Peringatan Tragedi Bom Bali, Pemkab Badung Gaungkan Pesan Perdamaian dan Toleransi

0
1034
Foto: Doa bersama lintas agama di Monumen Ground Zero, Jalan Legian, Kuta, dalam rangka mengenang tragedi Bom Bali dan menguatkan komitmen perdamaian serta toleransi, Senin (12/10/2026) malam.

BADUNG, KEN-KENKHABARE — Pemerintah Kabupaten Badung meneguhkan komitmen untuk menjaga perdamaian, toleransi, dan kerukunan antarumat beragama melalui doa bersama lintas agama di Monumen Ground Zero, Jalan Legian, Kuta, Senin (12/10/2026) malam. Kegiatan ini digelar untuk mengenang tragedi Bom Bali I pada 2002 sekaligus peristiwa Bom Bali II pada 2005.

Peringatan berlangsung khidmat dengan dihadiri perwakilan konsulat jenderal negara sahabat, anggota DPD RI, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para penyintas, serta keluarga korban.

Mewakili Bupati Badung, Asisten Bidang Administrasi Umum Kabupaten Badung, I Wayan Wijana, menyampaikan bahwa peringatan tersebut menjadi ruang penghormatan bagi para korban sekaligus momentum untuk merawat kerukunan dan memperkuat nilai kemanusiaan.

“Sebagai bentuk penghormatan dan wadah edukasi, Pemkab Badung sedang membangun Museum Perdamaian Bali. Mudah-mudahan tahun ini bisa diselesaikan,” ujarnya.

Wijana menjelaskan, pembangunan Museum Perdamaian Bali merupakan salah satu langkah konkret Pemkab Badung untuk menjaga ingatan kolektif terhadap tragedi Bom Bali sekaligus memberikan edukasi kepada generasi mendatang mengenai pentingnya perdamaian.

Baca Juga:  Wawali Arya Wibawa Kukuhkan Pengurus Komunitas Kaplut dan Tagana Kota Denpasar

Menurutnya, nilai-nilai lokal Bali, seperti Tri Hita Karana dan Tat Twam Asi, perlu terus dihidupkan sebagai landasan dalam membangun keharmonisan masyarakat serta mencegah berkembangnya paham radikalisme.

Ia juga mengajak desa adat, pecalang, dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban, termasuk di kawasan pariwisata.

“Tidak ada satu agama pun yang mengajarkan kekerasan. Dari Badung, kita ingin menyampaikan pesan kepada dunia bahwa Bali aman, damai, dan terbuka untuk semua orang,” tambah Wijana.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Badung sekaligus Ketua Panitia, Ida Bagus Putu Mas Arimbawa, mengatakan bahwa peringatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada para korban dan dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga momentum memperkuat nilai kemanusiaan di tengah keberagaman.

Baca Juga:  Bersepeda Bersama Komunitas, Bupati Sanjaya Tinjau Penataan Kawasan Kota Singasana

Ia menegaskan, tragedi masa lalu harus menjadi pengingat tentang pentingnya menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan membangun kepedulian antarsesama.

“Tragedi masa lalu menjadi pengingat bahwa persatuan, penghormatan terhadap perbedaan, dan kepedulian antarsesama adalah modal utama mewujudkan Bali yang aman dan beradab,” tutup Mas Arimbawa.

Melalui doa bersama lintas agama di Monumen Ground Zero, Pemkab Badung berharap semangat perdamaian dan toleransi terus terpelihara. Pesan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pengingat atas tragedi masa lalu, tetapi juga menjadi komitmen bersama untuk menjaga Bali sebagai daerah yang aman, damai, dan menghormati keberagaman.

Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: ProkopimKabadung
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here