
DENPASAR, KEN-KEN KHABARE – Semangat mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus mengisi kemerdekaan dengan pembangunan menjadi pesan utama Gubernur Bali Wayan Koster saat memimpin Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Senin (17/8/2026).
Mengenakan busana adat Bali, Gubernur Koster memimpin jalannya upacara yang menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Prosesi berlangsung khidmat dengan pengibaran Sang Saka Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Bali.
Sebanyak 70 anggota Paskibraka yang bertugas merupakan siswa dan siswi SMA/SMK terbaik dari seluruh kabupaten/kota di Bali. Sebelum menjalankan tugas pada upacara kemerdekaan, mereka telah melalui proses seleksi dan pemusatan latihan selama 21 hari.
Keberadaan para pelajar tersebut tidak hanya menjadi bagian penting dalam prosesi pengibaran bendera, tetapi juga mencerminkan peran generasi muda dalam menjaga semangat kebangsaan dan meneruskan nilai-nilai perjuangan para pendahulu bangsa.
Usai memimpin upacara, Gubernur Koster mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa. Menurutnya, kemerdekaan yang dinikmati saat ini merupakan hasil perjuangan dan pengorbanan para pahlawan.
“Harus selalu ingat jasa perjuangan para pahlawan atau Jas Merah (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah),” kata Gubernur Koster.

Kemerdekaan Harus Diisi dengan Pembangunan
Menurut Koster, peringatan kemerdekaan tidak cukup hanya dilakukan melalui seremoni. Momentum 17 Agustus harus menjadi pengingat sekaligus penyemangat bagi seluruh masyarakat untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan daerah.
Karena itu, generasi muda Bali diharapkan mampu meneruskan semangat perjuangan para pahlawan melalui pendidikan, kreativitas, prestasi, serta berbagai kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Semangat tersebut juga perlu diwujudkan melalui upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali, termasuk menekan angka kemiskinan dan pengangguran.
Koster mengatakan, secara persentase angka kemiskinan dan pengangguran di Bali masih relatif kecil dibandingkan angka nasional. Meski demikian, Pemerintah Provinsi Bali tetap berkomitmen menekan angka tersebut hingga berada pada titik serendah mungkin.
“Kita akan upayakan angka kemiskinan dan pengangguran mencapai angka yang serendah-rendahnya,” tegasnya.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Niti Mandala Renon pun menjadi momentum untuk memperkuat semangat nasionalisme sekaligus memperbarui komitmen bersama dalam membangun Bali dan Indonesia.
Bagi generasi muda, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan pada masa kini tidak lagi dilakukan dengan mengangkat senjata, melainkan melalui karya, pendidikan, inovasi, integritas, dan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Penulis/Editor: I Nyoman Arta W


