
DENPASAR, KEN-KENKHABARE – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menggencarkan normalisasi sungai dan drainase di sekitar 40 titik sedimentasi sebagai langkah antisipasi menghadapi musim penghujan. Pengerjaan ini ditargetkan rampung pada awal Desember 2026 guna memperlancar aliran air dan mengurangi potensi genangan maupun banjir.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, saat meninjau pekerjaan normalisasi Tukad Rangda di Kelurahan Panjer, Sabtu (7/11/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Jaya Negara didampingi Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Made Oka Cahyadi Wiguna, Anggota DPRD Kota Denpasar, I Nyoman Darsa, serta Kepala Dinas PUPR Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa.
Jaya Negara mengatakan, normalisasi sungai dan drainase menjadi salah satu langkah penting untuk mengantisipasi potensi banjir di Kota Denpasar. Pengerjaan ini diarahkan untuk memperlancar aliran air sekaligus mengurangi risiko genangan ketika intensitas hujan meningkat.
“Normalisasi sungai-sungai di wilayah Kota Denpasar ini dilaksanakan pada titik-titik sedimentasi dengan harapan dapat memperlancar arus air guna mencegah banjir menjelang musim penghujan,” ujar Jaya Negara.
Menurutnya, saat ini terdapat sekitar 40 titik sedimentasi sungai dan drainase yang sedang ditangani Dinas PUPR Kota Denpasar.
Sejumlah lokasi tersebut meliputi Tukad Badung, Tukad Teba, Tukad Punggawa, Tukad Loloan, Tukad Mati, Tukad Rangda, Tukad Ngenjung, dan Tukad Ayung. Khusus penanganan Tukad Mati, Pemkot Denpasar sebelumnya juga telah menjalin kerja sama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS).
“Kami berharap melalui normalisasi ini sungai-sungai di Kota Denpasar dapat optimal menampung air saat curah hujan meningkat. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa, menjelaskan bahwa pekerjaan normalisasi sungai dan drainase telah dimulai sejak awal tahun. Pengerjaan tersebut kemudian diperluas melalui alokasi anggaran pada Perubahan APBD Kota Denpasar.
“Saat ini sebanyak 40 titik sedang kami kerjakan dengan target tuntas awal Desember ini. Namun, banyaknya usulan masyarakat juga akan kami tindak lanjuti sesuai tingkat urgensinya secara bertahap, dengan pengerukan sedimen hingga mencapai lapisan tanah keras di dasar sungai,” jelasnya.
Cipta Sudewa menegaskan bahwa normalisasi sungai merupakan salah satu program strategis Pemkot Denpasar sebagai langkah preventif untuk mengurangi risiko banjir.
Selain normalisasi, Pemkot Denpasar melalui Dinas PUPR juga telah merealisasikan pembangunan pompa air di sejumlah titik wilayah yang berpotensi mengalami genangan.
“Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas aliran sungai serta meminimalkan potensi banjir, khususnya bagi masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan aliran sungai,” ujarnya.
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemkot Denpasar berharap kapasitas sungai dan drainase semakin optimal dalam mengalirkan air hujan. Pemerintah juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga kebersihan saluran air dengan tidak membuang sampah ke sungai maupun drainase.
Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: Humaspemkotdps


