Gubernur Koster Resmikan Gedung MUI Bali, Ajak Semua Elemen Jaga Bali Tetap Nyaman, Damai, dan Kondusif

0
71
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster meresmikan Gedung MUI Provinsi Bali dan mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga Bali tetap nyaman, aman, damai, dan kondusif sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, (18/4)

Perkuat tatanan masyarakat harmonis sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali

DENPASAR, KEN-KEN – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri acara Halal Bihalal sekaligus meresmikan Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali yang ditandai dengan penandatanganan prasasti, Sabtu (18/4/2026). Momentum tersebut menjadi ajang penguatan kebersamaan lintas elemen masyarakat dalam menjaga Bali tetap nyaman, aman, damai, dan kondusif.

Kehadiran Gubernur Wayan Koster disambut langsung oleh Ketua Umum MUI Provinsi Bali, H. Mahrusun Hadyono, bersama keluarga besar MUI Provinsi Bali.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan harapan agar kegiatan yang mengusung tema “Menguatkan Ukhuwah dan Menghargai Perbedaan” itu mampu memperkuat kehidupan masyarakat Bali yang harmonis di tengah keberagaman. Acara tersebut turut dihadiri unsur TNI-Polri, Kementerian Agama, Pengadilan Tinggi Agama, tokoh masyarakat, dan umat Muslim di Bali.

Menurut Koster, membangun Bali tidak cukup dimaknai hanya sebagai pembangunan fisik, tetapi harus dilaksanakan dalam satu tatanan yang terarah dan menjangkau seluruh aspek kehidupan masyarakat.

Baca Juga:  Gubernur Koster Terima Forum Swakelola Sampah Bali, Sampah Organik Diizinkan Masuk TPA Suwung Dua Kali Seminggu

Karena itu, ia mengajak seluruh komponen masyarakat yang tinggal di Bali, tanpa memandang latar belakang agama maupun asal-usul, untuk bersama-sama menjaga Pulau Dewata agar tetap menjadi tempat yang memberi anugerah, kedamaian, dan kesejahteraan bagi semua.

“Karena itulah kita harus menjaga Bali ini dengan sebaik-baiknya. Siapa pun yang ada di Gumi Bali ini, tanpa memandang agama dan asal-usul, mari sama-sama jaga Bali ini supaya Gumi Bali bisa memberikan anugerah untuk kita semua dan terus berkembang ke depan,” ujar Koster.

Lebih lanjut, Gubernur Koster menegaskan bahwa Bali dikenal sebagai pulau yang indah dan memiliki tradisi toleransi yang kuat. Oleh sebab itu, seluruh majelis umat beragama, termasuk MUI Provinsi Bali, diharapkan ikut mengambil peran dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai dan kondusif.

Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan visi pembangunan Bali, yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru, yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya demi mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, baik secara sakala maupun niskala.

Baca Juga:  Sosialisasi KUHP Nasional dan KUHAP Baru di Unud, Sistem Hukum Pidana Indonesia Masuk Babak Baru

“Visi ini basisnya kearifan lokal, sejak tatanan Bali ditata oleh para tetua dan leluhur Bali untuk mewujudkan keharmonisan alam,” ujar Koster.

Pada kesempatan itu, Gubernur Bali juga menyampaikan selamat kepada MUI Provinsi Bali atas terwujudnya gedung baru berlantai tiga yang dibangun secara gotong royong. Ia berharap gedung tersebut benar-benar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk melayani umat Muslim di Bali.

“Saya berharap gedung yang diresmikan ini betul-betul memberikan pelayanan optimal kepada seluruh umat Muslim di Bali,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum MUI Provinsi Bali, H. Mahrusun Hadyono, menyampaikan terima kasih atas komitmen dan dukungan Gubernur Bali yang sejak awal telah memberikan perhatian terhadap pembangunan gedung MUI Provinsi Bali.

Ia mengungkapkan bahwa Gubernur Wayan Koster sebelumnya juga hadir dalam peletakan batu pertama pembangunan gedung tersebut, dan kini kembali hadir untuk meresmikannya secara langsung.

“Bapak Gubernur Koster sudah mengawali peletakan batu pertama pembangunan Gedung MUI Provinsi Bali, dan pada kesempatan hari ini juga hadir meresmikan langsung gedung ini yang memiliki luas tujuh are,” ujar Mahrusun Hadyono.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur yang telah membantu pembangunan gedung dengan penuh keikhlasan.

Menurutnya, Gedung MUI Provinsi Bali harus menjadi pusat pelayanan bagi umat dan masyarakat, bukan sekadar bangunan fisik yang megah.

“Oleh karena itu, saya berharap agar kita bersama-sama bekerja keras melayani masyarakat. Percuma gedung ini megah, tapi di dalamnya tidak ada kesibukan. Mari gunakan gedung ini dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Peresmian Gedung MUI Provinsi Bali ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol hadirnya fasilitas baru, tetapi juga menjadi tonggak penguatan ukhuwah, toleransi, dan kolaborasi lintas umat beragama dalam menjaga Bali tetap harmonis, damai, dan sejuk.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here