Wabup Badung Apresiasi Rekonstruksi Janger Pererenan Era 1960-an

0
1029
Foto: Janger Pererenan, ST Kertha Budhi, Bagus Alit Sucipta, budaya Bali, pelestarian seni, PKB 2027, Desa Pererenan

BADUNG, KEN-KENKHABARE – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta mengapresiasi peran Sekaa Teruna (ST) Kertha Budhi, Banjar Pengembungan, Desa Pererenan, dalam melestarikan seni, adat, tradisi, dan kebudayaan Bali. Salah satu upaya yang mendapat perhatian ialah rekonstruksi kesenian Janger Pererenan era 1960-an sebagai bagian dari pelestarian warisan budaya lokal.

Apresiasi tersebut disampaikan Bagus Alit Sucipta saat menghadiri puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-47 ST Kertha Budhi di Mengwi, Sabtu (31/10/2026).

Menurutnya, organisasi kepemudaan berbasis adat memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi muda, menjaga keberlanjutan budaya, serta mendorong partisipasi pemuda dalam pembangunan desa.

Bagus Alit Sucipta juga menilai rangkaian kegiatan HUT ke-47 ST Kertha Budhi mencerminkan penerapan nilai-nilai Tri Hita Karana, yakni keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.

Nilai tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosial dan kepedulian terhadap alam, termasuk penanaman pohon serta penebaran benih ikan di sungai.

“Sekaa Teruna Kertha Budhi telah mampu mengamalkan konsep Tri Hita Karana melalui kegiatan yang tidak hanya mempererat hubungan antarmanusia, tetapi juga membangun kepedulian yang tinggi terhadap alam, seperti penanaman pohon dan penebaran benih ikan di sungai,” ungkap Bagus Alit Sucipta.

Selain kegiatan sosial dan lingkungan, rekonstruksi kesenian Janger Pererenan dari era 1960-an menjadi salah satu perhatian dalam perayaan HUT tersebut. Inisiatif ini dinilai sebagai langkah konkret untuk menghidupkan kembali warisan seni yang memiliki nilai sejarah dan identitas bagi masyarakat setempat.

Baca Juga:  Hadiri Tuksedo Auto and Fashion Gala 2026, Ny. Putri Koster Dorong Tenun Bali Tembus Panggung Dunia

Rekonstruksi tersebut dilakukan melalui kolaborasi ST Kertha Budhi bersama Sanggar Pudak Arum dan Sanggar Wredayamuni.

Bagus Alit Sucipta berharap kesenian Janger yang telah direkonstruksi dapat terus dikembangkan, baik dari sisi pelestarian maupun kesempatan pementasan di tingkat daerah.

“Saya berharap kesenian Janger yang direkonstruksi melalui kolaborasi Sekaa Teruna Kertha Budhi bersama Sanggar Pudak Arum dan Sanggar Wredayamuni ini dapat terus dikembangkan. Semoga ke depan memperoleh kesempatan tampil sebagai Duta Seni Kabupaten Badung pada Pesta Kesenian Bali (PKB) 2027,” tegasnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen mendukung kegiatan positif generasi muda. Dukungan tersebut mencakup pengembangan seni, olahraga, kreativitas, serta pelestarian adat dan tradisi sebagai bagian dari penguatan kapasitas pemuda.

Ketua ST Kertha Budhi, I Made Surya Parta Legawa, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan kepemudaan dan pelestarian budaya.

Ia menjelaskan, perayaan HUT ke-47 mengusung tema “Utthana Yowana, Raksa Samskrti”, yang mengandung filosofi kebangkitan generasi muda dalam menjaga dan merawat warisan budaya leluhur agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak September 2026. Rekonstruksi Janger Pererenan dimulai pada 28 September 2026, dilanjutkan turnamen bulu tangkis pada 12–17 Oktober 2026 dan aksi sosial lingkungan pada 23 Oktober 2026.

Baca Juga:  Bina Vokalia Bali Juara I di Tokyo, Gubernur Koster: Bukti Kemampuan Seni Generasi Muda Bali di Kancah Internasional

Berbagai kegiatan tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan kebudayaan.

Pihaknya berharap pembinaan dari pemerintah daerah dapat terus berlanjut agar kesenian Janger Pererenan semakin berkembang dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Puncak perayaan HUT ke-47 ST Kertha Budhi turut dihadiri perwakilan Camat Mengwi, unsur Tripika Mengwi, Perbekel Pererenan I Nyoman Sumartana, Bendesa Adat Pererenan I Gusti Ngurah Rai Suara, jajaran kelian adat dan dinas se-Desa Pererenan, serta tokoh masyarakat Banjar Pengembungan.

Melalui rangkaian perayaan ini, ST Kertha Budhi menunjukkan bahwa organisasi kepemudaan dapat menjadi ruang regenerasi budaya sekaligus penggerak kegiatan sosial. Rekonstruksi Janger Pererenan diharapkan menjadi langkah berkelanjutan untuk menjaga kekayaan seni tradisional Bali agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.

Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: ProkopimBadung
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here