Bupati Sanjaya Apresiasi Gotong Royong Krama Kembang Merta dalam Karya Pitra Yadnya

0
1034
Foto: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama jajaran menghadiri Karya Pelebon Sawa Prateka lan Memukur di Bale Subak Abian Taman Giri Merta, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Senin (12/10/2026).

TABANAN, KEN-KENKHABARE — Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya mengapresiasi semangat gotong royong krama Desa Adat Kembang Merta dalam melaksanakan Karya Pelebon Sawa Prateka lan Memukur. Upacara yang melibatkan ratusan keluarga tersebut menjadi wujud kebersamaan masyarakat dalam menjalankan kewajiban adat dan keagamaan.

Bupati Sanjaya menghadiri rangkaian karya tersebut bersama Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga dan jajaran pemerintah daerah di Bale Subak Abian Taman Giri Merta, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Senin (12/10/2026).

Karya Pitra Yadnya ini diikuti 26 sawa dengan biaya Rp16 juta per sawa, termasuk 14 sawa ngelangkir dan empat sawa ngelungah. Rangkaian kegiatan juga mencakup upacara Manusa Yadnya berupa metatah yang diikuti 58 orang dengan biaya Rp300 ribu per orang, serta nelubulanin atau mepetik yang diikuti 16 orang.

Baca Juga:  Jaya Negara dan Arya Wibawa Terima Aspirasi BEM se-Denpasar, Siap Tindak Lanjuti Kritik Mahasiswa

Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat dari 480 kepala keluarga dan mencapai puncaknya pada Selasa (13/10/2026). Upacara dipuput oleh Ida Pedanda dari Griya Bukit Kembang Merta.

Dalam sambutannya, Sanjaya menegaskan bahwa esensi yadnya tidak diukur dari besarnya biaya yang dikeluarkan, melainkan dari ketulusan, keikhlasan, dan semangat gotong royong masyarakat dalam pelaksanaannya.

“Esensi yadnya tidak diukur dari besarnya materi yang dihabiskan, melainkan dari ketulusan, keikhlasan, dan semangat gotong royong krama dalam melaksanakannya. Seberat apa pun yadnya, jika dilaksanakan bersama-sama, pasti dapat diselesaikan,” tegasnya.

Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tabanan senantiasa mendukung pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan sebagai bagian dari upaya menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat. Dukungan tersebut sejalan dengan visi pembangunan daerah serta semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Menurut Sanjaya, pelaksanaan yadnya merupakan bentuk tanggung jawab umat Hindu dalam menjalankan ajaran Tri Rna, khususnya kewajiban kepada leluhur dan orang tua.

Baca Juga:  Hadiri Pujawali Jelih di Pura Panti Pasek Gaduh, Jaya Negara Ajak Krama Perkuat Sradha Bhakti dan Keharmonisan

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan budaya melalui penerapan nilai-nilai Tri Hita Karana, sehingga keharmonisan sekala dan niskala tetap terpelihara.

Sanjaya menambahkan, yadnya yang dilaksanakan dengan tulus, didukung semangat gotong royong, serta dipuput oleh sulinggih dan disaksikan murdaning jagat, termasuk unsur pemerintah, menjadi wujud karya yang satwika dan utamaning utama.

Sementara itu, Ketua Panitia I Nyoman Widastra menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Bupati Tabanan beserta jajaran dalam pelaksanaan karya tersebut.

Ia mengapresiasi perhatian pemerintah daerah yang dinilai turut memberikan semangat kepada masyarakat dalam menjalankan kegiatan adat dan keagamaan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Tabanan beserta jajaran yang telah hadir sebagai murdaning jagat sekaligus memberikan dukungan dalam pelaksanaan Karya Pitra Yadnya ini,” ungkapnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, kepala perangkat daerah terkait, Camat Baturiti beserta unsur Forkopimcam, pimpinan DTW Ulun Danu dan The Blooms, perbekel, bendesa adat, serta masyarakat setempat.

Semangat gotong royong dalam pelaksanaan karya ini diharapkan terus memperkuat kebersamaan krama sekaligus menjaga kelestarian adat, tradisi, dan nilai-nilai keagamaan di Kabupaten Tabanan.

Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: Prokopimkabtabanan
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here