Tinjau Danau Batur, Koster dan Pangdam IX/Udayana Dorong Pemulihan Ekosistem

0
1081
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster bersama Pangdam IX/Udayana dan Bupati Bangli meninjau kondisi Danau Batur menggunakan perahu karet di kawasan Desa Buahan, Kintamani, Bangli, Jumat (30/10/2026). (Ist)

Sinergi Pemerintah, TNI, dan Masyarakat Diperkuat melalui Aksi Nyata Pelestarian Danau Batur

BANGLI, KEN-KENKHABARE – Gubernur Bali Wayan Koster bersama Pangdam IX/Udayana dan Bupati Bangli meninjau kondisi Danau Batur di kawasan Desa Buahan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Jumat (30/10/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi danau, termasuk persoalan pendangkalan, sedimentasi, pencemaran, dan tantangan pemulihan ekosistem.

Peninjauan menggunakan perahu karet tersebut dilaksanakan setelah upacara bersama dalam rangka kegiatan Pemulihan Ekosistem Danau Batur dan Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan melalui Bakti Lingkungan Hidup Menyatu dengan Alam.

Gubernur Koster menegaskan, kondisi Danau Batur membutuhkan perhatian dan penanganan serius karena memiliki peran strategis bagi kehidupan masyarakat Bali. Selain menjadi sumber air untuk pertanian dan kebutuhan rumah tangga, danau ini mendukung kegiatan ekonomi masyarakat, menjadi habitat keanekaragaman hayati, serta memiliki nilai penting bagi pariwisata, budaya, dan spiritualitas Bali.

Danau Batur juga merupakan bagian dari kawasan UNESCO Global Geopark Batur. Karena itu, kelestariannya perlu dijaga melalui pengelolaan lingkungan yang terencana, terpadu, dan berkelanjutan.

Menurut Koster, berbagai persoalan yang dihadapi Danau Batur, mulai dari sampah, pencemaran, sedimentasi, perubahan tata guna lahan, hingga dampak perubahan iklim, tidak dapat ditangani secara parsial.

Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha, perguruan tinggi, desa adat, komunitas lingkungan, dan seluruh lapisan masyarakat agar upaya pemulihan dapat berjalan secara konsisten.

Baca Juga:  Peringati Hari Koperasi ke-78, Diskop UMKM Denpasar Gelar Apel dan Kukuhkan Semangat Ekonomi Kerakyatan

“Menjaga kelestarian Danau Batur bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat,” tegasnya.

Koster menyampaikan, pemulihan Danau Batur sejalan dengan visi pembangunan Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru. Salah satu nilai yang menjadi landasan adalah Danu Kerthi, yakni upaya menjaga kesucian dan kelestarian sumber air sebagai sumber kehidupan.

Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah Provinsi Bali terus mendorong penguatan tata kelola lingkungan melalui pengelolaan sampah berbasis sumber, penerapan ekonomi sirkular, rehabilitasi kawasan tangkapan air dan sempadan danau, serta pengembangan pertanian ramah lingkungan.

Penguatan peran desa adat dan masyarakat lokal juga dinilai penting agar upaya pelestarian lingkungan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, pengembangan pariwisata berbasis alam dan budaya perlu memperhatikan daya dukung lingkungan sehingga aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengabaikan kelestarian ekosistem.

Sementara itu, Pangdam IX/Udayana menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan pelestarian lingkungan merupakan bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara.

Menurutnya, pengabdian tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas menjaga pertahanan dan kedaulatan negara, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan hidup dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.

“Pengabdian kepada bangsa dan negara tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas menjaga pertahanan dan kedaulatan negara, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan hidup,” ungkapnya.

Baca Juga:  Putra-Jasmine Raih Podium 2 Kejurnas Sprint Rally Pasuruan 2026

Pangdam juga menekankan pentingnya penanganan sampah, khususnya sampah organik, secara serius dan berkelanjutan. Sampah tidak semestinya hanya dipandang sebagai limbah, tetapi juga dapat diolah menjadi sumber daya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia mengajak seluruh peserta kegiatan bekerja dengan sungguh-sungguh dalam semangat gotong royong serta memastikan setiap aksi pelestarian lingkungan memberikan dampak nyata.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan lingkungan harus disertai perubahan perilaku yang dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan sekitar. Karena itu, Bakti Lingkungan Hidup Menyatu dengan Alam diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang berkesinambungan.

Sebagai bentuk aksi nyata, kegiatan tersebut diisi dengan sejumlah aktivitas pelestarian lingkungan, antara lain pembersihan danau dan kawasan sempadan, pembersihan gulma, pemasangan patok batas sempadan danau, serta pengolahan sampah organik.

Rangkaian kegiatan ini diarahkan untuk menjaga kebersihan kawasan, mendukung pemulihan fungsi ekologis danau, serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Namun, penanganan persoalan pendangkalan dan sedimentasi Danau Batur juga membutuhkan upaya yang berkesinambungan dan terintegrasi dengan pengelolaan kawasan tangkapan air. Sinergi lintas sektor menjadi penting agar kegiatan pelestarian tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi turut mendukung pemulihan ekosistem danau secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Walikota Jaya Negara Naikkan Gaji Para Supir Truk Sampah

Koster berharap kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat dalam pemulihan Danau Batur terus diperkuat melalui langkah konkret. Ia mengingatkan bahwa kelestarian lingkungan berkaitan langsung dengan keberlangsungan sumber kehidupan dan kualitas lingkungan yang akan diwariskan kepada generasi mendatang.

“Setiap tindakan kecil yang kita lakukan hari ini akan menentukan kualitas lingkungan dan kehidupan generasi mendatang,” pesannya.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Bali bersama TNI dan seluruh pemangku kepentingan mendorong penguatan komitmen bersama untuk menjaga Danau Batur sebagai sumber kehidupan, warisan alam dan budaya, serta bagian penting dari keseimbangan ekosistem Bali.

Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: Humaspemprovbali
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here