Wagub Giri Prasta Ajak MGPSSR Perkuat Persatuan dan Gotong Royong dalam Pengabdian

0
1046
Foto: Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta dan Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar dalam kegiatan Lokasabha VIII MGPSSR Kabupaten Bangli di Kantor Bupati Bangli, Minggu (1/11/2026).

BANGLI, KEN-KENKHABARE – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mengajak seluruh pengurus dan anggota Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) memperkuat persatuan, gotong royong, dan semangat pengabdian kepada masyarakat. Persatuan dinilai menjadi modal utama dalam menjaga keharmonisan pesemetonan sekaligus mendukung pembangunan Bali.

Ajakan tersebut disampaikan Giri Prasta saat menghadiri Lokasabha VIII MGPSSR Kabupaten Bangli di Kantor Bupati Bangli, Minggu (1/11/2026), bertepatan dengan Redite Paing Sinta. Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus menentukan arah kepengurusan dan program kerja untuk lima tahun mendatang.

Giri Prasta, yang juga menjabat Ketua MGPSSR Provinsi Bali, menegaskan bahwa menjadi pengurus organisasi merupakan bentuk pengabdian yang harus dijalankan dengan ketulusan, kebersamaan, dan kesetaraan.

“Jadi pengurus adalah pengabdian. Berbagi, secangkir kopi dibagi rata. Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh struktur kepengurusan, tetapi juga oleh kemampuan seluruh anggota menjaga kebersamaan dan mengesampingkan kepentingan pribadi.

“Kalau kita bersatu, setengah perjuangan berhasil. Kalau tidak bersatu, setengah perjuangan gagal,” tegasnya.

Baca Juga:  Walikota Jaya Negara Hadiri Apel Pengawasan Bawaslu Kota Denpasar

Menurut Giri Prasta, semangat persatuan tersebut perlu diwujudkan dalam tindakan nyata, baik melalui kegiatan sosial, pelaksanaan kewajiban keagamaan, maupun kontribusi terhadap pembangunan di lingkungan masing-masing.

Giri Prasta mengapresiasi semangat persatuan MGPSSR yang terus dipelihara melalui berbagai kegiatan bakti dan ngayah. Ia berharap nilai-nilai tersebut semakin mempererat hubungan antarpesemetonan di Bali.

Ia juga mengingatkan pentingnya menerapkan filosofi Vasudhaiva Kutumbakam, yang bermakna seluruh dunia merupakan satu keluarga, sebagai landasan membangun persaudaraan dan keharmonisan.

“Konsep kita adalah bersaudara, Vasudhaiva Kutumbakam. Astungkara, di Bali semua bersatu dan mendukung,” katanya.

Menurutnya, persaudaraan perlu diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan demikian, organisasi pesemetonan tidak hanya berperan menjaga hubungan kekeluargaan, tetapi juga berkontribusi dalam kehidupan sosial dan keagamaan.

Dalam kesempatan tersebut, Giri Prasta juga menekankan pentingnya sinergi MGPSSR dengan pemerintah dalam mendukung pembangunan Bali, khususnya upaya menjaga kelestarian adat, budaya, dan nilai-nilai keagamaan.

Salah satu bentuk dukungan yang disorot ialah partisipasi organisasi pesemetonan dalam kebijakan Pemerintah Provinsi Bali terkait penataan kawasan Pura Agung Besakih dan pura pedarman.

Menurutnya, kolaborasi pemerintah dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kawasan suci agar tetap lestari, tertata, dan mampu diwariskan kepada generasi berikutnya.

Baca Juga:  Makna Logo dan Sejarah Peringatan Hari Pers Nasional 2025

Selain itu, ia mendorong pemanfaatan potensi lokal untuk mendukung kebutuhan sarana upacara. Salah satunya melalui pemberdayaan Taman Gumi Banten sebagai upaya memperkuat kemandirian masyarakat Bali dalam memenuhi kebutuhan sarana keagamaan.

Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah sekaligus membuka ruang pemberdayaan potensi lokal.

“Ini menjadi jembatan emas bagi generasi berikutnya, agar Bali tetap terjaga dan ajeg,” ujarnya.

Ketua MGPSSR Kabupaten Bangli, I Ketut Kayana, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Wakil Gubernur Bali dalam kegiatan tersebut.

Ia berharap Lokasabha VIII menjadi momentum memperkuat persatuan, mengonsolidasikan organisasi, serta meningkatkan kontribusi anggota dalam kehidupan sosial dan keagamaan di Kabupaten Bangli.

Lokasabha VIII dilaksanakan seiring berakhirnya masa jabatan kepengurusan sebelumnya. Agenda utama kegiatan meliputi penyampaian laporan pertanggungjawaban, pembahasan program kerja, serta pemilihan dan penetapan pengurus baru untuk periode berikutnya.

Rangkaian kegiatan juga mencakup paruman dan pembahasan calon pengurus. Hasil pembahasan tersebut diagendakan dalam sidang paripurna sebagai bagian dari proses penentuan kepengurusan dan arah program kerja organisasi selama lima tahun mendatang.

Baca Juga:  Walikota Jaya Negara: Wujud Syukur Atas Kekayaan Alam Yang Memberikan Kesejahteraan

Giri Prasta berharap proses konsolidasi berjalan dengan semangat kekeluargaan sehingga kepengurusan yang terbentuk mampu melanjutkan pengabdian serta menjaga persatuan seluruh anggota MGPSSR.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta dan Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar. Pembukaan Lokasabha VIII ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Sedana Arta setelah didaulat oleh Wagub Giri Prasta.

Melalui lokasabha ini, MGPSSR Kabupaten Bangli diharapkan semakin solid dalam menjalankan roda organisasi, memperkuat gotong royong, serta berkontribusi menjaga keharmonisan masyarakat dan kelestarian adat, budaya, serta tradisi keagamaan di Bali.

Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: Humaspemprovbali
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here