Pertalite dan Pertamax Kosong di Sejumlah SPBU Gianyar, Warga Menunggu Pasokan

0
1074
Foto: Terlihat pengendara sepeda motor hendak mengisi BBM di SPBU 55 805 30, Gianyar, (13/10/2026).

GIANYAR, KEN-KENKHABARE — Antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Gianyar, Bali. Pertalite dan Pertamax dilaporkan kosong di SPBU yang dipantau, sementara pengendara harus menunggu kedatangan pasokan tanpa kepastian waktu pengiriman.

Pantauan di SPBU bernomor 54.805.07.05.00-23.00 di Jalan Dharma Giri, Gianyar, menunjukkan barisan sepeda motor mengular dari tepi jalan hingga area mesin pengisian bahan bakar. Di antara pengendara yang menunggu, terdapat warga asal Buleleng yang hendak pulang kampung.

Foto: Terlihat masyarakat rela menunggu pasokan BBM dari Depo, di SPBU 54.805.07.05.00-23.00, (13/10/2026).

Menurut keterangan petugas yang jaga, pasokan Pertalite dan Pertamax masih kosong karena belum ada pengiriman. Sementara itu, BBM yang masih tersedia hanya Pertamina Dex untuk kendaraan bermesin diesel.

Kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat. Warga berharap pemerintah segera mencari solusi agar pasokan BBM kembali tersedia dan pengendara tidak harus menunggu terlalu lama untuk mengisi bahan bakar.

Gubernur Koster Minta Pertamina Percepat Distribusi

Kondisi antrean di Gianyar ini terjadi di tengah upaya Pemerintah Provinsi Bali mendorong percepatan pasokan dan distribusi BBM. Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster memanggil jajaran PT Pertamina Patra Niaga ke Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Senin (12/10/2026), untuk meminta penjelasan mengenai antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Bali.

Dalam pertemuan tersebut, Koster meminta Pertamina bergerak cepat memperkuat pasokan, khususnya Pertalite dan Pertamax, serta mengoptimalkan distribusi agar kebutuhan masyarakat terpenuhi.

“Pengelolaan BBM di Bali agar dilakukan secara ketat. Hal ini penting untuk menjaga kondusivitas Bali di mata masyarakat dunia,” tegas Koster.

Ia juga berharap penyaluran BBM segera kembali normal sehingga masyarakat dapat memperoleh bahan bakar dengan mudah tanpa harus menghadapi antrean panjang.

Pertamina Sebut Pasokan Diperkuat, Distribusi Masih Berjalan

Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga menyampaikan bahwa pasokan BBM diperkuat melalui kedatangan kapal pengangkut secara bertahap pada 12, 14, dan 16 Oktober 2026, dengan total muatan yang dijadwalkan mencapai 26.200 kiloliter (kL) melalui Terminal BBM Sanggaran dan Manggis.

Baca Juga:  Bina Vokalia Bali Juara I di Tokyo, Gubernur Koster: Bukti Kemampuan Seni Generasi Muda Bali di Kancah Internasional

Pertamina juga menjelaskan bahwa rata-rata konsumsi Pertalite di Bali mencapai sekitar 2.200 kL per hari. Penyaluran ke SPBU terus dioptimalkan dengan mempertimbangkan kondisi stok dan tingkat konsumsi di setiap wilayah.

Namun, proses distribusi dari depo menuju SPBU masih menghadapi kendala, termasuk kepadatan lalu lintas dan meningkatnya pembelian masyarakat secara bersamaan. Kondisi tersebut dapat membuat pasokan di SPBU tertentu lebih cepat habis sebelum pengiriman berikutnya tiba.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, sebelumnya menyatakan bahwa kedatangan kapal merupakan bagian dari upaya menjaga ketersediaan BBM di Bali.

“Jadwal kedatangan ini merupakan bagian dari upaya memastikan pasokan tetap terjaga dan kebutuhan BBM masyarakat Bali terpenuhi,” ujar Ahad.

Baca Juga:  Wabup Badung Terima LHP BPK, Tegaskan Ganti Kerugian Daerah Harus Dituntaskan

Warga Menunggu Kepastian Pasokan

Selain di SPBU Jalan Dharma Giri, antrean juga terlihat di SPBU lain di ujung jalan menuju pusat Kota Gianyar. Masyarakat berharap pasokan Pertalite dan Pertamax segera tiba sehingga pelayanan kembali normal.

Meski Pertamina sebelumnya menyampaikan langkah penguatan pasokan dan percepatan distribusi, waktu normalisasi di masing-masing SPBU belum dapat dipastikan berdasarkan keterangan yang tersedia.

Masyarakat pun berharap koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina segera menghasilkan solusi konkret agar kebutuhan BBM terpenuhi, antrean kendaraan berkurang, dan aktivitas warga tidak terganggu.

Reporter: Tim Redaksi
Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here