Dukung Promosi Wisata Berbasis Budaya, Bupati Sanjaya Buka Parade Gebogan dan Baleganjur DTW Ulun Danu Beratan & The Blooms Bali Tahun 2026

0
32
Foto: Bupati Tabanan Sanjaya membuka Parade Gebogan dan Baleganjur Ulun Danu Beratan-The Blooms Bali 2026, (21/6).

TABANAN, KEN-KEN – Komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mendukung promosi pariwisata berbasis budaya terus diperlihatkan.

Hal tersebut ditandai dengan kehadiran Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., yang membuka Parade Gebogan dan Baleganjur Dua Destinasi Ulun Danu Beratan dan The Blooms Bali Tahun 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Bamboo Stage The Blooms Bali, Minggu (21/6).

Mengusung tema “Dharma Santi Mahotsava”, yang bermakna merajut persatuan melalui seni dan tradisi, kegiatan ini tidak hanya menjadi atraksi wisata.

Lebih dari itu, parade tersebut menjadi wadah mempererat persatuan melalui seni dan tradisi yang hidup di tengah masyarakat.

Acara berlangsung semarak dan memukau dengan penampilan perdana tarian maskot Ulun Danu, yakni Tari Amerta Danu.

Tarian tersebut menggambarkan pancaran cahaya suci dan keagungan Dewi Danu atau Dewi Air/Danau sebagai sumber kehidupan, penjaga keseimbangan alam, dan lambang kemakmuran bagi masyarakat.

Tarian yang mengangkat sosok Dewi Ulun Danu ini sukses menyita perhatian para undangan melalui sajian seni yang memadukan keindahan gerak, musik gamelan, serta nilai-nilai filosofis yang kuat.

“Saya apresiasi tadi adik-adik yang megambel, tarian maskot Ulun Danu yang perdana ditarikan sangat memukau dan luar biasa. Tarian yang melambangkan Dewi Ulun Danu didampingi empat penari sebagai simbol Catur Angga yang mengawal Pura Ulun Danu, sungguh sangat memukau. Kita patut berbangga dan berbahagia dapat menyaksikan penampilan perdana dalam event yang sangat baik ini,” ujar Bupati Sanjaya dalam sambutannya.

Kegiatan perdana tersebut turut dihadiri salah satu Anggota DPRD Provinsi Bali, beberapa Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda Kabupaten Tabanan atau yang mewakili, Sekda, serta pimpinan perangkat daerah terkait.

Hadir pula para Angga Puri dan Penglingsir Puri terkait, Direktur DTW Ulun Danu Beratan, para pemaksan pura, serta undangan lainnya.

Mereka turut menyaksikan kemeriahan parade dan berbagai atraksi budaya yang ditampilkan.

Lebih lanjut, Sanjaya menyampaikan apresiasi tinggi kepada manajemen DTW Ulun Danu Beratan dan The Blooms Bali.

Menurutnya, kedua destinasi tersebut konsisten menghadirkan berbagai event kreatif yang tidak hanya mendukung peningkatan kunjungan wisata, tetapi juga menjadi ruang pelestarian seni dan budaya masyarakat lokal.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Sanjaya bersama jajaran yang ditandai dengan penarikan replika gebogan.

Baca Juga:  Wawali Arya Wibawa Hadiri Pecaruan di Genah Suci Penganyutan Banjar Suwung Batan Kendal

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada DTW Ulun Danu dan The Blooms Bali atas penyelenggaraan parade kesenian budaya berupa Gebogan dan Baleganjur ini. Kegiatan seperti ini sangat penting dalam meningkatkan kunjungan wisata sekaligus memperkuat daya tarik destinasi wisata di kawasan Bedugul dan sekitarnya,” tegas politisi asal Dauh Pala, Tabanan itu.

Pada kesempatan tersebut, Sanjaya juga menjelaskan bahwa gebogan merupakan simbol persembahan suci kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Gebogan menjadi ungkapan rasa syukur atas segala anugerah kehidupan.

Menurutnya, gebogan melambangkan gunung sebagai simbol kesucian dan tempat bersthananya para dewa.

Isi dari gebogan berupa hasil bumi yang dipersembahkan sebagai wujud syukur atas kemakmuran dan kehidupan yang diberikan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

“Ketika dipadukan dengan Baleganjur, maka parade ini menjadi representasi yang sangat tepat dalam menampilkan kekayaan budaya dan spiritualitas masyarakat Tabanan,” imbuh Sanjaya.

Sanjaya juga mengaku bangga melihat perkembangan DTW Ulun Danu Beratan dan The Blooms Bali yang terus berbenah dari tahun ke tahun.

Kedua destinasi tersebut kini berkembang menjadi tujuan wisata bertaraf internasional.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari manajemen yang profesional serta keterlibatan aktif seluruh komponen masyarakat.

Sanjaya menegaskan, Ulun Danu dan The Blooms Bali terus menunjukkan kemajuan luar biasa hingga mampu menarik wisatawan nasional maupun mancanegara.

Ketika sektor pariwisata berkembang secara profesional, manfaatnya akan dirasakan bersama oleh masyarakat, pengelola, dan pemerintah.

Sanjaya juga memberikan penghargaan atas keterlibatan sanggar-sanggar lokal, yowana, ibu-ibu PKK, serta masyarakat adat dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga:  Masuk KEN 2026, Bupati Sanjaya Tegaskan Jatiluwih Festival VII sebagai Media Promosi dan Penggerak Ekonomi

Keterlibatan ini menjadi bukti nyata bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan sektor pariwisata.

Semangat kebersamaan tersebut diharapkan menjadi kekuatan utama Tabanan dalam menjaga warisan leluhur sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pariwisata berbasis budaya.

Hal ini sejalan dengan visi mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani.

Di kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Ulun Danu Beratan Lestari, I Wayan Mustika, menyampaikan bahwa Parade Gebogan dan Baleganjur Tahun 2026 berlangsung mulai 21 Juni hingga 9 Agustus 2026.

Parade ini diikuti oleh 20 Desa Adat Pemaksan Pura Ulun Danu Beratan dengan melibatkan sekitar 1.500 generasi muda yang tampil secara bergiliran.

Menurutnya, pelaksanaan parade dalam kurun waktu kurang lebih satu setengah bulan bertujuan memberikan kesempatan kepada wisatawan yang berkunjung ke DTW Ulun Danu Beratan dan The Blooms Bali untuk menikmati beragam atraksi budaya lokal.

Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi daya tarik tersendiri dalam meningkatkan kunjungan wisata.

Melalui Parade Gebogan dan Baleganjur ini, Tabanan kembali menegaskan identitasnya sebagai daerah yang kaya akan tradisi, budaya, dan spiritualitas.

Kegiatan tersebut juga menjadi bukti bahwa promosi pariwisata dapat dilakukan dengan tetap menjaga nilai-nilai luhur budaya Bali, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here