasar yang menggambarkan berbagai tahapan kehidupan dan pelaksanaan upacara adat masyarakat Hindu Bali.

Adapun busana yang ditampilkan yakni Busana Adat Daha Menek Kelih atau Ngeraja, Busana Medharma Swaka, Busana Mekalakalaan, Payas Madya Kota Denpasar, Payas Agung Kota Denpasar, Payas Melelunakan, Busana Mamukur atau Maligya, serta Busana Mapeed ke Pura.

Busana Adat Daha Menek Kelih atau Ngeraja menggambarkan prosesi akil balig.

Busana ini menjadi simbol ungkapan rasa syukur orang tua kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas tumbuh kembang anak menuju masa remaja.

Sementara itu, Busana Medharma Swaka dan Mekalakalaan merepresentasikan tahapan penting dalam rangkaian upacara pernikahan Hindu Bali.

Baca Juga:  Pembukaan Sidang Paripurna DPRD Kota Denpasar

Kedua busana tersebut menampilkan nilai kesakralan dan kesiapan memasuki tahapan kehidupan berumah tangga.

Tak kalah menarik, Payas Madya dan Payas Agung Kota Denpasar menampilkan kemegahan tata rias dan busana yang digunakan dalam upacara Manusa Yadnya, seperti Mepandes dan pernikahan, sesuai tingkatan upacaranya.

Keindahan detail ornamen, songket, serta aksesoris khas Denpasar menjadi daya tarik tersendiri bagi para penonton.

Selain itu, turut ditampilkan Payas Melelunakan yang digunakan dalam upacara Ngaben atau Pelebon.

Parade juga menampilkan Busana Mamukur atau Maligya yang digunakan pada rangkaian penyucian Sang Atma setelah upacara Ngaben.

Kedua busana tersebut menunjukkan kekayaan filosofi dan nilai spiritual yang terkandung dalam tradisi masyarakat Bali.

Parade ditutup dengan penampilan Busana Mapeed ke Pura.

Busana ini menggambarkan tradisi berjalan beriringan menuju pura dalam rangkaian Upacara Dewa Yadnya.

Melalui Busana Mapeed ke Pura, tampak nilai kebersamaan, gotong royong, serta rasa syukur masyarakat Hindu Bali dalam menjalankan kehidupan beragama dan bermasyarakat.

Baca Juga:  GKW Swara Ratna Kencana Duta Denpasar Tampil Memukau di PKB XLVIII

Melalui Utsawa Busana Adat Khas Kota Denpasar ini, Pemerintah Kota Denpasar berharap generasi muda semakin mengenal, mencintai, dan melestarikan warisan budaya leluhur.

Kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat identitas budaya Kota Denpasar di tengah perkembangan zaman, sekaligus menjaga keberlanjutan tradisi Bali agar tetap hidup, lestari, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here