
DENPASAR, KEN-KEN – Pemerintah Kota Denpasar terus bergerak mempercepat optimalisasi pengolahan sampah berbasis sumber. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mempercepat pendistribusian bag komposter kepada masyarakat agar pengolahan sampah organik dapat dilakukan langsung dari rumah tangga.
Selain fokus pada pengolahan sampah di tingkat rumah tangga, Pemkot Denpasar juga menjadikan mitigasi dan penanganan sampah di sungai sebagai prioritas. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pengelolaan sampah dari hulu, tengah, hingga hilir secara lebih terintegrasi.
Hal tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi Optimalisasi Pengolahan Sampah Berbasis Sumber dan Sungai bersama perbekel/lurah se-Kota Denpasar di Graha Sewakadarma, Rabu (20/5).
Rapat dipimpin langsung Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, didampingi Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Adhi Mertha, dalam laporannya menjelaskan bahwa progres penanganan sampah di Kota Denpasar terus dioptimalkan. Upaya tersebut dilakukan melalui percepatan pengelolaan sampah berbasis sumber, khususnya dengan mendistribusikan bag komposter kepada masyarakat.
Lebih lanjut dijelaskan, realisasi pembagian bag komposter di masyarakat saat ini telah mencapai lebih dari 75 ribu unit. Meski demikian, percepatan distribusi akan terus dilakukan agar semakin banyak masyarakat dapat mengolah sampah organik secara mandiri.
“Hari ini kita khusus mengevaluasi penanganan sampah berbasis sumber dan penanganan sampah yang ada di sungai, termasuk mengatasi tantangan pembagian bag komposter serta pembersihan sampah di sungai,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh jajaran, terutama para perbekel dan lurah. Menurutnya, seluruh jajaran hingga lapisan terbawah telah bekerja optimal dalam mendukung penanganan sampah di Kota Denpasar.
Arya Wibawa menegaskan bahwa fokus penanganan persampahan di hulu saat ini dilakukan melalui percepatan pembagian bag komposter. Dengan cara tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengelola sampah organik dari sumbernya secara mandiri dan berkelanjutan.
Selain itu, penanganan sampah di sungai juga menjadi perhatian utama. Menurutnya, kebersihan sungai perlu dijaga bersama melalui pengawasan ketat dan partisipasi aktif masyarakat.
“Kami targetkan akhir bulan Juni pembagian bag komposter dapat mencapai target,” ujarnya.
Arya Wibawa juga mengajak seluruh jajaran pemerintah desa, kelurahan, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan sungai di wilayah Kota Denpasar. Pengawasan terhadap pembuang sampah sembarangan, khususnya di sungai, akan terus diperketat.
“Kita akan perketat pengawasan terhadap pembuang sampah di sungai. Kami mengajak masyarakat dan semua pihak untuk bersama-sama membersihkan sungai di wilayah Kota Denpasar,” ujarnya.
Melalui percepatan distribusi bag komposter dan penguatan penanganan sampah di sungai, Pemkot Denpasar berharap pengelolaan sampah berbasis sumber dapat berjalan semakin optimal. Upaya ini juga diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat untuk memilah, mengolah, dan mengurangi sampah sejak dari rumah tangga.
Editor: Ken


