
TABANAN, KEN-KENKHABARE — Resepsi pernikahan putri Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., di De Jukung Resto & Bar, Tanah Lot, Tabanan, (24/10/2026) menjadi momen istimewa bagi jajaran Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bali dan SMSI Kabupaten Tabanan. Di tengah suasana bahagia keluarga, pertemuan tersebut juga diwarnai penyerahan dua buku hasil penelitian yang mengangkat integritas wartawan serta pengaturan kendaraan listrik berbasis baterai dari perspektif hukum dan pembangunan berkelanjutan.
Pengurus SMSI yang hadir dalam kesempatan tersebut yakni Ketua SMSI Provinsi Bali Emanuel D. Oja, Ketua SMSI Kabupaten Tabanan Drs. Wayan Ariasa, serta Sekretaris SMSI Kabupaten Tabanan I Nyoman Arta Wirawan, S.Pt., S.H., M.H.
Mereka menghadiri pernikahan dr. Kadek Santi Diahswari, S.Ked., putri Bupati Komang Gede Sanjaya dan Ibu Rai Wahyuni dengan dr. I Dewa Made Agus Paramarta Putra, S.Ked., putra dari dr. I Dewa Gede Arta Eka Putra, Sp.T.H.T.B.K.I. dan Bidan Modesta Martin. Kehadiran pengurus SMSI tidak hanya menjadi bagian dari silaturahmi, tetapi juga menghadirkan pesan tentang pentingnya mempertemukan hubungan sosial dengan penguatan literasi, etika, dan pemikiran akademik.
Dua Buku, Dua Gagasan untuk Masa Depan
Momen yang menarik terjadi ketika Emanuel D. Oja menyerahkan buku berjudul Kompas Moral Wartawan kepada Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya.
Buku karya Emanuel D. Oja tersebut mengangkat tema moralitas dan integritas dalam profesi jurnalistik. Di tengah perkembangan media digital yang berlangsung cepat, etika menjadi salah satu fondasi penting bagi wartawan dalam menjalankan tugas mencari, mengolah, dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Kepercayaan publik terhadap media tidak hanya dibangun melalui kecepatan menyampaikan berita, tetapi juga melalui akurasi, keberimbangan, tanggung jawab, dan komitmen terhadap kebenaran. Dalam konteks itu, gagasan mengenai moralitas wartawan relevan bagi upaya menjaga profesionalisme pers di tengah derasnya arus informasi.
Pada kesempatan yang sama, I Nyoman Arta Wirawan menyerahkan buku berjudul Pengaturan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai: Perspektif Hukum Pembangunan dan Transisi Energi Berkelanjutan.
Buku tersebut ditulis oleh I Nyoman Arta Wirawan, S.Pt., S.H., M.H., bersama Prof. Dr. Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H., dan Dr. I Wayan Rideng, S.H., M.H. Karya ini merupakan hasil penelitian yang membahas pengaturan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai dalam kaitannya dengan hukum pembangunan dan transisi energi berkelanjutan.
Tema tersebut memiliki relevansi dengan tantangan pembangunan saat ini. Peralihan menuju kendaraan listrik tidak semata-mata berkaitan dengan penggunaan teknologi baru, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, arah kebijakan pemerintah, kesiapan infrastruktur, serta keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan.
Melalui kajian hukum, pengembangan kendaraan listrik dapat dilihat sebagai bagian dari agenda pembangunan yang membutuhkan kerangka regulasi yang jelas, konsisten, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Penyerahan kedua buku tersebut menghadirkan dua ranah pemikiran yang berbeda, tetapi sama-sama penting bagi masyarakat: etika dalam penyampaian informasi dan peran hukum dalam mengarahkan pembangunan.

Silaturahmi yang Melampaui Seremonial
Kehadiran pengurus SMSI dalam resepsi pernikahan tersebut memperlihatkan bahwa hubungan antarlembaga dan tokoh masyarakat dapat menjadi ruang untuk membangun komunikasi serta memperluas pertukaran gagasan.
Dalam suasana kekeluargaan, penyerahan buku menjadi simbol apresiasi terhadap karya intelektual sekaligus upaya memperkenalkan hasil pemikiran yang lahir dari penelitian dan pengalaman profesional.
Bagi organisasi pers, literasi dan penelitian merupakan bagian penting dari penguatan kualitas sumber daya manusia. Wartawan membutuhkan landasan etika dalam menjalankan profesinya, sedangkan masyarakat memerlukan informasi dan pengetahuan yang dapat membantu memahami perubahan sosial, hukum, ekonomi, serta lingkungan.
Dua buku yang diserahkan kepada Bupati Tabanan itu membawa perhatian pada pentingnya kedua hal tersebut. Kompas Moral Wartawan menyoroti nilai-nilai yang menopang profesi jurnalistik, sementara buku tentang kendaraan listrik berbasis baterai mengangkat kebutuhan akan pengaturan hukum yang mendukung pembangunan dan transisi energi berkelanjutan.
Pada akhirnya, momen di De Jukung Resto & Bar, Tanah Lot, tidak hanya menjadi bagian dari perayaan kebahagiaan keluarga Bupati Tabanan. Pertemuan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi yang disertai pertukaran gagasan melalui karya tulis.
Dari sebuah resepsi pernikahan, tersampaikan pesan bahwa hubungan sosial, profesionalisme pers, dan tradisi akademik dapat berjalan beriringan dalam memperkaya kehidupan masyarakat.
Penulis/Editor: Tim Redaksi


