
TABANAN, KEN-KEN – Memaknai Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Tabanan menguatkan semangat menjaga kebersihan lingkungan melalui kegiatan Resik Sampah.
Kegiatan tersebut dipusatkan di kawasan Lapangan Alit Saputra, Tabanan, Jumat (5/6), dan dirangkaikan dengan perayaan Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 di Kabupaten Tabanan.
Aksi bersih-bersih dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, mewakili Bupati Tabanan, bersama Dandim 1619/Tabanan.
Turut hadir pimpinan perangkat daerah terkait, serta seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan yang mengikuti kegiatan dengan penuh semangat.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta bergotong royong memungut dan memilah sampah, membersihkan area publik, serta mengampanyekan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama.
Aksi ini menjadi implementasi nyata peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni.
Pada tahun 2026, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia mengusung tema global “Inspired by Nature. For Climate. For Our Future” yang diperkuat melalui kampanye publik #NowForClimate.
Tema tersebut diarahkan untuk memperkuat aksi iklim berbasis alam atau nature-based solutions, memperluas partisipasi publik secara inklusif, serta mendorong inovasi teknologi hijau guna memitigasi dampak perubahan iklim yang semakin nyata.
Melalui sambutan Bupati Tabanan yang dibacakan oleh Wabup Dirga, disampaikan bahwa sejalan dengan arah strategis global tersebut, Indonesia merespons secara progresif dengan menetapkan tema Hari Lingkungan Hidup Nasional Tahun 2026, yakni “Saatnya Bekerja untuk Iklim.”
Tema nasional ini dirancang sebagai instrumen penggerak untuk mentransformasikan paradigma masyarakat. Upaya komunikasi publik tidak hanya sebatas membangun pengetahuan dan kesadaran, tetapi juga harus diwujudkan dalam aksi nyata yang memberikan dampak langsung bagi lingkungan.
“Untuk mewujudkan perubahan perilaku tersebut, pemerintah menginternalisasikan nilai-nilai pelestarian lingkungan melalui platform Gerakan ASRI, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Melalui Gerakan Indonesia ASRI, nilai-nilai ekologis tidak lagi menjadi narasi makro yang abstrak, melainkan menjadi gaya hidup baru yang melekat pada sanubari setiap individu,” ujar Dirga.
Pihaknya juga menegaskan bahwa menjaga lingkungan tidak cukup hanya dengan meningkatkan kesadaran. Lebih dari itu, kepedulian lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang dimulai dari lingkungan terkecil.
Gerakan tersebut dapat dimulai dari rumah tangga, banjar, desa, komunitas, dunia usaha, hingga pemerintah. Salah satunya dengan memperkuat budaya peduli lingkungan melalui kebiasaan memilah sampah dari rumah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, meningkatkan penghijauan, serta memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana dan berkelanjutan.
“Selain itu, kita harus mempersiapkan generasi muda Tabanan, yaitu Anak Gaul Tabanan atau AGATA, sebagai generasi hijau yang memiliki kesadaran, pengetahuan, dan kepedulian terhadap lingkungan yang terus diperkuat agar menjadi karakter dan gaya hidup generasi masa depan,” imbuh Dirga.
Melalui kegiatan Resik Sampah ini, Pemkab Tabanan berharap semangat menjaga lingkungan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi budaya bersama dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia juga menjadi pengingat bahwa keberlanjutan lingkungan membutuhkan kerja kolektif seluruh pihak. Dengan semangat gotong royong, Pemkab Tabanan mengajak masyarakat terus memperkuat kepedulian terhadap kebersihan, kelestarian alam, dan aksi nyata untuk iklim demi masa depan Tabanan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.E
Editor: Ken


