Pemkot Denpasar Gelar Persembahyangan Bersama Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha

0
1036
Foto: Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya bersama jajaran pemerintah dan umat Hindu mengikuti persembahyangan Hari Suci Saraswati di Pura Agung Jagatnatha, Denpasar, Sabtu (31/10/2026).

DENPASAR, KEN-KENKHABARE – Pemerintah Kota Denpasar menggelar persembahyangan bersama dalam rangka memperingati Hari Suci Saraswati di Pura Agung Jagatnatha, Denpasar, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan yang berlangsung pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung ini menjadi wujud sradha bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi-Nya sebagai Dewi Saraswati, Dewi Ilmu Pengetahuan.

Persembahyangan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya bersama pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Turut hadir Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Putra Widiastawa dan Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya.

Baca Juga:  Bupati Adi Arnawa Buka Sabdha Kite Festival VI, Dorong Pelestarian Budaya dan Promosi Pariwisata Pecatu

Usai persembahyangan, Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengatakan, Hari Suci Saraswati memiliki makna penting sebagai momentum untuk memuliakan ilmu pengetahuan, kesadaran, dan sastra dalam kehidupan manusia.

Dalam tradisi Hindu, Dewi Saraswati dipuja sebagai manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang melambangkan ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi pedoman bagi masyarakat dalam menjalankan kehidupan, meningkatkan kualitas diri, serta melaksanakan kewajiban sesuai dengan swadharma masing-masing.

“Hari Saraswati menjadi hari yang penting bagi siswa sekolah dan penggelut dunia pendidikan, karena ilmu pengetahuan merupakan bekal dalam kehidupan manusia yang dapat menuntun ke arah kemakmuran, kemajuan, perdamaian, dan peningkatan keberadaban,” ujarnya.

Pada Hari Suci Saraswati, umat Hindu melaksanakan persembahyangan di pura, sekolah, maupun rumah masing-masing. Umat juga menghaturkan banten Saraswati sebagai bentuk penghormatan terhadap ilmu pengetahuan yang disimbolkan melalui pustaka, lontar, kitab, dan buku.

Eddy Mulya menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kota Denpasar, termasuk para siswa dan mahasiswa, yang turut hadir dalam persembahyangan bersama tersebut.

“Kami menghaturkan terima kasih kepada masyarakat Kota Denpasar termasuk siswa-siswi dan mahasiswa yang sudah hadir pada perayaan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar ini. Perayaan ini telah digelar secara rutin, mudah-mudahan melalui persembahyangan ini semua umat diberikan pengetahuan dan kecerdasan dalam menjalankan swadharma masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, Putu Agus Jayadi, menjelaskan bahwa persembahyangan Hari Suci Saraswati dipusatkan di Pura Agung Jagatnatha. Rangkaian persembahyangan berlangsung sejak pagi hingga malam hari.

“Persembahyangan Rahina Saraswati hari ini akan dilaksanakan dari pagi sampai dengan malam hari. Untuk pemedek yang akan tangkil, dapat melaksanakan dengan tertib dan khusyuk,” katanya.

Baca Juga:  Bupati Sanjaya Hadiri Pemelaspasan Padmasana RSUD Singasana, Tekankan Makna Yadnya dan Pelayanan Preventif

Melalui peringatan Hari Suci Saraswati, Pemerintah Kota Denpasar berharap nilai-nilai pengetahuan, kebijaksanaan, dan kesadaran dapat terus menjadi landasan dalam kehidupan bermasyarakat. Momentum ini juga mengingatkan pentingnya ilmu pengetahuan dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu berkontribusi bagi kemajuan daerah.

Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: Humaspemkotdps
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here